Cari Blog Ini

Kamis, 03 September 2026

Di Vladivostok, Presiden Prabowo Tegaskan Politik Nonblok, Presiden Putin Soroti Posisi Strategis Indonesia di Dunia

 


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia terbuka untuk membangun hubungan dan kerja sama dengan semua negara, termasuk dengan berbagai kekuatan besar dunia. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin dalam forum ekonomi yang mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keterbukaan merupakan bagian dari kebijakan Indonesia yang telah dijalankan selama beberapa dekade. Indonesia, kata Presiden Prabowo, senantiasa mengedepankan hubungan yang baik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.

“Indonesia telah sangat terbuka selama beberapa dekade. Kami terbuka mengenai kebijakan-kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Kami, berdasarkan tradisi, kami nonblok. Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam bidang ekonomi, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki sikap independen sekaligus terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh mitra. Menurutnya, Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.

“Secara ekonomi, kami juga independen, dan kami ingin bekerja sama dengan semua sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama. Dalam semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka mengetahui hal ini dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” imbuh Kepala Negara.

Presiden Prabowo menegaskan, keterbukaan tersebut tidak berarti Indonesia akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk berhadapan dengan kelompok lainnya. Kepala Negara menyebut Indonesia akan memberikan perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh mitra yang datang dan ingin bekerja sama dengan Indonesia.

“Namun, seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk melawan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun. Jadi, itulah posisi kami,” tutur Presiden Prabowo.

Sementara itu, Presiden Putin menyoroti posisi strategis Indonesia dalam percaturan global. Menurut Presiden Putin, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar. Presiden Putin menekankan bahwa selain negara-negara besar seperti Tiongkok dan India, Indonesia juga merupakan negara yang memiliki posisi penting dalam dinamika global.

“Saya ingin menarik perhatian pada fakta berikut, bahwa Indonesia bukan hanya negara terbesar dengan populasi Muslim terbesar, tetapi juga salah satu negara terbesar di dunia. Apa pun jenis kebijakan yang sedang dijalankan di bagian dunia mana pun, Anda harus memperhitungkan hal ini juga,” ungkap Presiden Putin.

Pernyataan kedua pemimpin di Vladivostok tersebut menegaskan posisi Indonesia di tengah dunia yang semakin multipolar. Indonesia memilih untuk tidak terjebak dalam rivalitas antarkekuatan, tetapi berdiri di atas kepentingan nasionalnya sendiri, merdeka menentukan sikap, bersahabat dengan semua negara, dan membangun kerja sama yang adil serta saling menguntungkan.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/di-vladivostok-presiden-prabowo-tegaskan-politik-nonblok-presiden-putin-soroti-posisi-strategis-indonesia-di-dunia/ 


Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Bangun Jembatan Kerja Sama di Tengah Fragmentasi Global

 



Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dan membangun jembatan antarnegara di tengah situasi global yang makin terfragmentasi. Hal tersebut disampaikan Presiden saat menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

“Kita bertemu di saat yang penuh tantangan. Saat ini, perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis. Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini—baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan—merupakan sebuah jawaban nyata,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa ketahanan ekonomi global membutuhkan sistem keuangan yang mampu beroperasi secara berdampingan. Menurutnya, dunia tidak boleh bergantung pada satu arsitektur keuangan saja, termasuk dalam sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi internasional.

“Hal ini bukan tentang mengganti satu sistem dengan sistem lainnya, melainkan tentang memastikan adanya sistem keuangan global lain yang dapat beroperasi berdampingan dengan sistem yang sudah ada demi menjaga keberlangsungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional,” kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Indonesia, kata Presiden, tidak ingin terikat dalam aliansi militer, tetapi terbuka dan aktif membangun kemitraan ekonomi dengan berbagai negara.

“Global South bukanlah sebuah blok baru. Ini adalah wadah perjuangan demi keadilan, baik terkait pembagian kesejahteraan yang adil maupun suara yang setara dalam perumusan aturan global. Posisi kami jelas dan konsisten. Indonesia siap mendukung setiap upaya tulus demi terwujudnya perdamaian yang adil dan abadi di wilayah mana pun yang masih dilanda konflik,” tuturnya.

