Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik Prof. Masdar Hilmy sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan Dr. Ade Yamin sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua. Menag minta keduanya menjaga kondusivitas, meningkatkan produktivitas, serta memacu daya saing kampus.
“Sangat banyak tantangan di tempat Anda, tapi kami percaya bahwa Saudara akan mampu menjalani dengan baik tantangan-tantangan itu,” ujar Menag di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
“Harapan kita tentu bagaimana kampus yang Anda pimpin nanti akan lebih baik daripada sebelum-sebelumnya. Bukan saja dari segi kuantitas jumlah mahasiswa yang semakin bertambah, tapi prestasi dan kualitas itu juga akan semakin meningkat,” sambungnya.
Selain rektor, Menag juga melantik enam pejabat Eselon II Kementerian Agama. Menag minta agar para pejabat yang baru dilantik dapat menjalin komunikasi efektif dengan semua pihak dalam mendukung program Kementerian Agama.
“Kadang-kadang masalah itu muncul sebetulnya tidak ada masalah yang berarti. Hanya karena komunikasi kita yang kurang, maka itu bisa terselesaikan dengan baik jika komunikasi diperbaiki,” jelasnya.
Menag juga menyebutkan bahwa Kemenag saat ini telah bertransformasi menggunakan sistem talent pool. Dengan demikian, promosi jabatan di lingkungan Kementerian Agama akan meninggalkan pola lama yang memberikan otoritas penuh kepada pimpinan. Sistem ini menempatkan prestasi individu sebagai penentu utama jenjang karier ASN. Data dan rekam jejak pribadi akan menentukan karier masing-masing pejabat.
“Semakin kuat dan rajin seseorang mengekspos prestasinya, termasuk melalui media sosial, maka semakin banyak lembaga pengukur yang dapat menilainya. Sebesar apa pun prestasinya, sebanyak apa pun pekerjaannya, tetapi jika tidak pernah diunggah di media dan tidak pernah dilaporkan, maka oleh sistem talent pool dianggap tidak punya nilai yang berarti,” papar Menag.
Menag juga mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat kerja sama. Ia menegaskan bahwa di lingkungan Kementerian Agama tidak ada istilah orang lain. “We are the same, and we are the one, and only one," ujarnya.
Ditemui pada kesempatan yang sama, Kepala Biro SDM Muhammad Zain menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan arahan Menag terkait dengan tata kelola layanan SDM.
"Kami akan bekerja keras dan bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memenuhi arahan Menteri Agama terkait tata kelola layanan SDM yang adil dan transparan," ungkap Zain.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh satuan kerja di Kemenag untuk memperbaiki kinerja secara kolektif maupun individu, termasuk memanfaatkan fasilitas Profiling ASN yang bekeja sama dengan BKN,” tandasnya.
Berikut ini nama-nama pejabat yang dilantik:
- Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya masa jabatan tahun 2026 sampai dengan 2030;
- Dr. Ade Yamin, S.Sos., M.A., dalam jabatan tugas tambahan sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua masa jabatan tahun 2026 sampai dengan 2030;
- Dr. Budi Sulistiyo, S.Ag., M.Pd.B., M.H., menjadi Direktur Urusan Agama Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama;
- Dr. Sugiarto, S.Ag., M.Ling., M.Pd., menjadi Direktur Pendidikan Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama;
- Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si., menjadi Direktur Kurikulum dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama;
- Papay Supriatna, S.S., M.Pd., menjadi Direktur Kelembagaan dan Sarana Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama;
- Dr. H. M. Arfi Hatim, S.Ag., M.Ag., menjadi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; dan
- Dr. H. Yayat Supriyadi, M.Si., menjadi Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta




