Cari Blog Ini

Selasa, 15 September 2026

Konser Musik Internasional Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Event Kelas Dunia

 


Jakarta, 15 September 2026 — Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan ekosistem event di Indonesia sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik destinasi, mendatangkan wisatawan, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. 

Penyelenggaraan event musik internasional menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi event berkelas dunia sekaligus memperluas eksposur Indonesia di tingkat global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi kepada Raw Vision Collective dan seluruh pihak yang terlibat, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus memberikan dukungan dalam penyelenggaraan konser musik internasional.

“Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata. Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Menurut Widiyanti, Kementerian Pariwisata terus mendorong Indonesia menjadi destinasi event berkelas dunia melalui program Event by Indonesia. Tahun ini, Kementerian Pariwisata juga memberikan dukungan terhadap konser Andrea Bocelli dan BTS yang akan diselenggarakan di Indonesia.

“Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat. Kami ingin setiap event tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” katanya.

Sepanjang Januari–Juli 2026, sebanyak 105 event telah mendapatkan dukungan melalui program Event by Indonesia, terdiri atas 18 event nasional, 10 event internasional, 61 Karisma Event Nusantara (KEN), 14 MICE, dan 2 event daerah lainnya.

Berdasarkan hasil kajian dampak, penyelenggaraan event-event tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, 11 ribu UMKM, serta lebih dari 184 ribu pekerja seni dan komunitas, dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi event sebagai salah satu penggerak pertumbuhan pariwisata. Konser berskala internasional, khususnya, memiliki kemampuan untuk menarik wisatawan sekaligus memperluas eksposur Indonesia di mata dunia.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas,” ujar Widiyanti.

Kementerian Pariwisata berharap momentum penyelenggaraan konser musik internasional dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga pengalaman kelas dunia melalui berbagai event berskala global.

 

 Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-konser-musik-internasional-perkuat-posisi-indonesia-sebagai-destinasi-event-kelas-dunia

Baca Terusannya »»  

Jawa Tengah Jadi Tujuan Investasi Global, Investor Dubai Incar Proyek Mini Refinery Senilai Rp5 Triliun

 


JAKARTA — Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab(UEA), tertarik untuk kembali menanamkan investasi di Provinsi Jawa Tengah. Kali ini potensi yang diincar adalah pengembangan mini refinery untuk mengolah minyak di wilayah Kabupaten Jepara, dengan nilai investasi mencapai kurang lebih Rp5 triliun.

Ketertarikan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan calon investor dari Dubai, di sela kegiatan di Jakarta, Selasa (15/9/2026). Investasi tersebut akan direalisasikan akhir 2026, setelah dilakukan penandatanganan kerja sama.

“Mereka tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara,” kata Luthfi, seusai pertemuan.

Dari paparan calon investor tersebut, Luthfi menjelaskan, mini refinery yang nanti dibangun dapat melakukan pengolahan minyak mentah, dan sebagainya.

Dia berharap, realisasi investasi tersebut diharapkan dapat terwujud, sehingga dapat memperkuat pemenuhan energi di wilayah Jawa Tengah.

Sebagai informasi, Uni Emirat Arab merupakan salah satu negara asal investor di Jawa Tengah. Tercatat, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, nilai investasi dari investor asal Uni Emirat Arab di Jawa Tengah mencapai Rp13 triliun.

“Itulah Jawa Tengah. Di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang,” ucap Luthfi.

Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan rencana investasi tersebut dilakukan setelah melihat potensi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang cukup bagus. Termasuk, potensi pengembangan mini refinery untuk pengolahan minyak mentah.

“Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery, dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insyaallah tempatnya di Jepara, dan akan mulai segera sebelum akhir tahun. Nilai investasinya sekitar 200 juta dolar AS atau Rp5 triliun,” bebernya.

Selain bertemu investor asal Dubai, Gubernur Ahmad Luthfi juga bertemu dengan Konsul Kehormatan RI di Gdańsk, Polandia, Mirosław Wawrowski. Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi budaya dan pariwisata, antara Jawa Tengah Indonesia dengan Polandia.

Salah satu poin pembahasan adalah rencana pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty. Saat ini di tempat itu sudah dibangun kompleks budaya Bali. Selanjutnya, akan dibangun kompleks budaya Jawa.

“Itu menjadi bagian promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia. Kompleks Bali sudah selesai dibuat, dan rencana akan membangun kompleks Jawa. Untuk detailnya nanti saya akan berkunjung lagi ke Jawa Tengah,” ujar Wawrowski, saat bertemu Ahmad Luthfi. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/jawa-tengah-jadi-tujuan-investasi-global-investor-dubai-incar-proyek-mini-refinery-senilai-rp5-triliun/ 

Baca Terusannya »»  

WIG 2026 Perkuat Gastronomi sebagai Daya Tarik Pariwisata Indonesia

 


Jakarta, 15 September 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menyelenggarakan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Yogyakarta dan Solo sebagai salah satu program unggulan untuk memperkuat gastronomi Nusantara sebagai daya tarik utama pariwisata Indonesia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri dan kuliner lokal. 

Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani dalam peluncuran WIG 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (15/9/2026), mengatakan rangkaian WIG 2026 tidak hanya memperkuat citra Indonesia melalui kekayaan gastronominya, tetapi juga mengintegrasikan unsur promosi dan penjualan sehingga manfaat program dapat terhubung dengan industri pariwisata. 

“Tidak hanya menggaungkan Indonesia dengan kekuatan gastronominya, tetapi juga sudah menyebutkan destinasi-destinasinya. Jika tahun lalu di Bali dan Jakarta, tahun ini adalah Yogyakarta dan Solo,” kata Rizki. 

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 diarahkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pariwisata berkualitas dengan menghadirkan pengalaman perjalanan yang bernilai sekaligus memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi destinasi dan pelaku industri. 

Salah satu rangkaian WIG 2026 adalah “Tastemaker Gastronomy Trip” yang akan diikuti belasan KOL dan media dari sejumlah negara pasar utama pariwisata Indonesia. Pengalaman perjalanan tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh industri menjadi paket wisata gastronomi yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar Hafiz Agung Rifai mengatakan WIG 2026 juga menggandeng festival kuliner di daerah agar potensi kuliner lokal dapat terhubung dengan WIG sebagai platform gastronomi nasional. 

Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas ruang bagi kekayaan kuliner daerah untuk dikenal sekaligus memperkuat keterhubungan antara gastronomi, destinasi, pelaku usaha, dan industri pariwisata. 

“Tentunya kami berharap dalam jangka panjang gastronomi bisa menjadi salah satu pilar utama dalam pemasaran pariwisata Indonesia. Tidak hanya sekadar sebagai pelengkap perjalanan, tetapi juga sebagai alasan utama wisatawan memilih Indonesia sebagai destinasi tujuan wisata mereka,” kata Hafiz. 

Wonderful Indonesia Gastronomy kali ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan. Pada tahun lalu, WIG berhasil memberikan dampak yang cukup luas. Salah satunya melalui “Gastro Tour” yang diikuti 13 media dan KOL dari sembilan negara. Kegiatan tersebut menghasilkan pemberitaan di 38 media internasional yang memperluas eksposur gastronomi Indonesia dengan total media value sebesar Rp16,5 miliar. 

WIG Talks di Bali juga menghadirkan 24 pembicara dan diikuti lebih dari 200 peserta. Sementara Artisan Food Market melibatkan 25 tenant makanan dan minuman lokal serta dikunjungi lebih dari 600 orang dengan total peluang bisnis mencapai Rp1,01 miliar. 

Kemenpar juga berkolaborasi dengan Priceless Mastercard melalui program Indonesia Restaurant Week. Sebanyak 78 restoran pilihan berpartisipasi dalam program tersebut dan menghasilkan transaksi lebih dari Rp16 miliar selama tiga bulan pada 2025. 

Capaian tersebut menunjukkan promosi gastronomi tidak hanya berperan dalam memperkuat citra dan pengenalan terhadap kekayaan kuliner Indonesia, tetapi juga berpotensi menghasilkan aktivitas konsumsi dan perputaran ekonomi secara langsung. 