Presiden turut menekankan bahwa persahabatan Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama puluhan tahun harus diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. “Persahabatan tidak bisa hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru. Mari kita berdiri setara, mari kita menjadi bangsa yang mandiri, mari kita bekerja sama demi kemaslahatan kedua negara, dan mari kita dinilai berdasarkan hasil nyata yang dapat diberikan oleh upaya kita bagi rakyat kita,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dipisahkan dari pembangunan dan kesejahteraan. Menurutnya, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan terbuka, dan pembangunan kawasan merupakan bagian penting dari upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.

“Saya memahami bahwa rakyat Rusia memiliki pepatah “Odin v pole ne voin.” Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian. Di Indonesia, kita memiliki konsep serupa yang disebut “gotong royong”. Beban seberat apa pun akan terasa ringan jika dipikul bersama,” lanjutnya.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo mendorong penguatan hubungan persahabatan Indonesia dan Rusia dengan langkah konkret, melalui pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung, optimalisasi FTA, peningkatan perdagangan, serta kerja sama produksi. Presiden juga mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) untuk bersama-sama membiayai proyek strategis tersebut.

“Mari kita pastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan dampak nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita. Biarlah Forum ini dikenang karena di saat pihak lain membangun tembok, kita justru membangun jembatan. Dan biarlah generasi kita dikenang karena di masa-masa sulit kita memilih kerja sama dan pembangunan demi kesejahteraan rakyat kita,” pungkasnya.





Baca Terusannya »»  

Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Presiden Prabowo: Pasifik Bukan Pemisah, tapi Jalan Raya Ekonomi Indonesia–Rusia

 



Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengangkat tema “The Far East: Development for the Benefit of the People” dan menjadi ajang pertemuan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli dari Rusia dan berbagai negara.

Presiden Putin menjadi pembicara pembuka sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Dalam pidatonya, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara pada EEF ke-11. Ia menekankan pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” ujar Presiden Putin.

Menurut Presiden Putin, Rusia merupakan salah satu negara yang aktif terlibat dalam kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Ia menegaskan bahwa Rusia membangun kerja sama dengan mitra-mitranya secara setara, termasuk melalui berbagai asosiasi integrasi di kawasan.

”Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” kata Presiden Putin.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia, dan Roscongress Foundation atas undangan untuk hadir dan berbicara dalam forum tersebut. Kepala Negara mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada tahun yang sama dan berharap hubungan tersebut semakin memperkuat kerja sama kedua negara, sekaligus membuka peluang bagi Presiden Putin serta para peserta forum untuk berkunjung ke Indonesia.

”Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan alasan Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan kawasan Rusia Timur Jauh dan Eurasian Economic Union (EAEU). Menurut Presiden Prabowo, posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memberikan peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya._

Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan dalam hal bentang wilayah yang luas. Presiden Prabowo juga menyinggung tantangan yang dihadapi negara dengan wilayah luas, ketika pusat pemerintahan dapat terasa jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan.

Namun, bagi Presiden Prabowo, jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah antara Rusia dan Indonesia.

”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” kata Presiden Prabowo.

Pesan tersebut menjadi salah satu penegasan utama Presiden Prabowo di EEF ke-11 bahwa Indonesia memandang kawasan Pasifik bukan sebagai batas geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru.

Melalui kemitraan yang semakin erat dengan Rusia dan kawasan Eurasia, Indonesia ingin menjadikan kedekatan geografis di kawasan Pasifik sebagai kekuatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

 

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/jadi-tamu-kehormatan-utama-eef-ke-11-presiden-prabowo-pasifik-bukan-pemisah-tapi-jalan-raya-ekonomi-indonesia-rusia/ 

Baca Terusannya »»  

Pemprov Jateng Siapkan Langkah agar Pekerja Kena PHK Bisa Kembali Bekerja

 


SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendampingi 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi perusahaan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak para pekerja tetap terpenuhi.

“Kami melakukan pendampingan-pendampingan untuk mengawal hak-hak para buruh,” kata Taj Yasin, seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Jawa Tengah, di Gedung Berlian Kota Semarang, Kamis (3/9/2026).

