Cari Blog Ini

Selasa, 22 September 2026

Hadiri Peringatan Hari Nasional ke-77 RRT, Menko Polkam: Mari Perkuat Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

 


Polkam, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan ucapan selamat dan penghormatan kepada Pemerintah dan rakyat Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam rangka peringatan Hari Nasional ke-77 RRT. Menko Polkam berharap hubungan persahabatan dan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Tiongkok terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kedua bangsa.

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam dalam Resepsi Peringatan Hari Nasional ke-77 Republik Rakyat Tiongkok di Dian Ballroom, Raffles Jakarta, Selasa (22/9/2026).

“Semoga peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang bangsa Tiongkok, sekaligus meneguhkan semangat untuk terus membangun perdamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bersama,” ujar Djamari.

Menko Polkam mengatakan hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah panjang. Lebih dari tujuh dekade lalu, tepatnya pada 13 April 1950, kedua negara secara resmi menjalin hubungan diplomatik ketika negara-negara Asia tengah membangun kembali tatanan dunia yang menempatkan kemerdekaan, kedaulatan, dan persamaan derajat antarbangsa sebagai prinsip fundamental.

Semangat tersebut, menurut Menko Polkam, salah satunya tercermin dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Konferensi itu menunjukkan bahwa negara-negara dengan latar belakang sejarah, sistem politik, dan kepentingan yang berbeda tetap dapat membangun saling pengertian dan mencari titik temu.

“Bandung mengajarkan kepada kita bahwa negara-negara dengan latar belakang sejarah, sistem politik, dan kepentingan yang berbeda tetap dapat duduk bersama, membangun saling pengertian, dan mencari titik temu. Nilai-nilai inilah yang tetap relevan hingga hari ini,” ujarnya.

Menko Polkam menjelaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok terus berkembang dan semakin luas. Pada 2005, kedua negara membangun Kemitraan Strategis yang kemudian ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2013. Saat ini, hubungan Indonesia–Tiongkok berkembang secara multidimensional dengan bertumpu pada lima pilar utama, yakni politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, dan keamanan.

“Kelima pilar tersebut menunjukkan bahwa kemitraan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berbicara mengenai perdagangan dan investasi. Kemitraan kita juga menyangkut bagaimana kedua negara membangun kepercayaan politik, menjaga keamanan, memperkuat konektivitas maritim, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta bersama-sama merespons tantangan yang semakin kompleks,” kata Menko Polkam.

Dalam bidang politik dan keamanan, Menko Polkam menekankan pentingnya membangun kepercayaan strategis sebagai fondasi hubungan kedua negara. Kepercayaan tersebut tidak hanya dibangun melalui pernyataan politik, tetapi juga melalui konsistensi, transparansi, komunikasi, dan kerja sama konkret.

Karena itu, Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama di bidang penegakan hukum, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, pencegahan dan penanggulangan kejahatan transnasional, keamanan siber, kontraterorisme, serta berbagai tantangan keamanan nontradisional lainnya.

“Melalui komunikasi strategis, kita dapat memperkuat saling pengertian, mengelola perbedaan secara dewasa, serta mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama baru,” ujarnya.

Menko Polkam juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama di sektor maritim. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kepentingan besar terhadap terciptanya laut yang aman, damai, stabil, dan terbuka bagi kerja sama serta pembangunan berkelanjutan.

Pada saat yang sama, Indonesia menegaskan bahwa seluruh kerja sama harus tetap berlandaskan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, kesetaraan, prinsip saling menguntungkan, serta nonintervensi terhadap urusan dalam negeri masing-masing negara. Stabilitas kawasan juga perlu terus dibangun melalui dialog, saling percaya, penghormatan terhadap hukum internasional, serta kemampuan mengelola perbedaan secara damai.

“Semoga Republik Rakyat Tiongkok terus mencapai kemajuan dan kemakmuran. Semoga persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok terus tumbuh. Dan semoga Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia dan Tiongkok senantiasa memberikan manfaat nyata bagi kedua bangsa, memperkuat perdamaian dan stabilitas kawasan, serta memberikan kontribusi bagi terciptanya dunia yang lebih damai, aman, dan sejahtera,” pungkas Menko Polkam.

Resepsi Peringatan Hari Nasional ke-77 Republik Rakyat Tiongkok turut diisi dengan sambutan dari sejumlah tamu kehormatan, pemotongan kue, pertunjukan tarian khas Tiongkok, serta jamuan makan malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Irvansyah, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, serta Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M.

 

 

Sumber : https://polkam.go.id/hadiri-peringatan-hari-nasional-ke-77-rrt-menko-polkam-mari-perkuat-perdamaian-dan-stabilitas-kawasan/