Jakarta, 4 November 2026 — Kementerian Kebudayaan mendukung gelaran Puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 yang diusung oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI). Digelar pada Ciputra Artpreneur, AMI Awards 2026 menjadi ajang apresiasi tertinggi bagi para pelaku industri dan insan musik Tanah Air.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon hadir dalam anugerah tersebut dan menegaskan bahwa musik merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang tumbuh dari keberagaman masyarakat. Dengan sekitar 1.340 etnis dan 718 bahasa, Indonesia memiliki beragam ekspresi musikal yang merepresentasikan identitas serta karakter budaya dari berbagai daerah. Kekayaan tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem musik nasional yang memberikan ruang bagi seluruh talenta untuk berkembang.
“Keberagaman kita (mega cultural diversity), sangat penting untuk kita pahami bersama. Keberagaman itu tidak menjadi ancaman, tetapi menjadi binding power kita. Kebudayaan adalah kekuatan untuk mempersatukan, menjadi source of identity atau sumber identitas dan jati diri. Kebudayaan juga sangat penting sebagai engine of economic growth, mesin pertumbuhan ekonomi baru ke depan,” ungkap Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Menteri Kebudayaan juga menegaskan bahwa dunia musik memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem yang berkelanjutan. Selain itu, musik juga menjadi salah satu instrumen soft power yang dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional.
“Termasuk dunia musik, yang kita harapkan dapat menjadi engine of economic growth melalui ekosistem yang berkelanjutan, dan tentu saja menjadi soft power yang sangat penting sebagai soft diplomacy kita di dunia internasional,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan juga menyoroti pentingnya dukungan pendanaan bagi para pelaku seni dan budaya, termasuk musisi. Melalui fasilitasi Dana Indonesiaraya, pemerintah berupaya menghadirkan dukungan yang inklusif, transparan, dan akuntabel bagi pengembangan karya serta ekosistem kebudayaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para seniman dan budayawan untuk terus berkarya sekaligus memperkuat pemajuan kebudayaan nasional, termasuk di bidang musik.
Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan mengapresiasi penyelenggaraan AMI Awards yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia selama 29 tahun. Ajang ini tidak hanya memberikan penghargaan kepada insan musik atas pencapaian dan kreativitasnya, tetapi juga merekam perkembangan musik Indonesia dari waktu ke waktu.
Mengusung tema “Ruang Nada Nusantara”, AMI Awards 2026 menghadirkan 67 kategori penghargaan, termasuk empat kategori baru, yaitu Album Rap/Hip-Hop Terbaik, Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Karya Produksi Hip-Jazz Terbaik, dan Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik. Penambahan kategori tersebut menjadi bentuk respons terhadap perkembangan kreativitas, keragaman genre, serta karakter musik yang terus tumbuh di Indonesia.
Menteri Kebudayaan mengapresiasi langkah AMI Awards dalam memberikan ruang bagi berbagai ekspresi musik, termasuk karya-karya yang berakar dari kekayaan budaya daerah. Menbud juga menyoroti hadirnya penghargaan khusus internasional untuk Japanese Popular Music melalui kolaborasi dengan Jepang sebagai salah satu upaya membuka ruang dialog dan pertukaran budaya antarbangsa melalui musik.
Menurut Menbud, keberagaman musik Indonesia perlu terus mendapatkan ruang apresiasi agar dapat tumbuh lintas generasi. Musik tradisi, instrumen daerah, lantunan bahasa ibu, hingga karya-karya modern merupakan bagian dari kekayaan budaya yang saling melengkapi dan memperkuat identitas bangsa. AMI Awards terus menjadi ruang untuk mempertemukan para pelaku musik.
Turut Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T. D. Retnoastuti; Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti; Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B. R. A. Putri Woelan Sari Dewi; Ketua Yayasan AMI, Chandra Darusman; Plt. Direktur Utama LPDP, Yon Arsal; dan jajaran pejabat Eselon II Kementerian Kebudayaan.
Melalui penyelenggaraan AMI Awards 2026, Kementerian Kebudayaan berharap ekosistem musik Indonesia semakin terbuka bagi talenta dari seluruh penjuru Tanah Air, memberikan penghargaan yang layak bagi para pencipta dan pelaku musik, serta menjaga keberlanjutan kekayaan musik Nusantara. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/anugerah-musik-indonesia-2026-kementerian-kebuday