Dia menegaskan, Pemprov Jateng akan mengawal pemenuhan hak pekerja dari perusahaan yang mengalami persoalan ketenagakerjaan. Sebab, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk memberikan hak kepada pekerja yang dilakukan PHK.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan langkah untuk mempertemukan para pekerja terdampak PHK, dengan perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja.

Taj Yasin menyampaikan, langkah tersebut masih didalami dan dikoordinasikan. Menurutnya, para pekerja PT SGS memiliki pengalaman kerja, yang menjadi modal penting untuk kembali mendapatkan pekerjaan.

Karenanya, Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan baru maupun perusahaan yang tengah melakukan pengembangan usaha, agar dapat membuka peluang kerja bagi para pekerja terdampak PHK.

Pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut, agar para pekerja mendapatkan pendampingan terkait hak-haknya, serta memiliki peluang untuk kembali bekerja setelah terkena PHK.

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/pemprov-jateng-siapkan-langkah-agar-pekerja-kena-phk-bisa-kembali-bekerja/ 

Baca Terusannya »»  

Soal Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran, Pemprov Jateng Siap Jembatani Aspirasi Warga

 


SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menjembatani aspirasi masyarakat Kabupaten Semarang, terkait rencana proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyatakan, siap membuka ruang dialog secara transparan, bagi warga yang menyampaikan aspirasi, kekhawatiran, atau keberatan terhadap dampak proyek energi terbarukan itu.

“Ini kan keputusan izin dari pemerintah pusat. Jadi kita saat ini masih mendalami, kita di pemerintah provinsi siap menjembatani aspirasi masyarakat,” kata Taj Yasin Maimoen, seusai menghadiri Rapat Paripurna, di Gedung DPRD Jateng, Semarang, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, setiap kekhawatiran masyarakat merupakan masukan penting untuk didiskusikan bersama, agar ditemukan solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Wagub menjelaskan, jajaran Pemprov Jateng saat ini tengah mengumpulkan dan mengkaji data-data teknis, mengenai dampak pengembangan potensi geotermal di lapangan.

Taj Yasin mengatakan, kebijakan nasional berfokus pada pengembangan energi hijau (green energy). Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan tidak boleh sampai merusak ekosistem lingkungan hidup.

Dalam kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini juga menekankan, setiap aktivitas di sektor pertambangan dan energi yang bersinggungan langsung dengan lingkungan pemukiman, harus memprioritaskan faktor keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan proyek.

Sebelumnnya, Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) pada Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono, membeberkan, eksplorasi proyek panas bumi di kawasan Gunung Ungaran sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/2026. Namun, prosesnya masih panjang untuk mencapai tahapan pengeboran dan penambangan panas bumi.

Lewat putusan itu, Kementerian ESDM kemudian mendelegasikan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) pada PT PLN Persero. Selanjutnya, ada tahapan perizinan yang harus dilalui, seperti KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) dan PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan). Tidak sampai di situ, proyek tersebut juga harus mengantongi izin lingkungan atau Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

“Tentunya izin yang sudah dimiliki tidak serta-merta bisa langsung melakukan kegiatan. Ada pula forum dalam izin lingkungan, public hearing mengundang pihak terkait, seperti stakeholder, masyarakat, LSM untuk memberi saran dan masukan kegiatan tersebut,” papar Dwi, melalui konferensi pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026) lalu.

Dia menjelaskan, potensi energi panas bumi yang dihasilkan adalah 55 Megawatt (MW), dengan luasan mencapai 29.800 hektare (Ha). Dengan potensi tersebut, diperkirakan menyumbang 4-5 persen total bauran energi Baru Terbarukan (EBT) di Jawa Tengah.

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/soal-proyek-panas-bumi-gunung-ungaran-pemprov-jateng-siap-jembatani-aspirasi-warga/ 

Baca Terusannya »»  

Kapolri: Bonus Demografi Jadi Momentum Siapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

 


Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi dengan terus meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Menurut Kapolri, bonus demografi menjadi peluang besar bagi Indonesia karena jumlah penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Momentum tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan menuju negara maju.

“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Kapolri.

Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini. Menurutnya, keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan dan kesatuan.

Dalam konteks tersebut, Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul dan calon pemimpin masa depan. Berbagai pendidikan dan pelatihan dalam Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, serta memiliki kepedulian untuk membantu sesama.

