Jakarta, -
Kabar baik datang dari panggung ekonomi internasional. Lembaga
pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) resmi mempertahankan
peringkat kredit (sovereign credit rating) Pemerintah Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Keputusan ini menjadi bukti nyata bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Keputusan
ini menjadi bukti nyata bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh
di tengah dinamika global. Pengumuman resmi tersebut disampaikan
langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat
Paripurna DPR RI ke-25 mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN
Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPR RI, Selasa (14/7/2026).
Kabar
tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya
Yudhi Sadewa dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa
(14/7). Menkeu menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi
dan kolaborasi yang harmonis antara Pemerintah dan DPR RI dalam mengawal
kebijakan fiskal negara.
"Kami
ingin menyampaikan kabar baik bahwa berkat dukungan dan kerja sama
antara Pemerintah dan DPR RI, kemarin lembaga rating internasional
Standard & Poor's mempertahankan peringkat kredit Pemerintah
Republik Indonesia pada level BBB atau A-2 dengan outlook stabil," ujar
Purbaya di hadapan sidang paripurna.
Keberhasilan
mempertahankan rating ini juga didorong oleh langkah diplomasi ekonomi
yang agresif. Purbaya menceritakan momen saat dirinya bersama sejumlah
anggota DPR RI menemui langsung para investor dan pihak S&P pada
April lalu untuk memberikan gambaran utuh mengenai stabilitas politik
dan ekonomi di tanah air.
Keberhasilan
mempertahankan peringkat ini turut didorong oleh langkah diplomasi
ekonomi yang aktif. Menkeu menceritakan momen dirinya bersama sejumlah
Anggota DPR RI menemui langsung investor dan perwakilan S&P untuk
memberikan gambaran menyeluruh mengenai stabilitas politik dan ekonomi
Indonesia.
"Jadi
beberapa bulan lalu, April ya, kami dengan anggota DPR Ibu Sari
Yuliati, Pak Misbakhun, Pak (Mohammad) Hekal, datang ke sana. Ketemu
investor dan S&P dan menggambarkan bahwa di Indonesia tidak sama
dengan negara lain. Di kita, DPR dan Pemerintah adalah satu kesatuan
yang baik. Sehingga mereka bisa melihat kebijakan kita adalah kebijakan
yang utuh dan betul-betul bertujuan memakmurkan rakyat tanpa melanggar
undang-undang," ungkap Menkeu.
Penjelasan
tersebut, menurut Menkeu, turut memperkuat keyakinan lembaga
pemeringkat bahwa arah pengelolaan ekonomi Indonesia telah berada pada
jalur yang tepat dan bergerak ke arah yang benar.
Bagi
Pemerintah, keputusan S&P ini merupakan validasi objektif dari
dunia internasional terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi yang
ditempuh Indonesia selama ini.
"Pengumuman
S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa lembaga internasional
yang jujur, prudent, dan independent melihat kebijakan kita sudah baik,"
tegas Purbaya








.jpeg)