PATI - Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan Pemerintah
Kabupaten Pati akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus
mempercepat berbagai program strategis daerah. Hal itu disampaikan
Chandra usai menghadiri Silaturahmi Forkopimda Pati di Brotherhood Pati,
Selasa petang (14/7), dengan menuturkan soal perkembangan reaktivasi
jalur kereta api Pantura, kondisi ketertiban masyarakat, sektor
pariwisata, ekonomi kreatif, hingga persiapan Hari Jadi Kabupaten Pati.
Menurut Chandra, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di
Kabupaten Pati saat ini tetap aman, stabil, dan terkendali berkat
sinergi yang kuat antara Pemkab Pati, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati,
Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta tokoh agama dan seluruh
elemen masyarakat.
"Kalau kemarin-kemarin sempat ada demo itu wajar. Menyampaikan
pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara. Selama aspirasi
itu disampaikan dengan baik dan benar-benar mewakili kepentingan
masyarakat, tentu akan kami perjuangkan. Contohnya saat nelayan
menyampaikan aspirasinya, kami membantu mengomunikasikan kepada
pemerintah pusat dan alhamdulillah tuntutannya dikabulkan," kata
Chandra.
Ia juga menyampaikan bahwa reaktivasi jalur kereta api Pantura yang
menghubungkan Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang, Tuban, hingga
Lamongan masih menunggu arahan pemerintah pusat. Meski telah berstatus
Proyek Strategis Nasional (PSN), hingga kini belum ada komunikasi
lanjutan dari Kementerian Perhubungan mengenai pelaksanaan fisiknya.
"Kalau proyek ini terealisasi, manfaatnya sangat besar. Biaya
logistik industri akan lebih efisien, konektivitas wilayah Pantura
semakin kuat, dan beban jalan nasional akibat kendaraan berat dapat
berkurang," ujar Chandra.
Di sektor pariwisata, Chandra mengungkapkan kebijakan outing class
lokal mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan di
Kabupaten Pati telah mencapai 552.717 orang, dengan lonjakan tertinggi
terjadi saat libur sekolah pada Juni.
"Pemberdayaan ekonomi lokal kami tingkatkan melalui wisata lokal.
Monitoring ini juga untuk mendukung pelaksanaan outing class anak-anak
TK, SD, dan SMP karena kami telah menerbitkan surat edaran agar kegiatan
tersebut dilaksanakan di wilayah Pati," tegas Chandra.
Selain itu, Pemkab Pati terus memperkuat sektor ekonomi kreatif
melalui gagasan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif, ide penyelenggaraan
festival bulanan, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta pengembangan
ekosistem digital bagi pelaku usaha kreatif. Langkah tersebut juga
didukung penyelenggaraan Pati Innovation Awards 2026 untuk mendorong
lahirnya inovasi di bidang industri kreatif dan teknologi informasi.