Kapolri bahkan berbagi pengalamannya yang pernah menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman tersebut membuat dirinya meyakini bahwa Pramuka merupakan salah satu wadah yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi juga dapat menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik. Berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial harus diwaspadai karena dapat merusak masa depan generasi muda.

Kapolri meminta perkembangan teknologi tidak dijauhi, melainkan dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kemampuan. Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan hingga berbagai platform digital telah membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, Kapolri mengatakan pemerintah terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program, di antaranya Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program LPDP. Polri juga turut berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan.

Kapolri juga mengingatkan generasi muda bahwa kemajuan Indonesia membutuhkan persatuan di tengah keberagaman. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebatas hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan besar apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaganya dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegas Kapolri.

Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterampilan yang diperoleh dalam Pramuka dapat diimplementasikan melalui keterlibatan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Kapolri juga mengajak Pramuka menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah melalui berbagai kegiatan nyata seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Ia berharap seluruh peserta Kemah Nasional Pramuka PUI terus mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar/OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI.

Baca Terusannya »»  

Kapolri: Kakak Kapolri Dulu Juga Pramuka

 


Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berbagi cerita tentang pengalamannya menjadi anggota Pramuka saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI.

Di hadapan para peserta, Kapolri yang akrab menyapa peserta dengan sebutan “adik-adik Pramuka” mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Gerakan Pramuka. Ia mengenang masa sekolahnya ketika aktif mengikuti kegiatan Pramuka sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kata Kapolri.

Pengalaman tersebut membuat pertemuannya dengan ribuan anggota Pramuka PUI menjadi momentum nostalgia sekaligus kebahagiaan tersendiri. Kapolri menilai pilihan generasi muda untuk bergabung dengan Pramuka merupakan langkah yang tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Menurutnya, Pramuka bukan sekadar tempat berkumpul dan berkegiatan, tetapi merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, kepedulian, semangat gotong royong, serta kemampuan bersosialisasi. Bekal tersebut akan sangat bermanfaat ketika para anggota Pramuka memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolri juga mencontohkan sejumlah pejabat Polri yang pernah mengikuti Pramuka dan kini menjadi perwira tinggi. Ia pun menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pramuka dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita.

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” ujarnya.

Kapolri kemudian mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Kemudahan memperoleh informasi dan pengetahuan harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai hal positif.

Namun, kemajuan teknologi juga membawa berbagai risiko. Karena itu, Kapolri meminta generasi muda untuk mewaspadai judi online, narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, berbagai bentuk kejahatan, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial yang dapat merusak masa depan.

Kapolri juga menekankan pentingnya menjaga nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia turut mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan konsisten menjaga semangat Islam wasathiyah dan komitmen terhadap NKRI.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyatakan dukungannya terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan dan kontribusinya bagi bangsa.

Kapolri turut menyinggung momentum bonus demografi Indonesia. Menurutnya, besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, karakter, dan daya saing generasi muda.

Pemerintah, lanjut Kapolri, terus membuka kesempatan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, program LPDP, hingga berbagai fasilitas pendidikan lainnya. Polri juga turut mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Tidak hanya mempersiapkan diri melalui pendidikan, Kapolri mengajak anggota Pramuka untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai keterampilan yang diperoleh melalui Pramuka sangat relevan untuk mendukung penanggulangan bencana, pelayanan dan pengamanan kegiatan masyarakat, hingga pelestarian lingkungan.

Kapolri secara khusus mengapresiasi anggota Pramuka yang selama ini ikut membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan pengamanan, termasuk pada momentum mudik dan perayaan hari besar. Ia menilai kehadiran Pramuka ketika masyarakat membutuhkan merupakan wujud nyata semangat pengabdian.

“Saya salut karena pada saat yang lain libur, kalian semua adik-adik Pramuka justru hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut melayani masyarakat. Ini adalah semangat yang luar biasa dan harus terus dijaga,” tegasnya.

