Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir ingin Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menjadi ajang bahwa olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa.
Hal itu disampaikan Menpora Erick pada ajang ISS 2026 di JCC, Jakarta, Jumat (11/9) sore. "Olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa, dan itu sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Menpora Erick.
Menpora Erick menyampaikan ISS 2025 lalu kita lebih bagaimana kita menyamakan perspektifnya dulu diantara stakeholder dengan kementerian atau lembaga lain. Karena tidak mungkin kalau kita mau mendorong sebuah prestasi olahraga di masyarakat, sport tourism, sport industri, tetapi banyak peraturan yang masih saling mengikat.
Untun ISS 2026 kali ini, Menpora Erick menyampaikan bahwa akan banyak melibatkan stakeholder yang lebih besar.
"ISS tahun ini kita melibatkan semua stakeholders yang lebih besar, yaitu private sector dan masyarakat, untuk menjadi bagian daripada pembangunan olahraga secara menyeluruh," ujar Menpora Erick.
Untuk mempermudah keterlibatan stakeholder tersebut, Menpora secara resmi merilis Sport in Indonesia sebagai pintu untuk membangun ekosistem olahraga Indonesia. "Kita merilis hari ini Sport in Indonesia, kalender besar olahraga di Indonesia. Kalender besar ya, bukan kecil-kecil. Sekalian kita mempromosikan infrastruktur yang kita punya yang layak dan dirawat dengan baik, dan juga tentu event-event yang harus diinformasikan kepada dunia, seperti pencak silat, karapan sapi, dan yang lain," tambahnya.
Ini adalah bagian intervensi yang harus kita lakukan. "Dan itulah intervensi yang kita harus balikkan, bahwa olahraga ini adalah investasi, bukan selama ini setelah tahun 1962 sampai sekarang terus terjadi pemerosotan, bahwa olahraga itu biaya, biaya, biaya. Ini yang harus kita rubah," ujar Menpora.
"Jadi tentu hari ini saya senang bahwa Kemenpora di tahun kedua Indonesia Sport Summit sudah punya loncatan baru, yaitu menjadi agregator yang namanya Sport in Indonesia. Di situ menjadi satu pintu portal yang semuanya bisa memberikan akses, ya, untuk sport industri, sport tourism," pungkas Kemenpora.







