Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026, menghadirkan konsep panggung yang dirancang khusus untuk kebutuhan pertunjukan berskala stadion. Dua panggung utama dan teknologi projection mapping menjadi bagian penting dalam membangun tampilan visual sepanjang seremoni.
Di area tengah stadion, sebuah Centre Stage dibangun sebagai platform utama pertunjukan. Panggung tersebut menggunakan konsep modular sehingga dapat dipasang dan dibongkar dalam waktu relatif singkat, tanpa mengganggu kebutuhan operasional stadion untuk pertandingan.
Desain modular ini memungkinkan area pertandingan tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan setelah rangkaian seremoni selesai. Pada saat yang sama, Centre Stage menjadi titik utama bagi berbagai elemen pertunjukan yang berlangsung di lapangan.
Selain Centre Stage, sisi timur stadion menghadirkan East Stage yang dirancang oleh FFFAAARRR. Desainnya mengambil inspirasi dari tradisi seserahan dalam budaya Indonesia, yang dimaknai sebagai simbol pemberian atau persembahan kepada tamu.
Konsep tersebut diterjemahkan melalui bentuk-bentuk geometris sederhana seperti lingkaran dan persegi yang disusun menjadi komposisi arsitektur kontemporer.
East Stage juga diisi dengan tanaman tropis, buah-buahan khas Indonesia, serta elemen botani. Penggunaan elemen tersebut membawa karakter alam Indonesia ke dalam desain panggung sekaligus menjadi bagian dari konsep Indonesia sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.
Jika Centre Stage berfungsi sebagai platform utama pertunjukan, East Stage menjadi bagian dari visual lingkungan stadion. Keduanya dirancang untuk saling melengkapi dalam membentuk tata ruang seremoni.
Elemen panggung tersebut kemudian diperkuat dengan teknologi projection mapping berskala stadion yang dikembangkan oleh Agro Visual. Teknologi ini memungkinkan permukaan lapangan SUGBK digunakan sebagai bidang visual yang menampilkan animasi, grafis, cahaya, dan motion graphics.
Konten visual dikembangkan melalui kolaborasi Bikin Animasi dan Celsius Creative Lab. Visual yang dihasilkan kemudian diselaraskan dengan musik, pencahayaan, serta koreografi sehingga perubahan gambar dan animasi mengikuti jalannya pertunjukan.
Salah satu penggunaannya terlihat pada bagian awal seremoni. Setelah countdown dan pertunjukan kembang api dari rooftop SUGBK, area stadion berubah menjadi bidang visual melalui projection mapping. Grafis "Welcome to Indonesia" kemudian ditampilkan sebagai bagian dari penyambutan negara-negara peserta dan penonton FIFA ASEAN Cup 2026.
Dengan pendekatan tersebut, lapangan stadion tidak hanya berfungsi sebagai area pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari panggung visual selama seremoni pembukaan.
Perpaduan antara panggung modular, desain arsitektur, elemen alam Indonesia, dan teknologi visual menjadi bagian dari pendekatan produksi Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 yang menggabungkan kebutuhan teknis sebuah stadion dengan kebutuhan pertunjukan.
Opening dan Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan inisiatif PSSI bersama FIFA, dengan dukungan Mas Didiet dan tim, serta menunjuk PT Visual Indomedia Produksi (VIP) sebagai tim produksi.








