Kudus (Kemenag) --- Kementerian Agama terus memperkuat sarana dan layanan pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia. Penguatan ini ditandai dengan peresmian
Transformasi kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus diremikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Bersamaan itu, dilakukan pembukaan fasilitas Gedung Kuliah Terpadu dan Laboratorium Terpadu.
Penambahan fasilitas dan transformasi kelembagaan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi kampus. Dalam peresmian fasilitas tersebut, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pengembangan perguruan tinggi Islam diarahkan tidak hanya untuk mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun kualitas batin.
"Kita harus berani bermimpi besar dan berani berpikir lain. Bagaimana menciptakan suatu kampus yang bukan hanya meng-install pikiran-pikiran rasional, tetapi juga meng-install kualitas batin yang mampu mencerahkan dan meneduhkan," ujar Menag, Kamis (20/8/2026), di hadapan mahasiswa baru dalam agenda Kuliah Umum dan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Lebih lanjut, Menag mengingatkan agar orientasi pengembangan institusi berfokus pada penciptaan keunggulan yang khas. "UIN itu jangan hanya mengejar ranking dan standar formal, tetapi create suatu keadaan yang mungkin belum ada kriterianya di dunia. Justru di situlah kampus bisa menemukan keunggulannya sendiri," pesannya.
Selain pembangunan infrastruktur fisik, penguatan karakter kelembagaan di UIN Sunan Kudus juga diwujudkan melalui aksi nyata berwawasan lingkungan. Dalam momentum peresmian ini, Menag bersama mahasiswa baru melakukan gerakan ekoteologi dengan menanam 2.522 bibit pohon matoa dan sukun di lingkungan kampus.
Kegiatan yang selaras dengan program Asta Protas Kementerian Agama ini menjadi simbol mahasiswa yang religius sekaligus peduli lingkungan. Pohon matoa dipilih sebagai representasi keteguhan iman, sementara sukun melambangkan keharmonisan, kedamaian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kepada para mahasiswa baru, Menag berpesan agar mereka mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik. Hal ini diwujudkan dengan kepribadian "ISTIQOMAH", sebuah akronim dari ikhlas, sabar, tawaduk, ihsan, qanaah, muruah, akhlak, dan hayat.
Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrohman Kasdi, menjelaskan bahwa institusi yang dipimpinnya telah melewati perjalanan panjang, berawal dari fakultas cabang hingga kini mandiri menjadi universitas. Menurutnya, transformasi nomenklatur ini adalah mandat kelembagaan untuk memperluas kajian keilmuan yang lebih integratif.
Melalui transformasi ini, Menag berharap UIN Sunan Kudus dapat melahirkan lulusan yang mampu memadukan kedalaman ilmu, spiritualitas, serta nilai-nilai kearifan lokal dalam menjawab kebutuhan masyarakat.