Anggota Pramuka juga didorong menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—melalui kegiatan sederhana namun nyata, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, menanam pohon, serta ikut merawat lingkungan.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Ia mempersilakan para anggota Pramuka untuk menjadikan kepolisian sebagai tempat berkonsultasi ketika menghadapi kesulitan dalam perjalanan mengembangkan diri dan mengejar cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap untuk mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

Ia berharap seluruh peserta pulang dari Kemah Nasional dengan semangat dan tekad yang semakin kuat untuk mempersiapkan diri menjadi generasi terbaik sekaligus calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 berlangsung di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis, 3 September 2026.

Baca Terusannya »»  

Kapolri: Pramuka PUI Wadah Strategis Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Pemimpin Masa Depan

 


Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.499 peserta, yang terdiri atas anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, serta tokoh PUI. 

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Gerakan Pramuka yang selama ini konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda. Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolri menegaskan bahwa Pramuka merupakan wadah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Terlebih, Indonesia akan menghadapi momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurut Kapolri, besarnya jumlah penduduk usia produktif akan menjadi kekuatan bangsa apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, serta peningkatan daya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui berbagai program, antara lain Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP, serta berbagai program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia lainnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kapolri juga mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kemajuan teknologi harus digunakan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Pada saat yang sama, generasi muda diminta untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, serta penyebaran berbagai konten maupun paham negatif melalui ruang digital.

Kapolri turut mengajak keluarga besar PUI untuk terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan memperkuat nilai Islam wasathiyah, serta menjaga komitmen terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat kebangsaan dan nilai keagamaan yang moderat dinilai menjadi fondasi penting dalam merawat keberagaman Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, pengabdian, dan kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Selain membentuk karakter, Kapolri berharap gerakan Pramuka semakin hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Anggota Pramuka didorong untuk terlibat aktif dalam pelayanan sosial, penanggulangan bencana, membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, menjaga kebersihan, serta melestarikan lingkungan.

“Semangat Pramuka harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki cita-cita besar, tetapi juga peduli terhadap sesama, siap membantu masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” pesan Kapolri.

Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Sinergi antara Polri, PUI, Gerakan Pramuka, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.

“Adik-adik yang hari ini berdiri sebagai anggota Pramuka adalah generasi penerus dan calon pemimpin Indonesia di masa depan. Teruslah belajar, berlatih, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 sendiri dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, dengan rangkaian kegiatan antara lain pengucapan Intisab PUI, sambutan pimpinan PUI, sambutan Kapolri, serta doa bersama.

Baca Terusannya »»  

Kapolri di Kemah Nasional PUI: Jaga Persatuan, Siapkan Generasi Muda Majukan Indonesia

 


Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa Indonesia semakin maju. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI, Kapolri menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa dan dipersatukan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberagaman suku, budaya, dan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, menurut Kapolri, merupakan kekuatan besar. Namun, kekuatan tersebut hanya dapat membawa Indonesia menjadi negara maju apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan.

“Kalau ini semua kita satukan, tentunya ini menjadi satu kekuatan besar yang bisa mengantarkan Indonesia untuk maju, melompat menjadi negara nomor empat di dunia. Dan kita harus yakin bahwa kita bisa,” kata Kapolri.

Kapolri juga mengingatkan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh hanya berhenti sebagai sesuatu yang dihafalkan atau diucapkan. Nilai-nilai tersebut harus benar-benar dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga generasi muda tumbuh dengan semangat kebangsaan yang kuat.

Dalam konteks tersebut, Kapolri mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan telah mengambil posisi wasathiyah dan konsisten menjaga komitmen terhadap NKRI. Ia berharap nilai-nilai Intisab PUI dan semangat ishlah terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Menurut Kapolri, tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi nyata. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan agar memiliki pengetahuan, karakter, kedisiplinan, keterampilan, serta kepedulian terhadap sesama.

Dalam hal ini, Kapolri menilai Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat untuk mempersiapkan generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Pramuka membiasakan generasi muda untuk disiplin, bergotong royong, bersosialisasi, saling membantu, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat ketika terjun di tengah masyarakat.

Kapolri bahkan mengenang pengalamannya mengikuti Gerakan Pramuka sejak duduk di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Kapolri mengatakan pentingnya mempersiapkan generasi muda semakin relevan karena Indonesia tengah menghadapi momentum bonus demografi, yakni ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif. Momentum yang hanya terjadi sekali bagi setiap negara tersebut harus dimanfaatkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kerja keras.

