Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) Ibu Selvi Gibran Rakabuming mengajak perempuan di Sulawesi Tengah menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hemat energi, dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan sederhana dalam menggunakan energi secara bijak dinilai dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
“Jadi kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita akan memulai untuk penghematan energi ini, untuk menyelamatkan bumi dan tentunya untuk masa depan anak-anak kita semuanya,” ujar Ibu Selvi saat menghadiri Sosialisasi Hemat Energi di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Rabu (02/09/2026).
Dalam kegiatan bertema “Gaya Hidup Hemat Energi untuk Masyarakat” tersebut, Ibu Selvi menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun kebiasaan hemat energi di rumah. Menurutnya, para ibu dapat menjadi teladan sekaligus menanamkan kebiasaan tersebut kepada anggota keluarga, terutama anak-anak.
“Yang ingin kita bangun ke depannya, hemat energi ini menjadi lifestyle. Tidak lagi memberatkan kita, tapi sudah menjadi suatu kebiasaan,” tuturnya.
Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik ketika tidak digunakan serta menggunakan penerangan dan peralatan listrik secara efisien. Dari keluarga, budaya hemat energi diharapkan dapat meluas ke lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Bidang 4 Seruni KMP yang membawahi program “Indonesia Bersih”, Sri Suparni Bahlil, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong para perempuan menjadi duta hemat energi di lingkungannya masing-masing.
“Harapannya dari Kementerian ESDM mengadakan kegiatan sosialisasi ini adalah agar para ibu-ibu ini kelak bisa menjadi duta hemat energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, efisiensi energi bukan berarti membatasi kebutuhan secara berlebihan, melainkan menggunakan energi secara tepat dan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, penghematan dapat memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus mendukung keberlanjutan energi di masa depan.
Sosialisasi yang didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) tersebut diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai unsur perempuan, termasuk PKK, Dharma Wanita, organisasi perempuan, serta penyuluh lapangan.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peralatan listrik secara efisien, mulai dari pemilihan lampu berlogo SNI dan berlabel tingkat efisiensi energi hingga penggunaan pendingin ruangan secara bijak. Peserta juga diperkenalkan dengan teknologi yang memungkinkan pengendalian perangkat listrik melalui telepon seluler.
Agar lebih mudah dipahami dan diterapkan, edukasi dikemas secara interaktif melalui permainan bertema hemat energi. Salah satunya mengajak peserta mengenali dan mengurutkan berbagai peralatan listrik berdasarkan tingkat konsumsi energinya.
Salah seorang Penyuluh Keluarga Berencana dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Nunung Kumalasari, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempatnya bertugas.
“Saya bersyukur ada di sini. Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama untuk bagaimana kita belajar menghemat energi,” kata Nunung.
Melalui keterlibatan perempuan sebagai penggerak di tingkat keluarga dan masyarakat, kebiasaan menggunakan energi secara bijak diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Sumber : https://wapresri.go.id/ibu-selvi-ajak-perempuan-jadi-agen-perubahan-dalam-penghematan-energi/




