Cari Blog Ini

Sabtu, 26 September 2026

Mendiktisaintek Dorong IT Del Perkuat Peran sebagai Lembaga Riset Unggul


 

Toba -  Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong Institut Teknologi Del (IT Del) untuk terus memperkuat visi sebagai lembaga riset yang unggul. Menurutnya, penguatan kapasitas riset dan teknologi perguruan tinggi, tidak hanya penting bagi pengembangan institusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan nilai tambah, dan menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Mendiktisaintek saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru Institut Teknologi Del Tahun 2026, sekaligus memperingati 25 tahun IT Del. Menteri Brian menilai bahwa tema “menuju sebuah lembaga riset yang unggul”, merupakan gagasan yang berani dan relevan dengan kebutuhan pengembangan perguruan tinggi, Sabtu (26/9).

Menteri Brian mengajak sivitas akademika IT Del melihat kembali perjalanan institusi tersebut, sejak gagasan pendiriannya pada 2001. Menteri Brian kemudian mengaitkan penguatan lembaga riset dengan kebutuhan Indonesia, untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang dimiliki. Mendiktisaintek menggunakan kopi dari dataran tinggi Sumatera Utara sebagai salah satu contoh.

Menurut Menteri Brian, kopi dari wilayah tersebut memiliki permintaan di dunia, tetapi sebagian sebelumnya keluar dari daerah dalam bentuk biji mentah, dan kembali dalam bentuk produk olahan dengan nilai yang lebih tinggi. Perbedaan nilai tersebut berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Selisih harga itu sebenarnya itulah yang kita sebut sebagai pengetahuan dan teknologi. Kampus sesungguhnya adalah tempat dihasilkannya, diproduksinya, sains, teknologi, dan inovasi,” ungkap Mendiktisaintek.

Dalam orasinya, Mendiktisaintek juga mengaitkan kapasitas riset dengan kemampuan suatu negara untuk keluar dari middle-income trap. Menteri Brian menyebutkan perbandingan jumlah peneliti antara negara berpenghasilan tinggi dan kelompok negara berpenghasilan menengah. Menurut data yang ditampilkan dalam paparannya, negara berpenghasilan tinggi memiliki sekitar 4.100 peneliti per satu juta penduduk, sedangkan kelompok negara berpenghasilan menengah memiliki kurang dari 1.000 peneliti per satu juta penduduk.

“Kalau kita ingin naik kelas menjadi negara maju, jumlah peneliti kita tidak bisa ditawar lagi, jumlah kapasitas riset kita tidak bisa kita berdiam diri, harus kita naikkan,” tegas Mendiktisaintek.

Lebih lanjut, Menteri Brian menekankan pentingnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru. Mendiktisaintek juga menegaskan bahwa lembaga riset yang unggul tidak cukup dinilai dari banyaknya makalah atau jurnal yang dihasilkan. Publikasi ilmiah tetap penting sebagai bagian dari proses pengujian pengetahuan oleh komunitas ilmiah, tetapi hasil penelitian juga perlu diarahkan untuk menjawab persoalan di dunia nyata.

“Penelitian yang berhenti di lemari perpustakaan tentu belum bisa menciptakan apapun. Dampak baru dirasakan ketika ada orang di luar kampus yang hidupnya berubah karena penemuan-penemuan yang kita lakukan,” tegas Menteri Brian

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Del, Arnaldo Marulitua Sinaga  menyampaikan bahwa pada 2026 IT Del menerima 431 mahasiswa baru yang tersebar di 10 program studi. Pada tahun ini, IT Del juga menerima 30 mahasiswa asal Tolikara, Papua Pegunungan, serta 10 mahasiswa asal Morowali Utara. Untuk mahasiswa dari Morowali Utara, penerimaan tersebut berkaitan dengan Program Studi Teknik Metalurgi yang dikembangkan bersama CNGR untuk menyediakan tenaga kompeten bagi kebutuhan industri metalurgi di wilayah tersebut.

Rektor Arnold juga mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai kesempatan belajar melalui dosen, laboratorium, buku, dan teknologi. Mahasiswa juga didorong untuk mengikuti organisasi, kompetisi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui prinsip “Learn, grow, and discover”,  Rektor Arnold berharap seluruh mahasiswa bermuara pada kemampuan untuk “collaborate, contribute, and create impact.”




Sumber : https://kemdiktisaintek.go.id/en/news/article/mendiktisaintek-dorong-it-del-perkuat-peran-sebagai-lembaga-riset-unggul