Cari Blog Ini

Rabu, 21 Oktober 2026

BMKG dan KNKT Optimalkan Pemanfaatan Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi

 


Jakarta, 21 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sinergi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam pemanfaatan data dan informasi meteorologi untuk mendukung keselamatan transportasi nasional. Kolaborasi ini mencakup sektor udara, laut, dan darat, baik untuk mendukung investigasi kecelakaan maupun meningkatkan upaya pencegahan. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi BMKG dan KNKT di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa informasi cuaca tidak hanya berfungsi untuk mengetahui kondisi atmosfer, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan dan pengambilan keputusan operasional transportasi. Oleh karena itu, pemanfaatan informasi meteorologi perlu terus dioptimalkan melalui koordinasi antarlembaga.

“Bagi BMKG, informasi cuaca bukan hanya untuk mengetahui kondisi atmosfer, tetapi juga menjadi bagian penting dalam keselamatan operasional transportasi, baik udara, laut, maupun darat,” jelas Faisal.

Dalam mendukung keselamatan penerbangan, lanjut Faisal, BMKG memiliki 106 lokasi stasiun meteorologi yang melayani kebutuhan informasi cuaca dari total 620 bandar udara. Selain itu, terdapat 190 titik bandara yang dilengkapi Automatic Weather Observing System (AWOS) dan 46 unit radar cuaca eksisting. Menurutnya, jaringan observasi tersebut mendukung penyediaan informasi meteorologi penerbangan untuk membantu pengambilan keputusan operasional dan meningkatkan keselamatan penerbangan.

Pada sektor maritim, BMKG melayani kebutuhan informasi cuaca di 677 pelabuhan. Layanan ini didukung BMKG Ocean Forecast System (OFS), termasuk INA-DRIFT untuk memprediksi pergerakan objek di laut serta platform INA-WIS untuk penyediaan informasi dan peringatan cuaca maritim.

Sementara itu, untuk transportasi darat, BMKG mengembangkan Digital Weather for Traffic (DWT), yang menyediakan informasi cuaca di jalur darat dan kereta api, peringatan dini, serta prakiraan cuaca berdasarkan rute perjalanan. Informasi meteorologi tersebut juga disebarluaskan melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk situs web resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG, agar dapat diakses oleh masyarakat dan dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.

“Seluruh informasi tersebut juga kami diseminasikan melalui berbagai kanal, termasuk website BMKG, aplikasi Info BMKG, dan media informasi lainnya agar dapat dimanfaatkan secara cepat dan luas,” ujar Faisal.

Selain mendukung operasional transportasi, BMKG menyediakan data dan informasi meteorologi untuk membantu KNKT dalam investigasi kecelakaan, khususnya pada sektor penerbangan. Dukungan tersebut mencakup informasi melalui sistem penerbangan terintegrasi INASIAM, situs web Meteorologi Penerbangan, serta data METAR, TAF, dan prakiraan awan cumulonimbus (CB). Informasi tersebut dapat memberikan gambaran kondisi atmosfer pada waktu dan lokasi kejadian sebagai salah satu bahan pendukung analisis investigasi.

Faisal menegaskan bahwa dukungan BMKG terhadap KNKT dilaksanakan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing lembaga. Pemanfaatan data meteorologi diharapkan tidak hanya membantu proses investigasi, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan.

“Pada prinsipnya, BMKG siap mendukung KNKT sesuai tugas dan kewenangan kami, khususnya dalam penyediaan data dan informasi yang diperlukan. Harapan kami, sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga informasi yang dihasilkan BMKG tidak hanya menjadi data, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi keselamatan transportasi dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menambahkan bahwa BMKG menjalankan fungsi penyediaan data cuaca yang objektif melalui proses pengamatan dan pengolahan data selama 24 jam. BMKG juga terus mengupayakan percepatan penyediaan dan penyampaian informasi agar dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan secara tepat waktu.

“Jika sebelumnya pelaporan data bisa memakan waktu berjam-jam, kini kami memangkasnya menjadi hitungan menit agar pengambil keputusan, seperti nakhoda dan syahbandar, bisa langsung merespons,” kata Guswanto.

Guswanto menyampaikan bahwa BMKG siap memberikan dukungan data dan informasi meteorologi kepada KNKT ketika terjadi insiden atau kecelakaan transportasi. Informasi mengenai kondisi cuaca pada waktu dan lokasi kejadian tersebut diharapkan dapat membantu proses analisis oleh tim investigator.

Sementara itu, Ketua KNKT Ahmad mengapresiasi dukungan BMKG, khususnya dalam penyediaan dan verifikasi data cuaca untuk membantu investigasi kecelakaan transportasi. Ia mencontohkan dukungan data BMKG dalam penanganan insiden Kapal Virgo yang dinilai membantu tim investigator.

Menurut Ahmad, keterbatasan jumlah investigator pelayaran di Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait.

“Saat ini jumlah tenaga investigator pelayaran kami se-Indonesia sangat terbatas sehingga dukungan kolaborasi dari pemangku kepentingan, seperti BMKG, amatlah krusial bagi kami,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan bahwa KNKT menjalankan investigasi kecelakaan pada sektor penerbangan, pelayaran, perkeretaapian, dan angkutan jalan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, KNKT membutuhkan dukungan data dan informasi dari berbagai pihak, termasuk BMKG, untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.

“Kami sangat bergantung pada data dan informasi dari BMKG. Menteri Perhubungan juga telah memberikan arahan tegas bahwa KNKT saat ini tidak boleh sekadar berfokus pada investigasi pascakecelakaan saja, tetapi harus bertindak lebih proaktif dan preventif,” ujar Ahmad.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Ahmad menilai kerja sama BMKG dan KNKT perlu dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang lebih komprehensif. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengatur mekanisme pertukaran informasi dan keahlian, sehingga BMKG dapat segera memberikan analisis meteorologi ketika menerima notifikasi kecelakaan transportasi.

Ia menambahkan bahwa data dan prakiraan cuaca yang akurat juga penting untuk mendukung keselamatan transportasi pada periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, seperti mudik Lebaran serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Melalui audiensi ini, BMKG dan KNKT membahas peluang optimalisasi koordinasi dalam penyediaan dan pemanfaatan data meteorologi untuk mendukung investigasi sekaligus meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan. Kolaborasi kedua lembaga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan transportasi nasional dan perlindungan masyarakat.

 

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-dan-knkt-optimalkan-pemanfaatan-informasi-cuaca-untuk-keselamatan-transportasi