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy ke depan akan diperluas ke berbagai daerah sehingga semakin banyak kekayaan gastronomi dan destinasi Indonesia yang dapat diperkenalkan kepada wisatawan. 

“Tahun lalu WIG diselenggarakan di Bali dan Jakarta yang menjadi melting pot kuliner Indonesia. Tahun ini di Yogyakarta dan Solo, dan tahun depan kita akan mengeksplorasi Sumatra,” kata Made. 

Sementara Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau mengatakan tema "From Local Roots to Global Recognition" sejalan dengan tren yang berkembang saat ini di mana wisatawan tidak hanya sekadar menikmati cita rasa makanan tapi juga mencari lebih jauh ke cerita di balik makanan tersebut.  

"Kita bisa melihat kekayaan budaya ataupun makanan dari seluruh Indonesia, dan kita harus berani mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang mempunyai aset gastronomi terkaya," ujarnya. 

 

Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-wig-2026-perkuat-gastronomi-sebagai-daya-tarik-pariwisata-indonesia 



Baca Terusannya »»  

Wamendag RI Dyah Roro Esti pada Peluncuran Pabrik Pelumas Shell Indonesia

 


Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti menyampaikan sambutan pada peresmian pabrik gemuk/pelukas milik Shell Indonesia yang diadakan di Jakarta, Selasa (15 Sep).

Dalam sambutannya, Wamendag menyampaikan, pabrik ini menjadi katalisator penting bagi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan ekosistem industri yang lebih tangguh.

Wamendag juga menyampaikan, investasi Shell yang memulai pembangunan konstruksinya pada pertengahan 2025 ini menjadi cerminan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi jangka panjang Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Andri Pratiwa, menyatakan, peresmian pabrik pelumas Shell terbaru membawa dampak positif yang signifikan bagi industri lokal, di mana pasokan pelumas buatan dalam negeri melonjak dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen.

Pada paruh pertama tahun 2026, realisasi investasi Indonesia menyentuh angka Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan berhasil menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

Turut mendampingi, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Ojak Simon Simanurung. 

 

  Sumber : https://www.kemendag.go.id/berita/foto/wamendag-pada-peluncuran-pabrik-pelumas-shell-indonesia

Baca Terusannya »»  

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 di Solo dan Yogyakarta Angkat Kuliner Lokal ke Panggung Global

 


Jakarta, 15 September 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) kembali menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 sebagai upaya memperkuat posisi kekayaan gastronomi Indonesia untuk daya tarik pariwisata di pasar global. 

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, WIG 2026 akan menggali lebih dalam akar kuliner Nusantara sekaligus memperluas promosi di tingkat internasional. Rangkaian utama kegiatan akan berpusat di Kota Solo dan Yogyakarta, dengan sejumlah kegiatan pendukung di kota-kota seperti Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, dan lainnya.  

“Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, kami mengajak dunia untuk melihat lebih dekat dan menemukan bahwa perjalanan dari akar budaya lokal menuju pengakuan global bermula di sini, di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Gedung Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa (15/9/2026). 

Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau, memiliki ragam kuliner dengan identitas yang terbentuk dari tradisi lokal, hasil pertanian, serta budaya yang berkembang selama berabad-abad. Dalam perspektif gastronomi, kuliner mencakup ekosistem yang luas, mulai dari petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjaga dan meneruskan tradisi pangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

“Inilah salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata, yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, kami ingin terus memberikan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan tersebut dari tahun ke tahun,” ujar Menpar Widiyanti. 

Upaya memperkuat eksposur gastronomi Indonesia melalui WIG 2025 turut membangun momentum positif di tingkat internasional. Pada 2025, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, salah satu panduan dan pemeringkat restoran internasional asal Prancis. Penghargaan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi yang semakin mendapat perhatian di panggung global. 

Pada 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 15,39 juta, yang merupakan tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Sepanjang Januari–Juli 2026, jumlah kunjungan wisman telah mencapai 8,98 juta, dan Kementerian Pariwisata menargetkan 16–17 juta kunjungan wisman pada 2026. Gastronomi menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan dapat memperkuat pencapaian target tersebut sekaligus memperluas pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia. 

Rangkaian Kegiatan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 

Tahun ini, Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 kembali diselenggarakan dengan mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition.” Rangkaian utama program akan berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September–4 Oktober 2026. 

Jika pada penyelenggaraan sebelumnya WIG banyak memperkenalkan gourmet dining scene Indonesia, tahun ini cakupannya diperluas untuk menghadirkan spektrum gastronomi Indonesia secara lebih utuh. Mulai dari asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini. 

Rangkaian utama WIG 2026 akan dibuka secara resmi di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September 2026, sekaligus menjadi awal dari berbagai agenda gastronomi yang berlangsung hingga akhir December. 

Sebagai bagian dari rangkaian WIG 2026, Kementerian Pariwisata juga meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries pada September 2026. Kedua publikasi tersebut menjadi panduan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui perspektif yang berbeda namun saling melengkapi. 

Indonesia Gourmet Guide, yang tahun ini memasuki edisi kedua, mengulas berbagai restoran terkurasi di sejumlah kota yang menjadi bagian dari penyelenggaraan program. Sementara itu, Indonesia Local Eateries memperluas cakupan hingga ke rumah makan, kedai, pasar, dan pusat kuliner yang merepresentasikan budaya makan sehari-hari masyarakat Indonesia serta kekayaan kuliner yang tumbuh dan hidup di berbagai daerah. 

Tahun ini, kami mengundang 18 perwakilan media dan tastemakers, terdiri atas 13 peserta internasional, diantaranya adalah dari media Forbes Travel Guide, La Liste, The World’s 50 Best, dan CNN International, serta 5 media nasional. 

Mereka akan mengikuti perjalanan gastronomi di Solo dan Yogyakarta, mengunjungi berbagai rumah makan dan ruang kuliner, serta menikmati destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang dilengkapi pengalaman wellness khas kedua kota. 

Rangkaian ini mencakup pengenalan warisan batik di Kampung Laweyan, suasana pagi di Pasar Gede, pengalaman sensorik di Rumah Atsiri, hingga afternoon tea bergaya keraton bersama GKR Bendara. 

Kami juga menyelenggarakan WIG Talks yang menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi seminar dan satu sesi book review, dengan target 300 peserta. 

Sebagai forum diskusi publik, WIG Talks mengangkat lima topik utama seputar gastronomi serta industri makanan dan minuman. Para panelis dari berbagai bidang akan membahas masa depan gastronomi Indonesia dan peluangnya untuk mendorong perluasan nilai ekonomi di sektor ini. 

WIG 2026 juga menghadirkan “Artisan Market” di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta, dengan beragam sajian ikonik dan produk gastronomi lokal, mulai dari keju artisanal, madu murni, teh, hingga berbagai produk lainnya. 

Selain itu, 13 kolaborator akan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk workshop dan food tasting. Selama tiga hari penyelenggaraan, Artisan Market ditargetkan dapat menarik hingga 1.300 pengunjung. 

Kami mengundang asosiasi, travel agents, tour operators, institusi pendidikan, pelaku industri, serta masyarakat luas untuk turut hadir. Kami berharap Wonderful Indonesia Gastronomy dapat menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat kekayaan dan ekosistem gastronomi Indonesia, sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi di dalamnya. 

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan WIG 2026 adalah “Chef Collaboration”, yang berlangsung sepanjang Oktober 2026. Program ini mempertemukan para chef, hotel, restoran, serta pelaku industri kreatif untuk menghadirkan pengalaman gastronomi khusus bagi masyarakat, sekaligus mendorong kunjungan dan transaksi di sektor pariwisata. 

Sejumlah kolaborasi yang akan dihadirkan antara lain The Dharmawangsa Jakarta bersama Chef Emmanuel Julio dan Chef Ragil Imam Wibowo yang mengangkat kekayaan bahari Indonesia melalui tema Blue Food; Fairmont Jakarta bersama Chef Petty Elliott, penulis buku The Indonesian Vegetarian Table; Park Hyatt Jakarta bersama Indonesian Pastry Bakery Society; ROSO at The Meru Bali bersama Chef Degan Septoadji; serta Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bersama Chef Jovan Koraag dari Mata Karanjang. 