“Manakala kita bisa berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan kemudian kita bekerja keras, maka kita yakin bahwa Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” tegasnya.

Pemerintah, kata Kapolri, terus membuka ruang peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pendidikan, seperti Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, hingga program LPDP. Polri juga mengambil bagian melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi menjadi pemimpin masa depan.

Di tengah upaya tersebut, Kapolri meminta generasi muda tidak terjerumus pada berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan. Ia secara khusus mengingatkan bahaya narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, serta pengaruh dan penyebaran paham negatif melalui media sosial.

Perkembangan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Kemudahan memperoleh informasi melalui smartphone, mesin pencari, media sosial, hingga berbagai teknologi baru memberikan kesempatan besar bagi anak muda untuk mengembangkan diri, sepanjang digunakan secara bijak.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Sehingga kemudian harus saling menjaga, harus saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan persatuan dan kesatuan maka Indonesia ini akan menjadi maju,” pesan Kapolri.

Selain mempersiapkan kemampuan diri, Kapolri mendorong anggota Pramuka untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan Pramuka dalam penanggulangan bencana dan pelayanan masyarakat, termasuk membantu berbagai kegiatan pengamanan pada momentum hari besar dan kegiatan masyarakat.

Kapolri juga mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, antara lain melalui Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah, dengan membangun kesadaran menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan menanam pohon.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda. Polri akan terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengatasi berbagai kesulitan, serta meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami tentunya di kepolisian selalu siap untuk mendukung, mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” tutup Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta, termasuk 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus, dan unsur keluarga besar PUI.

Baca Terusannya »»  

Terima PP IPNU, Wapres Dorong Peran Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Menghadapi Perkembangan Teknologi

 


Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (03/09/2026).

Dalam pertemuan yang menjadi ruang dialog mengenai berbagai isu kepemudaan dan pesantren tersebut, Wapres menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Arahan Pak Wapres banyak sekali, yang pada intinya pemuda harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Isu-isu bangsa ini perlu peran pemuda untuk mencari solusi,” ungkap Ketua Umum PP IPNU, Muhammad Agil Nuruz Zaman dalam keterangannya usai audiensi.

Tak hanya terkait persatuan, Wapres turut menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi. Para pelajar dan pemuda didorong untuk terbuka terhadap berbagai teknologi mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pemrograman (coding).

“Soal digitalisasi, pemuda harus terbuka dan ada bidang-bidang digitalisasi, termasuk AI, coding,” jelas Agil.

Menutup keterangannya, Agil menyampaikan penghargaan atas perhatian Wapres dalam menyimak berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan para perwakilan pemuda dalam pertemuan tersebut.

“Pak Wapres sangat tegas sekali dengan berbagai isu, Pak Wapres mendengar semuanya keluh-kesah pemuda,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber : https://wapresri.go.id/terima-pp-ipnu-wapres-dorong-peran-pemuda-dalam-menjaga-persatuan-dan-menghadapi-perkembangan-teknologi/ 

Baca Terusannya »»  

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo Dalam Lawatan ke Rusia

 


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Federasi Rusia pada 1-4 September 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto hadir sebagai salah satu tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11. Puncak agenda forum berlangsung melalui Sesi Pleno EEF pada 3 September 2026, di mana Presiden RI dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai kerja sama ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia serta Asia-Pasifik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin negara mitra lainnya.


Selain mengikuti agenda utama forum, Presiden RI juga dijadwalkan melakukan pertemuan Bilateral Working Lunch bersama Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menindaklanjuti berbagai komitmen kerja sama kedua negara.


Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membawa mandat untuk memastikan sektor energi menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan kerja sama bilateral kedua negara.


Bagi Kementerian ESDM, keterlibatan Menteri Bahlil Lahadalia dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan agenda energi yang dibahas pada tingkat kepala negara dapat diterjemahkan dalam kerja sama sektoral yang konkret.


Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia mengatakan, kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi yang sudah disepakati di tingkat Kepala Negara.


"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara," ujar Anggia.


Selain agenda kenegaraan, forum EEF juga menjadi ruang bagi Menteri ESDM untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia.


