Jakarta, 30 Oktober 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memulai penjajakan kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Muna untuk mentransformasikan kawasan Cagar Budaya Prasejarah Liangkobhori menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis masyarakat. Langkah kolaboratif ini mengintegrasikan pengembangan kekayaan intelektual (_Intellectual Property_/IP), program Desa Kreatif, dan penerapan teknologi digital guna mengolah situs lukisan cadas (_rock art_) prasejarah menjadi aset ekonomi bernilai tinggi.
“Ekonomi kreatif adalah mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, sehingga Kementerian Ekraf dan Pemerintah Daerah harus berkolaborasi serta mengoordinasikan potensi tiap subsektor agar berdampak nyata. Kabupaten Muna berpeluang masuk ke dalam tiga program utama kami yaitu Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk mendongkrak potensi lokal jadi juara nasional hingga global. Kami akan mengkaji potensi Muna di direktorat terkait agar aset seperti lukisan gua tidak berhenti di dalam gua saja, tapi bertransformasi menjadi salah satunya produk fesyen yang menggerakkan ekonomi warga,” ungkap Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekraf, Jumat (30/10).
Dalam audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Muna membawa empat usulan prioritas mencakup pemanfaatan dan perlindungan motif visual lukisan cadas Liangkobhori sebagai kekayaan intelektual komunal di subsektor fesyen dan kriya melalui digitalisasi serta usulan pendampingan dan fasilitasi Desa Liangkobhori agar masuk dalam jejaring Desa Kreatif Kementerian Ekraf. Selain itu, terdapat pula penguatan sarana edukasi digital berbasis Virtual Reality (VR)/_Augmented Reality_ (AR) guna meminimalkan kerusakan dinding gua bagi wisatawan serta dukungan pendampingan dan promosi Festival Liangkobhori dalam agenda event nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 11–14 Juli.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Ekraf memaparkan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah mencapai 7,38 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang. Menariknya, struktur demografi pekerja ekraf didominasi oleh Generasi Z dan Milenial sebesar 63 persen, serta 58 persen di antaranya merupakan perempuan.
"Guna mengoptimalkan potensi besar tersebut, langkah utamanya ada di pemerintah daerah. Silakan data dan petakan seluruh potensi ekraf yang ada. Ketika profil desanya sudah jelas, mulai dari pengrajin tenun hingga potensi lainnya, serta status Desa Kreatifnya resmi ditetapkan, pemerintah pusat dapat lebih mudah memberikan intervensi, merancang aktivasi program, dan mengakselerasi karya lokal ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Menteri Ekraf.
Sementara itu, Bupati Muna H. Bachrun menyampaikan harapan besar agar agenda tahunan Festival Liangkobhori yang memasuki tahun ke-4 pada 2026 tersebut nantinya menyimpan daya tarik budaya yang kuat melalui sajian eksplorasi situs bersejarah, kompetisi permainan tradisional, serta pertunjukan seni lokal.
"Terima kasih atas penerimaan dan ruang diskusi yang sangat baik ini. Pertemuan ini membuka mata kami akan besarnya peluang dan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Muna yang dapat dikolaborasikan bersama Kementerian Ekraf. Sebagai langkah konkret berikutnya, kami akan segera berkoordinasi dan memetakan daftar potensi di setiap desa untuk kita dorong bersama,” ungkap H. Bachrun.
Melalui penjajakan kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berharap setiap daerah dapat mengoptimalkan keunggulan lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis daerah menjadi langkah strategis untuk membuka peluang usaha,menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan membawa lebih banyak pegiat ekraf Indonesia naik kelas.
Dalam audiensi Menteri Ekraf didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhammad Fauzy; Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan dan Koordinasi Daerah, Panji Purboyo.