Di Yogyakarta, ROSO at Grand Hotel De Djokja akan menghadirkan Chef Philip Walasary dalam dua kolaborasi bersama Chef Agus Hermawan, Culinary Ambassador Indonesia di Belanda dari Ron Gastrobar, dan Chef Glennaldy Adrian Erari dari SEMAJA. Program ini juga melibatkan Alice at The Langham Jakarta bersama Chef Maurizio Bombini dari MAURI Restaurant Bali, Capella Ubud bersama Chef Ade Putri, serta special brunch di Obin House. 

Setiap kolaborasi akan menghadirkan kreasi dan pengalaman gastronomi yang dikembangkan secara khusus dan tersedia dalam periode tertentu selama penyelenggaraan WIG 2026. 

Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, mengatakan WIG tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan lanskap kuliner Indonesia, tetapi juga untuk membangun ekosistem, termasuk mendorong peningkatan ekonomi para pelaku industri yang dapat menopang masa depan gastronomi nasional. Menurutnya, perjalanan tersebut terus berkembang dengan menghadirkan cerita, pelaku, serta peluang baru pada setiap penyelenggaraan. 

"Bagi kami, gastronomi bukan semata tentang apa yang tersaji di atas piring. Gastronomi adalah sebuah cara untuk memahami dari mana kita berasal, bagaimana masyarakat kita menjalani kehidupan, serta apa yang menjadikan setiap daerah di Indonesia begitu khas dan berbeda," ujar Vita Datau. 

Menurutnya, Indonesia Gastronomy Network berdiri atas keyakinan bahwa kekayaan budaya kuliner Indonesia layak dirasakan secara langsung, bukan sekadar dibicarakan. Dari seluruh penjuru Nusantara, setiap daerah memiliki bahan pangan, rempah, tradisi memasak, dan kisahnya sendiri yang terbentuk oleh bentang alam, sejarah, serta budaya masyarakat.  

Untuk itu, Wonderful Indonesia Gastronomy hadir dan mengajak media internasional, para tastemaker, dan pencinta kuliner di dunia secara langsung ke Indonesia—untuk mencicipi, memahami, dan membagikan kisah-kisah tersebut kepada dunia. 

Kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis dan Institut Français d’Indonésie (IFI)  

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, menyambut baik sinergi antara Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 dan Rendez-Vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026. Kerja sama ini menjadi salah satu wujud penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis, sejalan dengan komitmen yang telah dibangun oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. 

“Kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner masing-masing negara. Lebih dari itu, kerja sama ini membangun hubungan jangka panjang antara tradisi kuliner, para profesional, dan generasi muda kedua negara, sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian dan pengembangan warisan gastronomi kita,” ujar Fabien. 

Salah satu bentuk kerja sama tersebut akan hadir dalam Six-Hands Dinner pada pembukaan WIG 2026 di Pura Mangkunegaran, Surakarta, pada 26 September 2026. Jamuan ini mempertemukan dua chef Indonesia, Chef Degan Septoadji dan Chef Wayan Ari Wibowo, dengan Chef Stéphane Carrade dari Prancis, chef peraih dua bintang MICHELIN. 

“Kehadiran para chef ini akan menciptakan pertemuan istimewa antara tradisi kuliner kedua negara. Bersama-sama, kita merayakan kekayaan dan keberagaman warisan gastronomi, sekaligus mempertemukan talenta dan kreativitas untuk semakin mempererat hubungan antara Prancis dan Indonesia,” kata Fabien. 

Menteri Pariwisata juga menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Institut Français d’Indonésie (IFI) atas kerja sama dan dukungan dalam penyelenggaraan WIG 2026. Menurutnya, sinergi antara WIG dan RendezVous Rasa menunjukkan bagaimana gastronomi dapat menjadi ruang bagi pertukaran budaya sekaligus diplomasi antara Indonesia dan Prancis. 

Semangat tersebut juga akan hadir dalam WIG Talks, dengan keterlibatan perwakilan dari Prancis sebagai pembicara. Selain itu, kerja sama dengan IFI mencakup cooking demo workshop di Politeknik Pariwisata Bali pada 25 September 2026 dan Politeknik Pariwisata Medan pada 29 September 2026, dengan menghadirkan chef dari Prancis. 

Wonderful Indonesia Gastronomy memiliki semangat yang sejalan, yaitu memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia sekaligus memperkuat visibilitas dan daya tariknya di tingkat internasional. 

Karena itu, saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara Wonderful Indonesia Gastronomy dan Rendez-vous Rasa tahun ini. Kolaborasi ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa gastronomi akan semakin bermakna ketika menjadi ruang bagi dialog, pertukaran, dan inspirasi antara kedua negara,” ujar Fabien. 

Kolaborasi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Priceless by Mastercard. 

WIG 2026 menghadirkan “Culinary Festival” yang berlangsung pada 7 Oktober–1 November 2026 melalui kolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Program ini akan hadir di 32 pusat perbelanjaan di 14 kota, yakni Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Surakarta, Sukoharjo, Bandung, Semarang, Magelang, Pontianak, Palembang, Denpasar, dan Kendari, dengan beragam program serta promosi kuliner untuk masyarakat. 

WIG 2026 juga menghadirkan “Indonesia Restaurant Months” bertema “Beyond the Plate” pada 7 Oktober–31 Desember 2026 melalui kolaborasi dengan Priceless by Mastercard. Program ini melibatkan 150 restoran terkurasi yang tersebar di berbagai kota, antara lain Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Solo. Selama periode program, pemegang kartu Mastercard dapat menikmati berbagai penawaran dan manfaat khusus yang tersedia di masing-masing restoran peserta. 

Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Komunikasi Asia Tenggara Mastercard Dheeraj Prasad mengatakan pengalaman perjalanan yang bermakna salah satunya tercipta ketika wisatawan dapat terhubung dengan suatu tempat melalui pengalaman yang tidak terduga. 

“Kolaborasi kami dengan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 mencerminkan keyakinan tersebut. Melalui Indonesia Restaurant Months, kami berharap dapat memberikan sesuatu yang lebih dari yang tersaji di piring makan ‘Beyond The Plate’ kepada para pemegang kartu Mastercard, sebuah undangan untuk menjelajahi Indonesia melalui makanannya, masyarakatnya, dan tradisi kulinernya yang terus hidup,” kata Dheeraj. 

Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan tersebut karena setiap hidangan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal cerita, masyarakat, dan budaya yang membentuk suatu daerah. 

"Di Mastercard, kami selalu percaya bahwa pengalaman yang paling bermakna adalah pengalaman yang mampu mendekatkan seseorang dengan suatu destinasi. Indonesia telah lama menawarkan pengalaman semacam itu—ketika makanan menjadi pintu untuk mengenal lebih jauh budaya, komunitas, dan tradisi lokal,” ucap Dheeraj. 

Ia mengatakan, kolaborasi dengan Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 merupakan wujud dari keyakinan tersebut. Melalui Indonesia Restaurant Months, MasterCard ingin mengajak para pemegang kartu Mastercard untuk tidak sekadar menikmati hidangan, tetapi juga mengenal lebih dekat orang-orang, kisah, bahan-bahan, serta tradisi yang berada di balik setiap pengalaman bersantap. 

"Dengan mendekatkan wisatawan kepada Indonesia melalui kuliner, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berkesan, tetapi juga bermakna, sekaligus mendukung restoran dan komunitas yang menghidupkan berbagai kisah tersebut," ujarnya. 

 

 

Sumber : https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-wonderful-indonesia-gastronomy-2026-di-solo-dan-yogyakarta-angkat-kuliner-lokal-ke-panggung-global 

Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 15 September 2026

 

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan kejadian dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia hingga Selasa (15/9). Kejadian bencana yang dilaporkan dalam periode tersebut didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Jawa Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Madiun. Di Kabupaten Jombang, kebakaran lahan terjadi di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 12.00 WIB. Kebakaran meluas akibat angin kencang hingga mendekati Gardu Induk PLN, permukiman warga, area pengepul bahan bekas, dan pabrik. Luas lahan terdampak sekitar tujuh hektare dan satu unit gudang turut terdampak. BPBD Kabupaten Jombang melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).

