Cari Blog Ini

Kamis, 15 Oktober 2026

Menteri Kebudayaan RI Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Fiji Melalui Pelindungan Warisan Budaya dan Pengembangan Industri Kreatif


 

Yogyakarta, 15 Oktober 2026 — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendorong penguatan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Fiji melalui pelindungan warisan budaya, pertukaran seniman, serta pengembangan industri budaya dan kreatif. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji, Charan Jeath Singh, di sela-sela penyelenggaraan Indonesia-Pacific Cultural Connect 2026 guna memperkuat hubungan kedua negara yang telah terjalin selama 52 tahun.

Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan memanfaatkan kesamaan tradisi dan potensi kebudayaan kedua negara. Salah satu peluang yang dibahas ialah penjajakan nominasi bersama tradisi budaya takbenda ke UNESCO, termasuk tradisi memasak bersama menggunakan batu panas yang dikenal sebagai bakar batu di sejumlah wilayah Indonesia dan memiliki kemiripan dengan praktik seremonial di Fiji.

“Indonesia dan Fiji memiliki hubungan yang telah terjalin lama dan menyimpan banyak potensi kerja sama di bidang kebudayaan. Kita dapat memperkuat hubungan ini melalui pembaruan atau penyusunan kembali nota kesepahaman di bidang kebudayaan dan warisan budaya, yang menjadi payung bagi berbagai program bersama ke depan,” ucap Menbud.

Menbud menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui penguatan kemitraan antarlembaga, program residensi dan pertukaran seniman, produksi karya kolaboratif, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan. Indonesia juga terbuka untuk memperluas keterlibatan Fiji dalam platform kemitraan kebudayaan Indonesia-Pasifik dan berbagai festival kebudayaan di kawasan.

“Sebagai anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia mendukung kerja sama internasional yang bermakna untuk memperkuat pelindungan warisan budaya takbenda dan peningkatan kapasitas, termasuk di negara-negara kepulauan. Kita dapat menjajaki nominasi bersama atas tradisi yang memiliki kesamaan, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pelestarian kebudayaan,” lanjutnya.

Selain warisan budaya takbenda, Menbud Fadli Zon turut menyoroti potensi bambu sebagai bidang kerja sama yang dapat menghubungkan pengetahuan tradisional, keterampilan kriya, dan pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman dalam pemanfaatan bambu untuk berbagai produk, mulai dari bahan bangunan hingga alat musik dan kerajinan, yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan industri bambu di Fiji.

“Pengembangan bambu perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah. Melalui pertukaran tenaga ahli dan penguatan keterampilan masyarakat, kerja sama ini dapat mendorong pengembangan kriya, membuka peluang ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat kedua negara,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji, Charan Jeath Singh, menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia dan menegaskan komitmen Fiji untuk memperluas kerja sama di bidang kebudayaan. Ia menyebut hubungan bilateral yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade sebagai landasan penting untuk mempererat hubungan antarmasyarakat serta mengembangkan kemitraan di bidang warisan budaya, seni, dan industri kreatif.

“Fiji sangat menghargai hubungan jangka panjang dengan Indonesia dan dukungan yang telah diberikan di berbagai bidang. Kami melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama kebudayaan, khususnya dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, dokumentasi budaya, serta pelindungan pengetahuan dan praktik tradisional bagi generasi mendatang,” jelas Charan Jeath Singh.

Charan juga menyoroti peluang pengembangan industri kreatif berbasis komunitas, termasuk pemanfaatan bambu dan kerajinan tradisional. Menurutnya, kolaborasi dapat diwujudkan melalui pelatihan, pertukaran tenaga ahli, pengembangan produk, serta promosi karya budaya di pasar regional dan internasional. Ia berharap kerja sama tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi perajin, perempuan, dan generasi muda untuk berpartisipasi dalam ekonomi kreatif.

“Kami ingin membangun kerja sama yang terarah dan berkelanjutan dengan Indonesia, mulai dari pertukaran seniman dan pelaku budaya hingga peningkatan kapasitas, kemitraan antarlembaga, serta pengembangan usaha kreatif. Kami berharap berbagai peluang yang telah dibahas dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi lembaga kebudayaan, komunitas, dan masyarakat kedua negara,” harapnya.

Pertemuan bilateral ini turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T. D. Retnoastuti; Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori; serta Dewan Penasihat Menteri Bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum, Putu Supadma Rudana.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Fiji melalui kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan. Kementerian Kebudayaan berkomitmen menindaklanjuti peluang kolaborasi yang telah dibahas untuk memperkuat pelindungan warisan budaya, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan industri kreatif kedua negara.

 

 

Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/menteri-kebudayaan-ri-dorong-penguatan-kerja-sama