Jakarta (Kemenag) --- Pelataran Gereja Katedral Jakarta sejak Minggu (26/7/2026) pagi telah dipenuhi umat yang datang dari berbagai tempat. Mereka hadir untuk mengikuti Perayaan Ekaristi bersama sekitar 120 uskup dari berbagai negara di Asia.
Sidang Raya XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) ditutup dengan sebuah perayaan ekaristi. Umat berbondong-bondong memasuki gereja dengan sukacita. Mereka tidak ingin melewatkan momen bersejarah, ketika para gembala Gereja Asia mengakhiri perjalanan Sidang Raya XII FABC yang berlangsung dari 20 – 26 Juli 2026.
Teriknya matahari tidak menghambat langkah mereka. Semangat untuk berdoa dan bersyukur bersama mengalahkan segala tantangan, menciptakan suasana penuh harapan sejak sebelum misa dimulai.
Perayaan diawali dengan tarian penyambutan Ja'i Go Ngaza dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Gerak tari yang sarat makna persaudaraan dan kebersamaan itu menyambut para uskup serta umat yang memenuhi Katedral Jakarta.
Suasana semakin semarak ketika lagu “Mari Kita Masuk Rumah Tuhan" dibawakan dengan irama khas Dawan, Timor NTT. Nuansa budaya Nusantara berpadu harmonis dengan liturgi Gereja universal, menampilkan wajah Gereja Indonesia yang kaya akan keberagaman.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Sepanjang liturgi, lantunan lagu-lagu Gregorian menggema di dalam Katedral, menghadirkan suasana doa yang khusyuk sekaligus khidmat.
Pesan penting kembali ditegaskan oleh Presiden FABC Kardinal Filipe Neri Ferrão. Ia menegaskan Gereja di Asia dipanggil untuk mengalami pertobatan sinodal, melepaskan kepentingan diri dan cara-cara lama, serta menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan dan perutusannya agar mampu menjadi jembatan harapan dan persaudaraan di tengah masyarakat Asia.
Misa penutup ini menjadi ungkapan syukur atas seluruh rangkaian Sidang Raya XII FABC yang selama sepekan mempertemukan para uskup Asia untuk mendalami tema sinodalitas, misi, dan panggilan Gereja menjadi pembangun jembatan di tengah masyarakat yang beragam.
Dengan berakhirnya Sidang Raya XII FABC di Jakarta, semangat sinodal, persaudaraan, dan misi membangun jembatan yang dihidupi selama pertemuan ini diharapkan terus berbuah dalam kehidupan Gereja di Asia. Dari Jakarta, para uskup kembali ke negara masing-masing dengan membawa harapan baru: agar Gereja semakin mampu berjalan bersama, mendengarkan, berdialog, dan menjadi tanda damai bagi masyarakat Asia.






