Jakarta, Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi
Sadewa meninjau langsung kondisi masyarakat dan fasilitas terdampak
gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8). Dalam kunjungan
tersebut, Menkeu memastikan Pemerintah hadir memenuhi kebutuhan
masyarakat sekaligus menjamin dukungan anggaran untuk penanganan bencana
sesuai kebutuhan di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Menkeu melihat langsung kondisi pengungsian
serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Sebagai bentuk kepedulian,
Kemenkeu Peduli menyalurkan bantuan awal berupa berbagai kebutuhan
dasar, antara lain 4.600 kg beras, 210 liter minyak goreng, 2.740 kg
gula pasir, 380 lembar selimut, 81 terpal, dan 200 pakaian.
Bantuan tersebut juga mencakup 225 dus susu, 150 dus mi instan, 300
papan telur, 200 dus makanan ringan, serta 540 dus air mineral. Untuk
mendukung kebutuhan sehari-hari masyarakat di lokasi terdampak, Kemenkeu
Peduli turut menyalurkan kopi/teh, sereal, sabun, popok bayi, pembalut,
pasta gigi, losion atau pelembab kulit, bumbu dapur, serta kecap/saus.
Secara keseluruhan, bantuan Kemenkeu Peduli merupakan bagian dari
pengiriman bantuan dengan total nilai mencapai Rp565,2 juta. Bantuan
tersebut menjadi wujud gotong royong dan kepedulian pegawai Kementerian
Keuangan kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya untuk membantu
memenuhi kebutuhan pada masa awal penanganan.
Menkeu menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan dukungan awal dari
keluarga besar Kementerian Keuangan. Pemerintah selanjutnya akan
memastikan dukungan anggaran dapat diberikan sesuai kebutuhan penanganan
bencana di lapangan.
“Ini baru bantuan dari Kemenkeu Peduli, dari orang-orang Kementerian
Keuangan. Kita melihat seperti apa kebutuhan di sini. Nanti kalau
anggaran, yang lebih besar,” ujar Menkeu.
Menkeu menegaskan Kementerian Keuangan akan memastikan ketersediaan
anggaran untuk mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
dalam menjalankan tugas penanganan bencana. Dukungan APBN akan
disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
“Yang jelas, dari Kementerian Keuangan kami menyiapkan dana yang cukup
sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu. Kalau nanti membutuhkan
tambahan, kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita
utamakan,” tegas Menkeu.
Sebelumnya, Pemerintah telah menyampaikan kesiapan untuk mendukung
pembiayaan penanganan bencana di NTT dengan terlebih dahulu menggunakan
anggaran BNPB yang telah disiapkan. Meskipun sebagian dari alokasi
sekitar Rp5 triliun tersebut telah digunakan, Pemerintah memastikan
kebutuhan penanganan dampak bencana akan tetap terpenuhi sesuai
perkembangan kebutuhan di lapangan.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia mulai menggelar kebijakan
penanganan dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa
Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Penanganan dilakukan secara
bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan
dasar, serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Menkeu-Tinjau-NTT-Pascagempa




.jpeg)