Sementara itu, karhutla di Kabupaten Madiun terjadi di Jalan Mangkuprajan, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, pada Minggu (13/9) pukul 16.30 WIB. Kebakaran berdampak pada sekitar tiga hektare lahan. BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Madiun, dan Damkar Kota Madiun melakukan asesmen, koordinasi, pemadaman, serta pembasahan dengan menggunakan dua unit water supply. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada kawasan Gunung Bromo, yakni di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Kamis (10/9) telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. Dilaporkan kebakaran meliputi kawasan Gunung Bromo, Watu Gede, serta Jemplang, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Tercatat luas area yang terbakar diperkirakan sekitar 200 hektare.

BPBD Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa meskipun api telah padan namun asap masih terpantau di sejumlah area terdampak. Tim gabungan terus melakukan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memunculkan kembali api. Adapun dukungan Helikopter PK-DAP dijadwalkan untuk melakukan observasi dan apabila kondisi memungkinkan akan dilaksanakan operasi water bombing.

Peristiwa karhutla juga terjadi di Desa Batu Raja, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Minggu (13/9) pukul 14.10 WIT. Kebakaran lahan perkebunan menyebar dengan cepat akibat angin kencang. Sekitar empat hektare lahan terdampak akibat kejadian ini. Tim gabungan yang melibatkan BPBD Kabupaten Halmahera Timur bersama unsur terkait melakukan pemadaman dengan dua unit mobil tangki air dan pemantauan di lokasi. Pada Senin (14/9), proses pemadaman dan pendinginan selesai dilaksanakan dengan kondisi aman dan terkendali.

Selanjutnya di Sulawesi Barat, karhutla terjadi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar. Di Kabupaten Majene, kebakaran terjadi pada Minggu (13/9) pukul 16.30 WITA di Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana, dan Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae. Luas lahan terdampak sekitar delapan hektare. BPBD Kabupaten Majene melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melaksanakan operasi pemadaman darat. Api berhasil dipadamkan pada Senin (14/9).

Di Kabupaten Polewali Mandar, kebakaran lahan di area pegunungan terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 18.54 WITA di Dusun Lemo Baru, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang. Sekitar 20 hektare lahan terdampak. BPBD Kabupaten Polewali Mandar bersama tim gabungan melakukan pemadaman darat. Pada Senin (14/9), seluruh titik api berhasil dipadamkan.

Kemudian di Sulawesi Tengah, kebakaran terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.00 WITA. Angin kencang membuat api cepat merambat hingga mendekati permukiman warga. Sekitar 30 hektare lahan perkebunan dan 30 hektare lahan gambut terbakar, serta satu fasilitas pendidikan terdampak. BPBD Kabupaten Poso bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman. Pada Senin (14/9), masih terpantau titik api dan api merambat ke Desa Korobono, Kecamatan Pamona Tenggara.

Kejadian serupa juga terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Karhutla terjadi di Kabupaten Wonogiri pada Minggu (13/9) pukul 10.15 WIB. Luas lahan yang terbakar tercatat 16,59 hektare di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, dan Desa Boto, Kecamatan Jatiroto. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Hingga Senin (14/9), penanganan karhutla masih dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan.

Karhutla terjadi di Kabupaten Pinrang dan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Pinrang, kebakaran lahan dan hutan terjadi pada Senin (14/9) pukul 12.30 WITA di Desa Makkawaru, Kecamatan Mattiro Bullu. Luas lahan yang terbakar sekitar 50 hektare. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada pukul 16.00 WITA.

Sementara di Kota Palopo, kebakaran lahan perkebunan milik tiga warga terjadi pada Senin (14/9) di Jalan Andi Paso, Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana. Sekitar dua hektare lahan terbakar, termasuk tiga bidang lahan perkebunan cokelat dan cengkeh. BPBD Kota Palopo bersama tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.10 WITA.

Peristiwa karhutla juga terjadi di perbukitan Perumahan Cemara, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, pada Senin (14/9) pukul 11.00 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare. BPBD Kabupaten Mandailing Natal bersama tim gabungan melakukan penyisiran dan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.30 WIB.

Di Kepulauan Bangka Belitung, karhutla terjadi di Kabupaten Belitung Timur pada Minggu (13/9) pukul 15.41 WIB. Kejadian berlangsung di wilayah Kecamatan Manggar dan Kecamatan Gantung dengan luas lahan terbakar sekitar 15,9 hektare. BPBD Kabupaten Belitung Timur berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemadaman darat di lokasi kejadian. Pada Senin (14/9), api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan.

Di Lampung, karhutla terjadi di Kabupaten Mesuji pada Minggu (13/9) dan berdampak pada wilayah enam kecamatan. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 339,3 hektare, dengan sebaran di Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji Timur, Mesuji, Panca Jaya, dan Simpang Pematang. Penyebab kebakaran diduga akibat pembukaan lahan. BPBD Kabupaten Mesuji melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Pada Senin (14/9), api berhasil dipadamkan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Jika melihat titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti.




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-tanggal-15-september-2026

 

 

 

 

 

Baca Terusannya »»  

Perkuat Promosi Budaya Indonesia, Menteri Kebudayaan RI Dukung Perluasan Taman Mini Indonesia di Polandia

 


Jakarta, 15 September 2026 — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Konsul Kehormatan RI di Gdansk, Polandia, Mirosław Wawrowski. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta tersebut membahas perluasan Bali Indah Cultural Park atau Taman Mini Indonesia yang berlokasi di resor Dolina Charlotty Resort and Spa di Kota Slupsk, Polandia.

Menteri Fadli memberikan apresiasi kepada Mirosław Wawrowski dalam melestarikan budaya Indonesia. Mirosław Wawrowski menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia untuk mencintai budaya Nusantara sebagai identitas bangsa. “Kami sangat apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil Mr. Wawrowski, baik sebagai pribadi yang mencintai budaya Indonesia maupun sebagai Konsul Kehormatan RI di Polandia. Sampai saat ini, kami masih sangat terkesan dengan keberanian Mr. Wawrowski untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia, yang mana inisiasi tersebut pasti akan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Polandia,” jelas Menbud.

Menteri Kebudayaan mendukung perluasan Taman Mini Indonesia di Polandia, dengan menambah kompleks rumah adat dari provinsi lain. Pembangunan kompleks baru tersebut dibangun di bawah pembinaan dari para ahli budaya Indonesia. Selain itu dalam rangka diplomasi budaya Indonesia, Menbud Fadli turut mendorong kegiatan tersebut sebagai wadah mempromosikan budaya Indonesia dan Polandia, seperti pemutaran film pendek pada festival budaya.

Mirosław Wawrowski selaku Konsul Kehormatan RI di Polandia menerangkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk terus mempromosikan budaya Indonesia di Polandia. “Tahun depan, kami juga hendak membuat festival besar yang akan dihadiri oleh anak muda di Eropa dan Skandinavia,” ungkap Mirosław Wawrowski.

Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kesempatan ini, yakni Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan; Anindita Kusuma Listya. Turut hadir pula perancang masterplan Taman Mini Indonesia di Polandia, Prof. Teija Gumilar; dan Polish Agency of Investment and Trade, Cezary Filipek.

Mengakhiri dialog, Menteri Kebudayaan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh upaya diplomasi budaya Indonesia di panggung internasional, salah satunya perluasan Taman Mini Indonesia di Kota Slupsk, Polandia. Pertemuan strategis ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Polandia melalui jalur kebudayaan. Dengan kolaborasi erat antara dua negara, Bali Indah Cultural Park atau Taman Mini Indonesia di Slupsk, Polandia dapat mengenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkokoh posisi Indonesia di panggung internasional.




Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/perkuat-promosi-budaya-indonesia-menteri-kebudaya

Baca Terusannya »»  

Mendiktisaintek Dorong Percepatan MoU Pendidikan Tinggi Indonesia–Malaysia


Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan komitmen Indonesia dan Malaysia untuk mempercepat penyelesaian rancangan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan tinggi. Kerangka kerja sama tersebut diharapkan membuka jalan bagi pengembangan konsorsium akademik bersama untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Menteri Brian saat mewakili Pemerintah Republik Indonesia dalam peringatan Hari Nasional Malaysia ke-69, Selasa (15/9).

