emerintah terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing perekonomian nasional di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin berkembang. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM yang mampu merespons perubahan tersebut.
“Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45 persen dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil me-maintain pertumbuhan di atas 5 persen dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil menjaga inflasi juga rendah relatif 2,8 persen. Nah kemudian Bapak Presiden mendorong penguatan SDM,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Penyerahan Sertifikat Kepada Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), di Jakarta, Jumat (28/08).
Dukungan terhadap penguatan SDM tersebut salah satunya diwujudkan dengan adanya Dewan Penyantun Pendidikan. Sebagai informasi, DPP UNNES merupakan wadah kolaborasi yang menghimpun 14 tokoh nasional dan pengusaha untuk mendukung pendanaan pendidikan bagi mahasiswa. Para anggota DPP UNNES memiliki kepedulian dan komitmen untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi di Tanah Air, khususnya di UNNES.
Penguatan SDM juga semakin relevan dengan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI) yang diproyeksikan membawa perubahan besar terhadap berbagai sektor. Indonesia mengambil bagian dalam pembentukan tata kelola AI global dengan menjadi salah satu founding member World AI Cooperation Agreement (WAICO), yang diinisiasi oleh China dan melibatkan sekitar 29 negara.
“Dan AI ini adalah salah satu revolusi industri ke depan. Sesudah industri 4.0 dia lari ke AI dan AI aplikasinya sangat luar biasa di berbagai sektor. Jadi ini beberapa game changer yang ada ke depan,” jelas Menko Airlangga.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Indonesia juga mulai membangun kapasitas SDM untuk mendukung pengembangan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama dengan Arm Limited. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan utama di bidang desain semikonduktor. Indonesia menjadi mitra Arm pada tahap ketiga pengembangan ekosistem tersebut setelah sebelumnya Arm bekerja sama dengan Korea Selatan dan Malaysia.
“Yang kedua, kita melakukan pendidikan untuk 15 ribu (peserta), mereka yang akan dilatih untuk bisa masuk dalam ekosistem Arm daripada semikonduktor. Nah itu target yang akan dilakukan bersama dengan Arm di dalam ekosistem,” ujar Menko Airlangga.
Di sisi lain, keberadaan UNNES yang berada di sekitar kawasan strategis, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan KEK Batang, membuka peluang untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan kebutuhan industri di wilayah tersebut.
Pemerintah juga terus memperluas program peningkatan kompetensi dan pengalaman kerja bagi generasi muda. Tahun ini, Pemerintah mendorong pelaksanaan program pemagangan bagi 120.000 hingga 150.000 fresh graduate untuk bekerja di industri selama enam bulan, dengan dukungan pembayaran upah dari pemerintah dan anggaran yang disiapkan sebesar Rp4,14 triliun.
Selain itu, Pemerintah menyiapkan program vokasi bagi 220.000 lulusan SMK agar dapat bekerja di industri dengan anggaran Rp2,12 triliun. Pemerintah juga menyediakan program retraining bagi masyarakat yang terdampak PHK agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dalam negeri maupun membuka peluang bekerja di luar negeri.
“Jadi selanjutnya saya tentu berharap dengan kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Penyantun, lebih banyak sivitas UNNES yang dapat terus mendapatkan support, dan semoga UNNES tetap menjadi universitas yang ternama dan bisa bereputasi dunia, dan selamat atas kepeloporannya untuk kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi,” pungkas Menko Airlangga.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, menambahkan bahwa penguatan SDM perlu terus diselaraskan dengan arah perkembangan ekonomi dan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi antara Pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi penting untuk memastikan peningkatan kapasitas SDM berjalan seiring dengan transformasi industri.
“Penguatan SDM harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan dunia industri. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, tetapi juga perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi bagian penting untuk menciptakan SDM yang adaptif dan siap menghadapi perubahan,” ujar Jubir Haryo.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya yakni Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. S. Martono, Ketua Senat Akademik Universitas UNNES Dr. Ir. Sucipto, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan UNNES Prof. Heri Yanto, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Sistem Informasi UNNES Prof. Dr. Ngabiyanto, Direktur Sekolah Pascasarjana UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, Ketua DPP UNNES Gunawan Tjokro, serta para pejabat dan anggota DPP UNNES.