Penguatan hubungan kerja sama energi Indonesia-Rusia menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menghadapi tantangan terkait kebutuhan energi yang terus berkembang melalui kolaborasi internasional. Berbagai peluang kerja sama tersebut tetap memerlukan tindak lanjut dan pembahasan komprehensif agar dapat diwujudkan sesuai kebutuhan serta kepentingan kedua negara.


Hal merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa agenda diplomasi energi dspat dapat mendukung dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

 

 

 

Sumber : https://esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/menteri-esdm-dampingi-presiden-prabowo-dalam-lawatan-ke-rusia 





Baca Terusannya »»  

Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik


 


Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut disampaikan Presiden Putin saat bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Presiden Putin.

Presiden Putin menilai hubungan Indonesia dan Rusia memiliki fondasi persahabatan yang kuat dan terus berkembang, termasuk dalam bidang perdagangan. Ia menyampaikan bahwa volume perdagangan kedua negara meningkat 12 persen pada tahun lalu.

Menurut Presiden Putin, kerja sama bilateral Indonesia dan Rusia terus dikembangkan melalui Komisi Bersama Rusia–Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis. Sejumlah sektor menjadi fokus kerja sama kedua negara, antara lain pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, serta energi, khususnya energi nuklir.

Selain itu, Presiden Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu sahabat terpercaya Rusia dalam kerangka ASEAN. Kedua negara juga terus memperkuat kerja sama di berbagai platform internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” pungkas Presiden Putin.

Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Rusia merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Hubungan kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari lima dasawarsa terus berkembang dan kini telah meningkat menjadi kemitraan strategis.

“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo turut menyampaikan kehormatan Indonesia dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11. Kepala Negara menilai forum tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan dalam memperkuat kerja sama dan konektivitas di kawasan.

“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia dan Rusia yang sama-sama merupakan negara Pasifik. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, konektivitas dan kerja sama maritim menjadi salah satu bidang penting yang dapat terus dikembangkan bersama.

“Kita berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, hubungan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan. Indonesia pun siap memperluas kerja sama di berbagai sektor agar memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita,” tutur Presiden Prabowo. “Kami siap untuk meningkatkan kerja sama ini,” lanjutnya.

 

 


Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-putin-indonesia-mitra-paling-kunci-bagi-rusia-di-kawasan-asia-pasifik/ 

Baca Terusannya »»  

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

 


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 dan digelar dalam format working lunch.

Dalam pengantarnya, Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok. Presiden Putin menilai intensitas pertemuan dan komunikasi langsung antara kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.

“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin.

Presiden Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama. “Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan yang diberikan pemerintah Rusia selama kunjungannya ke Vladivostok. “Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 yang lalu. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum penting tersebut secara langsung.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan kehadirannya di Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia. “Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares.

 

 

Sumber : https://presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-prabowo-dan-presiden-putin-bertemu-di-vladivostok-tegaskan-strategisnya-hubungan-indonesia-rusia/ 


Baca Terusannya »»  

Temui Siswa Belajar di Tenda Pascagempa, Menag Pastikan Hak Pendidikan Tak Terputus

 


Manggarai Barat (Kemenag)  --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menemui siswa MTsN 2 Manggarai Barat yang masih menjalani pembelajaran di tenda darurat pascagempa Flores. Di tengah keterbatasan ruang belajar, Menag memastikan anak-anak terdampak bencana tetap memperoleh hak pendidikan secara aman dan layak.

Menag memantau langsung suasana pembelajaran di MTsN 2 Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (3/9/2026). Sejumlah ruang di madrasah tersebut belum dapat digunakan karena mengalami kerusakan akibat gempa.

Menag masuk ke salah satu tenda yang kini menjadi ruang kelas sementara. Ia menyapa dan berbincang dengan para siswa yang tetap mengikuti pelajaran meski fasilitas belajar mereka terbatas.

"Harus tetap semangat ya belajarnya. Musibah ini adalah ujian. Kalau ujian itu artinya bisa naik kelas nanti," ujar Menag kepada anak-anak.

Menag mengapresiasi semangat siswa dan para guru yang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi pascabencana. Menurutnya, proses pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena ruang kelas belum dapat digunakan.

"Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak," kata Menag.