Saat ini, sekitar 11.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Malaysia. Jumlah tersebut menunjukkan eratnya hubungan pendidikan kedua negara sekaligus pentingnya kerja sama yang memberi lebih banyak kesempatan bagi generasi muda.

“Berpijak pada kerja sama yang telah berlangsung lama ini, kedua negara tetap berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian rancangan nota kesepahaman tentang kerja sama di bidang pendidikan tinggi,” ujar Menteri Brian dalam sambutannya.

Dalam kerangka MoU yang masih dalam tahap penyelesaian tersebut, Menteri Brian menyampaikan gagasan pembentukan Joint Indonesia–Malaysia Academic Consortium. Konsorsium ini diharapkan membuka peluang pertukaran akademik, pengembangan program bersama, dan berbagi pengetahuan antarperguruan tinggi.

“Saya meyakini bahwa pembentukan konsorsium akademik bersama Indonesia–Malaysia dalam kerangka ini akan mempererat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi kita, sekaligus menciptakan peluang yang lebih luas untuk pertukaran akademik, program bersama, dan berbagi pengetahuan,” ujar Menteri Brian.

Kerja sama pendidikan Indonesia–Malaysia memiliki sejarah panjang, termasuk melalui penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pendidikan dan kebudayaan pada 1972. Fondasi tersebut menjadi modal untuk memperluas kolaborasi dan memperkaya pengalaman pendidikan generasi muda kedua negara.

Menteri Brian juga menyampaikan keyakinan bahwa kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat menjadi landasan bagi pengembangan bidang kolaborasi baru. Dengan prinsip solidaritas, saling menghormati, dan saling menguntungkan, kerja sama tersebut diharapkan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat kedua bangsa serta ASEAN yang semakin harmonis, sejahtera, dan tangguh.

Bagi Kemdiktisaintek, penguatan kerja sama internasional ini sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong peningkatan kapasitas perguruan tinggi dan manfaat pendidikan tinggi, sains, serta teknologi bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Brian turut menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada pemerintah dan rakyat Malaysia. Ia mengapresiasi kemajuan pembangunan Malaysia sebagai hasil ketangguhan, kerja keras, dan cita-cita rakyatnya.

Sebagai bangsa serumpun yang terikat oleh sejarah, bahasa, dan warisan budaya, Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan persahabatan yang kuat. Peringatan Hari Nasional Malaysia menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen kedua negara dalam mempererat kerja sama bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

 

Sumber : https://kemdiktisaintek.go.id/en/news/article/mendiktisaintek-dorong-percepatan-mou-pendidikan-tinggi-indonesiamalaysia 






Baca Terusannya »»  

Liga Basket Bidik Bibit Atlet Berprestasi Asal Pati

 

PATI – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mendorong pelaksanaan Bank Jateng Liga Basket Pati 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaring dan mengembangkan bakat atlet muda Kabupaten Pati.
 
Hal tersebut disampaikan Chandra saat membuka Bank Jateng Liga Basket Pati 2026 di GOR Pesantenan Pati, Selasa sore (15/9/2026). 
 
Kompetisi yang berlangsung hingga 20 September 2026 tersebut diikuti anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.
 
Chandra menilai potensi dan antusiasme anak-anak Pati dalam olahraga basket sangat luar biasa.
 
Menurutnya, para peserta yang mengikuti kompetisi merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Pati yang perlu terus diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan hasil latihan mereka. 
 
Selain menjadi ajang kompetisi, Chandra menyebut Liga Basket Pati dapat menjadi sarana bagi para peserta untuk saling bertemu, belajar teknik, berbagi pengalaman, serta membangun sportivitas.
 
Ia juga menekankan bahwa menang dan kalah merupakan hal yang biasa dalam pertandingan. Hal terpenting, menurutnya, adalah bagaimana para peserta menjadikan kompetisi sebagai tempat untuk memberikan kemampuan terbaik dari proses latihan yang telah dilakukan selama ini. 
 
Chandra berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak potensi atlet basket Pati yang dapat ditemukan dan dikembangkan.
 
Ia juga berpesan kepada dewan juri dan pelatih agar menjalankan tugas secara jujur sehingga proses penjaringan bakat dapat berlangsung dengan baik. 
 
Kepada seluruh peserta, Chandra mengajak mereka untuk bertanding dengan sportif dan menjaga kekompakan. Menurutnya, olahraga juga menjadi salah satu sarana untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan demi Pati yang aman, damai, dan sejahtera.
 
“Selamat bertanding, jaga sportivitas. Kita semua adalah saudara,” pesannya.
 
Dengan berlangsungnya Liga Basket Pati 2026, Chandra berharap potensi atlet muda di Kabupaten Pati dapat semakin terasah sekaligus membuka ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda di bidang olahraga.
 
 


Baca Terusannya »»  

Bantuan Kemanusiaan Tentara Jepang Merupakan Implementasi dari Diplomasi Pertahanan/DCA

 


Mempawah – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki beserta tiga helikopter CH-47 Chinook di Mempawah, untuk mendukung percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2026)

*Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasi secara langsung kepada seluruh unsur pimpinan pasukan bela diri Jepang yang berada di atas Kapal JS Kunisaki. Menhan sempat melaksanakan diskusi bersama para pimpinan delegasi Jepang, yang meliputi Joint Force Commander Col Nakahara Syunzi, 1st Amphibious Squadron Commander Col Noma Toshihide, JS Kunisaki Commander Lt. Col Osanai Tetsuya, CH-47 Squadron Commander Lt. Col Wakatsuki, dan pimpinan tim aju Col. Ichihasi.*

Pada kesempatan itu, Menhan Sjafrie menerima laporan langsung terkait kondisi serta perkembangan operasional pasukan Jepang di lapangan. Kehangatan komunikasi semakin terjalin ketika Menhan Sjafrie juga sempat berinteraksi secara langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi. Dan secara langsung Menhan Jepang memberikan instruksi kepada jajarannya.

“Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran,” ujar Menhan Sjafrie.

Kolaborasi antara TNI dan tentara Jepang semakin dikuatkan dengan hadirnya tiga safety officer dari masing-masing matra yaitu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang ditugaskan untuk mendukung koordinasi operasional pelaksanaan bantuan. Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadiran bantuan ini merupakan wujud konkret dari implementasi hubungan bilateral serta Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) antara Indonesia dan Jepang, yang berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit.

Lebih lanjut, Menhan menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini bergabung dengan Satgas TNI untuk membantu BNPB. Meskipun kemampuan nasional tetap dikerahkan secara penuh, dukungan dari Jepang diintegrasikan agar penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat dan efektif. Dalam perkembangannya, disiapkan pula rencana pergeseran daerah operasi ke wilayah selatan Kalimantan Barat, tepatnya di Ketapang, seiring dengan kondisi wilayah yang dinilai lebih memadai bagi optimalisasi operasional alutsista helikopter CH-47.

Di sisi lain, suasana keakraban terasa di sela-sela peninjauan ketika pasukan Jepang menyampaikan sangat menikmati sajian menu makanan khas Indonesia, sehingga turut merasakan kekerabatan serta persahabatan yang kuat dari pihak tuan rumah.

Menhan Sjafrie berharap integrasi alutsista dan soliditas kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata di lapangan, mempercepat pemadaman titik api, serta melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kemampuan yang ada dapat digunakan untuk melindungi masyarakat, mempercepat pemadaman, dan mengurangi dampak Karhutla. Itulah manfaat nyata dari hubungan baik dan diplomasi pertahanan Indonesia dan Jepang,” pungkas Menhan Sjafrie.

 

 

 

Sumber : https://www.kemhan.go.id/2026/09/15/bantuan-kemanusiaan-tentara-jepang-merupakan-implementasi-dari-diplomasi-pertahanan-dca.html 

Baca Terusannya »»  

BNPB dan Pemprov Sumsel Tingkatkan Penanganan Karhutla, 12.285 Personel dan 7 Helikopter Dikerahkan


 

PALEMBANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan. Operasi dilakukan melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan water bombing, patroli udara, serta pemantauan kondisi awan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sesaat setelah tiba dari Kalimantan Timur, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., langsung bertolak ke Sumatera Selatan untuk memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla di Posko Utama Satgas Karhutla di Kantor BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (15/9).  Rapat tersebut menjadi forum evaluasi bersama untuk melihat perkembangan penanganan karhutla sekaligus menentukan langkah lanjutan berdasarkan kondisi terkini di lapangan.

