Cari Blog Ini

Jumat, 23 Oktober 2026

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Hadiri SERCOM-4 di Jenewa, Perkuat Kepemimpinan Indonesia dalam Layanan Cuaca dan Iklim Global


 

Jenewa, Swiss, 23 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpartisipasi dalam Fourth Session of the Commission for Weather, Climate, Hydrological, Marine and Related Environmental Services and Applications (SERCOM-4) yang diselenggarakan oleh World Meteorological Organization (WMO) pada 19–20 dan 22–23 Oktober 2026 di Jenewa, Swiss.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung tata kelola dan pengembangan layanan meteorologi, klimatologi, hidrologi, kelautan, dan lingkungan terkait di tingkat global.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, menghadiri pertemuan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Vice-President of the WMO Commission for Weather, Climate, Hydrological, Marine, and Related Environmental Services and Applications (SERCOM-WMO). Sementara itu, Direktur Perubahan Iklim BMKG, Dr. A. Fachri Radjab, hadir sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia bersama perwakilan dari berbagai unit kerja terkait di BMKG, dengan dukungan Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa.

Ardhasena menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam mendukung pengembangan layanan cuaca, iklim, hidrologi, dan kelautan di tingkat internasional.

“Keikutsertaan ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam mendukung tata kelola dan pengembangan layanan meteorologi, klimatologi, hidrologi, serta kelautan di tingkat global,” ujar Ardhasena.

Sebagai salah satu komisi teknis WMO, SERCOM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan standar, pedoman, serta kerangka layanan yang menjadi acuan bagi negara-negara anggota dalam menyediakan informasi dan layanan meteorologi, iklim, hidrologi, kelautan, dan lingkungan terkait.

“Melalui forum ini, para anggota WMO bersama-sama membahas berbagai prioritas teknis dan kelembagaan guna memastikan layanan yang dikembangkan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan global,” ujarnya.

Pertemuan SERCOM-4 menjadi momentum bagi negara-negara anggota untuk memperkuat dialog, membangun kesepahaman, dan mendorong sinergi dalam pengembangan layanan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat, pengurangan risiko bencana, serta pembangunan berkelanjutan. Pembahasan dalam forum ini juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan akses terhadap layanan meteorologi dan iklim yang andal serta inklusif.

Dalam kapasitasnya sebagai Vice-President SERCOM-WMO, Ardhasena turut mengemban tanggung jawab kepemimpinan untuk mendukung pelaksanaan mandat komisi dan mendorong kerja sama konstruktif di antara negara-negara anggota WMO. Peran ini sekaligus mencerminkan kepercayaan komunitas meteorologi dan klimatologi internasional terhadap kontribusi serta keahlian Indonesia dalam pengembangan layanan meteorologi dan iklim global.

“Partisipasi BMKG dalam pertemuan SERCOM-4 sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mendukung inisiatif global Early Warnings for All (EW4All), yang bertujuan memastikan seluruh masyarakat terlindungi oleh sistem peringatan dini multi-bahaya,” ungkapnya.

Melalui kepemimpinan dan keterlibatannya dalam SERCOM-WMO, BMKG terus mendorong penguatan layanan berbasis sains, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas informasi dan peringatan dini.

Selain itu, keikutsertaan BMKG pada SERCOM-4, diharapkan dapat terus berkontribusi dalam penguatan kerja sama internasional, mendorong pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, serta mendukung pengembangan layanan meteorologi dan klimatologi yang semakin akurat, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam forum WMO, serta memperkuat kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam upaya global meningkatkan ketahanan terhadap risiko cuaca ekstrem, variabilitas iklim, dan perubahan iklim.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/deputi-bidang-klimatologi-bmkg-hadiri-sercom-4-di-jenewa-perkuat-kepemimpinan-indonesia-dalam-layanan-cuaca-dan-iklim-global