Jakarta, Kemenkeu – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi di tengah lingkungan global yang semakin
menantang. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan
penguatan investasi berkualitas dan mobilisasi pembiayaan jangka panjang
menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, sekaligus
menjaga stabilitas dan keberlanjutan fiskal. Hal tersebut disampaikan
Wamenkeu dalam J.P. Morgan Investment Forum bertajuk “Financing
Indonesia’s Growth Agenda Amid Fiscal Constraints” di Jakarta, Rabu
(2/9).
Menurut Wamenkeu, Indonesia memasuki lingkungan global yang lebih
menantang dengan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal yang tetap kuat.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga
momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi berbagai tekanan eksternal.
“Saat ini ekonomi Indonesia terbukti cukup tangguh dan memiliki
ketahanan tinggi. Tingkat pertumbuhan pada semester pertama mencapai
5,45 persen secara tahunan, sementara angka inflasi terkini berada di
level 3,2 persen. Hal ini menunjukkan ketangguhan Indonesia serta
kemampuan kita dalam mengelola keseimbangan eksternal,” ujar Wamenkeu.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah ingin membawa Indonesia menuju
jalur pertumbuhan yang lebih tinggi. Wamenkeu menekankan bahwa upaya
tersebut perlu didukung investasi yang tidak hanya lebih besar, tetapi
juga lebih berkualitas dan mampu meningkatkan produktivitas
perekonomian.
“Untuk bergerak menuju jalur pertumbuhan yang lebih tinggi, kita
membutuhkan investasi yang lebih kuat dan berkualitas, yang pada
akhirnya meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah terus memperkuat iklim
investasi melalui deregulasi, debottlenecking, kepastian kebijakan,
serta berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. Menurut Wamenkeu,
pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan peningkatan modal, kapasitas
produksi, nilai tambah, dan produktivitas ekonomi secara luas.
Sejalan dengan itu, pembiayaan pertumbuhan perlu ditopang oleh sinergi
antara APBN, Danantara, dan sektor swasta. Wamenkeu menjelaskan APBN
akan tetap berperan dalam menciptakan ruang bagi pertumbuhan sekaligus
melindungi masyarakat. Sementara itu, Danantara bersama mitra dan sektor
swasta diharapkan dapat memobilisasi investasi dan pembiayaan jangka
panjang.
“APBN dan Danantara menjadi dua pilar pendukung bagi Republik Indonesia.
APBN memfasilitasi dan memberikan perlindungan, sementara Danantara
berperan menyusun struktur dan meningkatkan skala usaha, serta mendorong
inovasi investasi sektor swasta. Secara bersama-sama kita akan
melaksanakannya,” ungkap Wamenkeu.
Dalam kerangka tersebut, Wamenkeu menegaskan APBN tetap harus
menjalankan tiga fungsi secara bersamaan, yaitu sebagai shock absorber
untuk menghadapi tekanan ekonomi, membiayai pembangunan yang produktif,
serta menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal. Karena itu, menurut
Wamenkeu, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal harus berjalan
beriringan untuk memastikan Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian
global sekaligus mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi.
“Kita tidak harus memilih antara pertumbuhan atau stabilitas. Kita akan
terus melakukan keduanya untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan,”
kata Wamenkeu.
Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/J-P-Morgan-Investment-Forum