"Tadi kami baru mendarat dari kaltim langsung bertolak ke sumsel, ini merupakan bentuk nyata bahwa pemerintah hadir langsung untuk melakukan evaluasi demi percepatan penanganan karhutla disini," ujar Suharyanto.

Berdasarkan data rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatera Selatan per Selasa (15/9), terpantau 1.737 titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Selatan. Hasil pemantauan mengidentifikasi 20 titik api (fire spot) dengan estimasi luasan sekitar 404,22 hektare. Upaya pemadaman telah menangani sekitar 319,97 hektare, terdiri dari pemadaman melalui Satgas Darat sekitar 289,97 hektare dan dukungan operasi udara melalui water bombing sekitar 30 hektare. Sementara itu, sekitar 84,25 hektare masih dalam penanganan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi gambut dan lahan rawan terbakar. Kewaspadaan juga ditingkatkan seiring kondisi cuaca panas dan potensi meluasnya titik api.

Penanganan di lapangan melibatkan 12.285 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KTPA, MPA, serta tim pemadam dari beberapa perusahaan. Kekuatan tersebut didukung operasi udara berupa patroli dan tujuh unit helikopter water bombing.

Operasi darat diprioritaskan pada fire spot aktif serta lokasi yang berpotensi mengalami perluasan. Mobilisasi personel dan peralatan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing wilayah, dengan memastikan dukungan logistik, air, bahan bakar minyak (BBM), dan sarana pemadaman tersedia di lapangan.

Wilayah yang menjadi prioritas di Provinsi Sulawesi Selatan antara lain Kabupaten Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, serta Kota Palembang. Penetapan prioritas dilakukan berdasarkan hasil pemantauan hotspot, fire spot, tingkat kejadian, serta potensi penyebaran kebakaran.

Dukungan operasi udara terus dilakukan untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat. Water bombing diprioritaskan pada wilayah dengan api besar, kawasan gambut dalam, serta lokasi yang memiliki potensi penyebaran cepat. Dari sekitar 88 hektare area yang menjadi sasaran operasi udara, sekitar 30 hektare telah berhasil dipadamkan.

Di sisi lain, kondisi cuaca masih menjadi tantangan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dilaksanakan karena belum terdapat pertumbuhan awan hujan yang memadai. Kondisi tersebut turut menyebabkan penurunan jarak pandang di sekitar fire spot akibat kabut asap.

Untuk meningkatkan kecepatan respons, BNPB mendorong penguatan satgas darat melalui penambahan personel berbasis masyarakat. Salah satu usulan yang disiapkan adalah pembentukan 50 tim Satgas Darat Masyarakat Peduli Api (MPA), masing-masing beranggotakan 15 orang, sehingga terdapat tambahan 750 personel.

Setiap tim akan mendapatkan dukungan peralatan pemadaman, antara lain pompa air, selang, nozzle, sepatu pelindung, dan pompa punggung. Penguatan tersebut diarahkan agar masyarakat di sekitar wilayah rawan dapat melakukan deteksi dan penanganan awal secara cepat sebelum api berkembang lebih luas.

"Ini perlengkapan minimal bagi satgas darat, yaitu nozzle pemadam, sepatu boot, jet shooter backpack, selang hantar dan pompa air. Satu regu 15 orang, dibentuk regu2 itu, nanti akan kita dukung perlengkapan ini," tegas Suharyanto.

Selain penanganan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan patroli terpadu dan sosialisasi larangan pembakaran lahan. Pengawasan terhadap perusahaan dan pemilik atau pengelola lahan terus ditingkatkan. Setiap kejadian yang memenuhi unsur pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat juga didorong berperan aktif dalam melaporkan kemunculan api sedini mungkin. Setiap hotspot yang terindikasi sebagai kebakaran aktif perlu segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh unsur terkait.

BNPB bersama pemerintah daerah juga memperhatikan dampak karhutla terhadap masyarakat, khususnya akibat asap dan penurunan kualitas udara. Informasi terkait Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan kualitas udara perlu disampaikan secara cepat dan mudah dipahami masyarakat, disertai langkah mitigasi apabila kondisi udara memburuk serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan instansi terkait.

BNPB mencatat perlunya penguatan sistem pendataan hasil penanganan di lapangan. Meskipun berbagai upaya pemadaman telah dilakukan, capaian penanganan di sejumlah lokasi belum seluruhnya tercatat dan terhimpun secara optimal. Penguatan pendataan diperlukan agar perkembangan penanganan dapat dipantau secara akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan berikutnya.


Penegakan Hukum Diperkuat

Selain aspek operasional, penanganan karhutla juga mencakup penguatan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran atau menyebabkan terjadinya kebakaran.

"Di Sumsel sudah menerima 47 laporan terkait karhutla, saat ini sudah ditetapkan 39 tersangka. Adapun 16 perusahaan sedang dilakukan penyelidikan terkait karhutla, hingga kini proses hukum masih terus berjalan," ujar Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

Dalam rapat evaluasi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, mengarahkan agar tidak ada keterlambatan dalam merespons setiap titik api. Deteksi dini dan pemadaman perlu dipercepat, operasi udara dioptimalkan, serta seluruh unsur terkait bergerak secara terpadu hingga api benar-benar padam.

Melalui rapat evaluasi ini, pemerintah akan memastikan seluruh sumber daya yang tersedia dapat dimobilisasi secara efektif, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi karhutla selama periode kemarau.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap kemunculan asap maupun titik api diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/bnpb-dan-pemprov-sumsel-tingkatkan-penanganan-karhutla-12285-personel-dan-7-helikopter-dikerahkan

Baca Terusannya »»  

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

 


Jakarta - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi.


“Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara adil oleh masyarakat pesisir, melalui rantai pasok yang terintegrasi, nilai tambah yang meningkat, dan akses pasar yang terbuka lebar,” ucapnya saat memberikan paparan terkait Sinergi Koperasi dengan KNMP dalam Rapat Koordinasi Update Pembangunan dan Operasionalisasi KNMP dan Budidaya Ikan Darat Tematik di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Turut hadir dalam rakor tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto serta beberapa pihak kementerian/lembaga terkait lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Wamenkop menekankan, Kemenkop berperan mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk mengembangkan usaha perikanan, sehingga tercipta sinergi yang memperkuat perekonomian dan kesejahteraan nelayan. “Sinergi KDKMP dengan KNMP dirancang melalui model kemitraan yang saling melengkapi,” ungkapnya.

Wamenkop menjelaskan, arah kebijakan ini didasari Instruksi Presiden No.9 Tahun 2026 tentang Percepatan Pembangunan dan Operasionalisasi KNMP. Aturan tersebut mengamanatkan Kemenkop untuk mendukung penguatan koperasi di sekitar lokasi KNMP melalui pemetaan data, penguatan kapasitas kelembagaan dan tata kelola, pembinaan serta pendampingan usaha, dan dukungan keberlanjutan koperasi agar mampu mempercepat operasionalisasi dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Selain itu, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP Tahun 2026 menjadi landasan koordinasi antar lembaga. Kemitraan diperkuat melalui koperasi perikanan yang sudah berjalan sebagai mitra penyerap hasil produksi maupun pengelola unit usaha di KNMP.“Dengan demikian tercipta ekosistem usaha yang terintegrasi, berkelanjutan, dan langsung mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Farida.

Farida menyebut, salah satu model kemitraan yang telah berjalan adalah kerja sama antara Koperasi Mina Muara Sejahtera (KMMS) dan KDKMP di Kabupaten Lebak, Banten. Pola ini membentuk integrasi usaha perikanan tangkap dari hulu hingga hilir, nelayan anggota KMMS memasok ikan yang kemudian dikelola melalui Tempat Pelelangan Ikan dan Unit Pengolahan Ikan milik koperasi, lalu diolah menjadi produk bernilai tambah seperti tuna loin, cumi ring, fillet patin, hingga udang vaname.

