Jakarta: Kewirausahaan menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. Topik ini dibahas dalam sesi Youth Entrepreneurship & The Future of Work pada Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Besar, Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis (29/10).
Sesi tersebut menghadirkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Helvi Yuni Moraza, serta Co-founder dan CEO Kitabisa Vikra Ijas. Ketiganya membahas kewirausahaan dari perspektif penciptaan peluang kerja, pengembangan usaha berkelanjutan, dan dampak sosial.
Afriansyah Noor yang hadir mewakili Menteri Ketenagakerjaan mendorong generasi muda untuk berani menciptakan peluang melalui kewirausahaan. Ia menjelaskan, pemerintah turut mendukung pengembangan keterampilan dan pendampingan agar masyarakat mampu membangun usaha produktif.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi belajarlah menciptakan peluang,” menjadi pesan Afriansyah kepada generasi muda agar tidak terpaku pada pencarian kerja, tetapi juga melihat peluang untuk membangun usaha dan membuka lapangan kerja.
Sementara itu, Helvi Yuni Moraza menyoroti pentingnya kolaborasi antarkementerian dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan. Menurutnya, pelaku UMKM masih menghadapi tantangan dalam mengakses permodalan dan pasar. Karena itu, dukungan pemerintah perlu mencakup pelatihan, pendampingan, pembiayaan, serta perluasan akses pasar.
Helvi mengingatkan bahwa perkembangan usaha harus diikuti dengan upaya menjaga keberlanjutan. Pelaku UMKM perlu memiliki integritas, disiplin, dan kemampuan berinovasi agar mampu menghadapi persaingan serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.
“Usaha itu harus berkelanjutan,” tegas Helvi saat menjelaskan pentingnya menjaga keberlangsungan usaha, termasuk melalui konsistensi kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen.
Dari perspektif kewirausahaan sosial, Vikra Ijas berbagi pengalaman membangun Kitabisa sebagai platform penggalangan dana daring yang menghubungkan masyarakat untuk membantu sesama. Ia menekankan pentingnya jejaring, bimbingan mentor, dan kolaborasi untuk mengubah ide menjadi aksi yang memberikan manfaat.
Menurut Vikra, jiwa kewirausahaan tidak selalu harus diwujudkan dengan mendirikan bisnis. Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam berbagai profesi melalui kreativitas dan keinginan untuk menciptakan perubahan.
“Bukan tentu semua orang harus jadi pebisnis, tapi kita sudah diberkahi keresahan untuk membuat perbaikan, daya imajinasi untuk bisa melihat sesuatu versi lebih baiknya lagi,” ujar Vikra dalam pemaparannya.
Ia mengajak generasi muda untuk merawat kepedulian dan empati serta berani mencari solusi atas persoalan di sekitarnya. Dengan demikian, kewirausahaan dapat menjadi cara untuk menghadirkan perubahan, baik melalui usaha maupun kontribusi dalam profesi masing-masing.
Melalui sesi ini, IYS 2026 mengajak generasi muda mengembangkan potensi, menciptakan peluang kerja, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.