Di sisi lain, KDKMP berperan sebagai pemasok ikan segar sekaligus pusat distribusi produk olahan untuk Gerai Sembako. “Kemenkop memfasilitasi kemitraan ini guna memperkuat rantai pasok, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan secara langsung,” katanya.

Tak hanya itu, sambung Farida, Kemenkop juga telah menyusun Daftar Data Irisan KDKMP-KNMP Tahap I dan Tahap II, yang memuat identitas koperasi, wilayah cakupan, serta status kepesertaan dan kelengkapan perizinan. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, dan dukungan kemitraan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah pesisir serta potensi perikanan masing-masing daerah.

“Kemenkop akan terus mendorong sinergi KNMP dengan KDKMP agar kemitraan usaha dapat berjalan konkret dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, ikan di perairan Indonesia dikuasai oleh nelayan asing dari Thailand, Vietnam, hingga Tiongkok dengan kerugian rata-rata mencapai Rp 200 triliun per tahun.

Sebagai upaya mengatasi kesenjangan tersebut, hasil dari rakor tersebut Pemerintah meluncurkan tiga program utama. Pertama, pembangunan 5.000 Kampung Nelayan hingga akhir 2029. 

Di setiap kampung nelayan akan dibangun fasilitas lengkap. Mulai dari tempat pelelangan ikan, pelabuhan, gudang pendingin, pabrik pengolahan hasil laut, serta KDKMP. “Tujuannya agar nelayan tidak lagi menjual ikan mentah dengan harga murah, melainkan memiliki daya tawar dan nilai tambah yang kuat,” tegasnya

Kedua, pembangunan 40 ribu Desa Tematik di berbagai lokasi potensial yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan komoditas unggasnya. Ketiga, revitalisasi tambak. Dari rencana awal 20.000 lokasi, diprioritaskan 6.000 lokasi yang siap dikembangkan guna meningkatkan produktivitas perikanan budidaya.





Sumber : https://kop.go.id/read/sinergi-kdkmp-knmp-dorong-kesejahteraan-nelayan-melalui-ekosistem-usaha-terintegrasi

Baca Terusannya »»  

Merujuk Inpres No. 17 Tahun 2025, Mendes Usulkan Pemasukan KNMP Jadi Pendapatan Asli Desa

 


JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengusulkan, sebesar 20% pemasukan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) itu agar dapat berkontribusi pada pendapatan asli desa (PADes) secara berkelanjutan.

Hal itu juga merujuk dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang 20% pemasukannya menjadi PADes.

Menurutnya, hal itu sangat penting agar dapat membantu mengurangi ketergantungan desa terhadap Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah pusat dan daerah.

"Di inpres nomor 17, pendapatan KDMP itu 20% masuk ke desa, jadi pendapatan asli desa. Nah ini karena dari desa nelayan, desa di pesisir, mungkin sebaiknya perlu diatur juga. Sehingga keterlibatan atau ikatan pemerintah desa, dengan aset desa (kampung nelayan) itu jadi benar-benar bertanggung jawab," jelas Mendes Yandri saat mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas terkait program KNMP di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Selasa (15/09/2026).

Di samping itu, Mendes Yandri juga menambahkan, perlunya keterlibatan Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai fondasi utama dalam menyukseskan pembangunan proyek strategis Kampung Nelayan Merah Putih di tiap desa itu.

Menurutnya, Kades dan BPD menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah pusat/daerah, dan warga lokal dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar dapat membantu memperlancar jalannya program tersebut.

"Selanjutnya saya kira perlu melibatkan Pemerintah Desa, sehingga mereka tidak merasa dilangkahi, atau merasa tidak dilibatkan. Ini penting, karena merupakan aspirasi dari banyak asosiasi desa," papar Mendes Yandri.

Mendes Yandri juga meminta agar KNMP itu dapat berkolaborasi dengan unit usaha lokal seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjadi mitra strategis yang dapat memperkuat ekonomi pesisir.

Sebab selama ini, rantai pasok pasokan hasil laut atau kebutuhan usaha nelayan sering kali dikuasai oleh pemasok besar dari luar daerah. Dan kondisi itu membuat margin keuntungan nelayan terkikis akibat ketergantungan pada tengkulak atau distributor skala besar yang menentukan harga secara sepihak

"Dan saya kira perlu kolaborasi dengan unit-unit usaha di desa. Baik itu BUM Des dan Kopdes agar menjadi salah satu pemasoknya. Dan mencegah pemasok besar sebagai penyuplainya," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamen KKP Didit Herdiawan, dan Wamen Koperasi Farida Farichah. Sementara Mendes Yandri didampingi Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani.

 

 


Sumber ; https://kemendesa.go.id/berita/merujuk-inpres-no-17-tahun-2025-mendes-usulkan-pemasukan-knmp-jadi-pendapatan-asli-desa-id 

Baca Terusannya »»  

Gempa Flores Meluruh, BMKG Ungkap Hasil Survei Lapangan sebagai Basis Mitigasi dan Rekonstruksi


 

Jakarta, 15 September 2026 – Badan Meteorologi, Klimatolog, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan pascagempa bumi Flores M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu kini telah memasuki fase peluruhan secara signifikan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tenang, serta terus memantau informasi resmi saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak mulai berjalan.

Plh. Deputi Bidang Geofisika, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa hingga 30 hari pascagempa utama (15 September 2026 pukul 05.00 WIB), BMKG mencatat 15.722 gempa susulan berkekuatan M0,9 hingga M6,2, di mana 190 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis data gempa terkini, frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan menunjukkan pola penurunan dan telah memasuki fase peluruhan,” kata Ardhasena dalam Konferensi Pers Pemuktahiran Pascagempa Flores M7,7 di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa (15/9).

Lebih lanjut, pada grafik gempa susulan mingguan, terlihat jelas pola peluruhan atau frekuensi gempa semakin menurun tiap minggunya. Jumlah minggu ke-1 tercatat 5011 kejadian, minggu ke-2 tercatat 4267 kejadian, minggu ke-3 tercatat 3158 kejadian, minggu ke-4 tercatat 2421 kejadian, dan minggu ke-5 sementara tercatat 864 kejadian.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Wijayanto, menjelaskan secara umum kejadian gempa susulan terbagi menjadi beberapa kelompok. Pertama, gempa M≥5,0 (26 kejadian atau 0,2%) dirasakan cukup luas dan berpotensi berdampak pada bangunan rentan. Gempa kategori ini semakin jarang dan tidak tercatat lagi dalam satu minggu terakhir.

Kedua, gempa berkekuatan M4,0 hingga kurang dari M5,0 tercatat sebanyak 476 kejadian atau 3,0%. Gempa pada kategori ini masih dapat dirasakan dalam wilayah yang cukup luas, tetapi berpotensi kecil menimbulkan kerusakan signifikan. Frekuensinya terus menurun setelah memasuki 4–5 minggu pascagempa utama.

Ketiga, gempa berkekuatan M3,0 hingga kurang dari M4,0 tercatat sebanyak 3.308 kejadian atau 20,9%. Gempa pada kategori ini umumnya dirasakan secara lokal dan tidak menimbulkan kerusakan. Aktivitasnya diperkirakan masih berlangsung hingga 6–7 minggu ke depan dengan frekuensi yang terus meluruh.

Keempat, gempa berkekuatan kurang dari M3,0 mendominasi aktivitas gempa susulan dengan 11.993 kejadian atau 75,9%. Sebagian besar gempa hanya terdeteksi oleh jaringan seismograf dan tidak dirasakan masyarakat. Aktivitas pada kategori ini diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Estimasi ini merupakan kecenderungan statistik peluruhan, bukan perkiraan tanggal pasti berakhirnya aktivitas gempa maupun prediksi waktu gempa berikutnya. Masyarakat diimbau tetap mewaspadai karakteristik wilayah NTT yang memang memiliki tingkat kegempaan tinggi,” ujar Wijayanto.

Pasca kejadian gempa, BMKG langsung menerbitkan peringatan dini tsunami hanya 2 menit 16 detik setelah gempa utama mengguncang pada 15 Agustus 2026. Pusat gempa (episenter) terletak sekitar 30 km timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada kedalaman 15 km. Gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Pengamatan muka air laut BMKG melalui 16 stasiun tsunami gauge di Provinsi NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat kenaikan gelombang tsunami di beberapa titik, antara lain Pota (1,60 meter), Reo (1,61 meter), Bulukumba (0,54 meter), Selayar (0,40 meter), dan Sape (0,56 meter).

Sementara itu, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Teguh Rahayu, melaporkan hasil survei lapangan yang dilakukan pada 15–25 Agustus 2026 di tujuh kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Survei ini melibatkan koordinasi yang intens bersama kementerian/lembaga terkait, BNPB, pemerintah daerah, BPBD, dan Forkopimda guna mendukung proses pemulihan wilayah.

Dari survei makroseismik, BMKG menemukan guncangan maksimum mencapai skala VII MMI di beberapa titik di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Sikka; serta menemukan indikasi fenomena likuefaksi (sand boil) di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Survei mikrozonasi mengidentifikasi wilayah terdampak umumnya didominasi kelas tanah sedang (SD), sedangkan wilayah Reok, Mbay, dan Marapokot terdeteksi memiliki tanah lunak (SE) yang berpotensi memperkuat guncangan.

Hasil survei tsunami menunjukkan jejak tsunami di sepanjang pantai utara Flores. BMKG mencatat tinggi tsunami (run-up) tertinggi mencapai 2,68 meter di Desa Selama, disusul Tadho Tengah sebesar 2,42 meter, Dusun Tompong 2,39 meter, dan Nangadero 2,24 meter. Sementara itu, jangkauan genangan (inundasi) terjauh mencapai 145 meter di Nampar Sepang, 136 meter di Desa Selama, dan 60 meter di Tadho.

Tsunami melanda sejumlah wilayah dan merusak 23 rumah, termasuk dua rumah yang tersapu tsunami di Desa Selama. Tsunami juga menerjang rumah warga di Dusun Nampar, Desa Tadho, dan Desa Nangadero. Meski menimbulkan kerusakan, tidak ada korban jiwa akibat tsunami karena masyarakat segera melakukan evakuasi setelah menerima Peringatan Dini Tsunami.

“Selain mengumpulkan data teknis, BMKG juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada tokoh masyarakat, pemuka agama, serta warga di titik-titik pengungsian,” tambahnya.

Kepala Pusat Standardisasi Instrumentasi MKG, Rahmat Triyono, menegaskan bahwa waktu kedatangan tsunami bisa sangat cepat, khususnya di wilayah Flores Back-Arc Thrust. Hal ini perlu menjadi perhatian karena peringatan dini BMKG bisa secara beriringan dikeluarkan pada saat gelombang tsunami tersebut tiba ke daratan.

“Sebaik-baiknya peringatan dini adalah kesadaran masyarakat untuk merespons potensi tsunami. Maka, penting untuk membangun kesadaran masyarakat di wilayah pesisir utara NTT untuk melakukan evakuasi mandiri,” pungkas Rahmat.

BMKG menekankan bahwa seluruh data pemantauan dan hasil survei ini menjadi masukan teknis penting bagi pemerintah dalam merealisasikan rehabilitasi dan rekonstruksi secara aman dan berkelanjutan. BMKG terus memantau aktivitas kegempaan selama 24/7 dan berkoordinasi erat dengan BNPB, pemda, BPBD, serta pemangku kepentingan terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan selalu mengikuti kanal informasi resmi BMKG.

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/gempa-flores-meluruh-bmkg-ungkap-hasil-survei-lapangan-sebagai-basis-mitigasi-dan-rekonstruksi 





Baca Terusannya »»  

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan

 


Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui penyelenggaraan Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026 bertema “Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak” di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9).
 
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan kewirausahaan menjadi salah satu strategi penting dalam menggerakkan perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran.
 
“Rasio kewirausahaan adalah indikator untuk mengukur jumlah pengusaha dalam suatu negara. Semakin tinggi rasionya, semakin banyak jumlah pengusaha. Hal ini menunjukkan peningkatan kemajuan ekonomi negara tersebut,” ujar Maman dalam arahannya pada BWU Sulawesi Selatan 2026.
 
Maman mengungkapkan rasio kewirausahaan Indonesia saat ini sekitar 3,2 persen. Pemerintah menargetkan rasio tersebut meningkat menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menurut Maman, peningkatan rasio kewirausahaan perlu diiringi dengan lahirnya pengusaha yang kuat dan tangguh serta didukung ekosistem kewirausahaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
 
Salah satu landasan penguatan ekosistem tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi ini menjadi pedoman kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pembiayaan, lembaga inkubator, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan kewirausahaan di daerah.
 
Kolaborasi tersebut diterapkan dalam BWU Sulawesi Selatan 2026 yang menghadirkan 31 lembaga mitra, mulai dari lembaga pembiayaan, inkubator bisnis, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, 
BUMN, perusahaan swasta, platform digital, hingga mitra strategis lainnya. Mereka menyediakan beragam layanan yang dibutuhkan wirausaha sesuai dengan tahap perkembangan usahanya.
 
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 400 UMKM melalui lima penyalur KUR, yakni BPD Sulselbar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Pegadaian Syariah.
 
Fasilitasi pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pemilik usaha dengan sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan bisnis sehingga modal yang diperoleh dapat digunakan secara lebih produktif untuk memperkuat usaha.
 
Secara nasional, Maman menyampaikan realisasi KUR 2026 telah mencapai Rp221 triliun kepada 3,44 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, penyaluran ke sektor produksi mencapai 65,5 persen atau sekitar Rp145 triliun.
 
Sementara di Sulawesi Selatan, penyaluran KUR mencapai Rp12,53 triliun kepada 189 ribu UMKM dengan porsi sektor produksi sebesar 73 persen. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pembiayaan yang perlu diikuti dengan pendampingan serta peningkatan kapasitas usaha agar pembiayaan memberikan dampak optimal terhadap pertumbuhan bisnis.
 
Penyelenggaraan BWU di Universitas Hasanuddin sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai bagian penting dari ekosistem kewirausahaan. Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara riset, inovasi, talenta mahasiswa, hasil pengembangan teknologi, dan kebutuhan dunia usaha.
 
“Kami mendorong kampus sebagai pusat akademik untuk menghasilkan wirausaha hebat Tanah Air dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha,” kata Maman.
 
Penguatan ekosistem tersebut turut didukung sejumlah lembaga inkubator di Sulawesi Selatan, antara lain Direktorat Hilirisasi, Komersialisasi, dan Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Inkubator UMKM Kota Makassar, Inkubator Bisnis UMKM IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Kalla Institute, Universitas Muslim Indonesia (UMI), serta Inbistek UNDIPA Makassar.
 
Melalui BWU Sulawesi Selatan 2026, Kementerian UMKM berupaya membangun ekosistem kewirausahaan yang terhubung dari hulu hingga hilir sehingga wirausaha tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan, penguatan kapasitas, kemitraan, dan akses pasar.
 
“Wirausaha harus kita dorong menjadi pengusaha yang siap bersaing di pasar sehingga akhirnya menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tegas Maman.
 
Manfaat penguatan ekosistem tersebut turut dirasakan sejumlah pemilik usaha yang mengikuti BWU Sulawesi Selatan 2026.
 
CEO PT Kalosi Alam Lestari, Ade Pratama, yang mengembangkan alternatif styrofoam berbahan limbah pertanian, mengatakan BWU membuka kesempatan bagi usaha rintisan untuk memperluas akses kemitraan melalui business pitching dengan calon investor.
 
“Saya bersyukur UMKM rintisan seperti kami bisa dihadirkan sehingga bisa memperkenalkan produk ke investor untuk menambah value produknya,” kata Ade.
 
Sementara itu, pendiri Zaini Hijab Makassar, A. Tiara Purnama Pertiwi, mengatakan fasilitasi KUR membantunya memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha hijab dan kain tenun.
 
“Lewat KUR ini, usaha saya semakin lancar dan modal bertambah sehingga produk kami bisa semakin dikenal di Sulawesi Selatan bahkan menembus pasar internasional,” ujar Tiara.
 
 
Baca Terusannya »»