Kementerian Agama sebelumnya telah menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah atau school kit serta menyiapkan 16 ruang belajar sementara bagi madrasah terdampak gempa Flores.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 72 madrasah terdampak gempa. Pada tahap awal, bantuan diprioritaskan untuk 15 madrasah dengan tingkat kerusakan terparah.

Ruang belajar sementara disiapkan agar kegiatan pendidikan dapat terus berlangsung sembari menunggu fasilitas permanen diperbaiki. Sementara school kit diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa yang terdampak.

Kunjungan ke MTsN 2 Manggarai Barat sekaligus menjadi kesempatan bagi Menag untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan setelah gempa dan memastikan proses pemulihan segera berjalan.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, semua harus bergerak untuk memperbaiki kondisi bersama. Kemenag juga sudah berkoordinasi dengan dinas PU terkait dengan fasilitas-fasilitas keagamaan dan pendidikan yang rusak agar bisa segera diperbaiki," ujar Menag.

Menag juga mengapresiasi jajaran Kementerian Agama di NTT yang sejak awal melakukan pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan dan pemulihan.

"Terima kasih juga kepada Pak Kakanwil Kemenag NTT yang sudah bekerja dengan baik menyajikan data-data," katanya.

Menurut Menag, data yang akurat penting agar penanganan pascabencana dapat dilakukan secara tepat sasaran, mulai dari penyediaan fasilitas sementara hingga perbaikan sarana pendidikan yang rusak.

Kementerian Agama akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memetakan kebutuhan madrasah terdampak sekaligus mempercepat pemulihan layanan pendidikan.

Bagi Menag, bangunan yang rusak memang membutuhkan waktu untuk dipulihkan. Namun satu hal harus tetap berjalan sejak sekarang adalah anak-anak harus tetap belajar.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/temui-siswa-belajar-di-tenda-pascagempa-menag-pastikan-hak-pendidikan-tak-terputus-VOOU5 

Baca Terusannya »»  

Menag Salurkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Korban Gempa Flores

 


Labuan Bajo (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan diserahkan saat Menag mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (3/9/2026).

Menag mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat sekaligus mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan.

Sejak gempa terjadi, Kementerian Agama telah berkoordinasi dengan jajaran di daerah untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari tenda hingga kebutuhan dasar.

Menag mengaku sejak awal ingin datang langsung menemui warga terdampak. Namun, kondisi transportasi membuat bantuan lebih dahulu dikirimkan melalui jalur yang memungkinkan.

"Bagi saya, itu (penyaluran bantuan) belum cukup. Saya ingin turun langsung dan akhirnya hari ini saya bisa datang ke tempat ini," ujar Menag.

Menurut Nasaruddin, kehadirannya di NTT  bukan sekadar menjalankan agenda pemerintahan. Ia ingin memastikan masyarakat terdampak merasakan kehadiran negara sekaligus dukungan dari sesama warga bangsa.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Kariyanto mengatakan, jajaran Kemenag telah bergerak sejak awal bencana dengan melakukan pendataan kerusakan serta menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah.

Bantuan telah disalurkan antara lain ke Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Kementerian Agama juga memberikan santunan kepada keluarga siswa madrasah yang meninggal dunia serta terus memastikan layanan pendidikan dan keagamaan tetap berjalan di wilayah terdampak. Kementerian Agama sebelumnya juga telah menyediakan 16 tenda belajar darurat serta 1.000 school kit untuk menunjang proses belajar mengajar siswa terdampak gempa.

Menag berharap bantuan pemerintah dan solidaritas masyarakat dapat mempercepat pemulihan Flores.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus bergotong royong membantu warga terdampak hingga mereka dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-salurkan-bantuan-rp3-miliar-untuk-korban-gempa-flores-1aoKN 

Baca Terusannya »»  

Menag di NTT: Toleransi Jadi Kekuatan untuk Pulih Bersama

 


Labuan Bajo (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur menjadikan toleransi dan persaudaraan lintas agama sebagai kekuatan untuk pulih bersama setelah gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Pesan itu disampaikan Menag saat menemui masyarakat terdampak gempa di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (3/9/2026).

Menurut Menag, masa pemulihan tidak hanya membutuhkan bantuan material. "Masyarakat juga memerlukan kekuatan sosial, rasa saling percaya, dan semangat untuk saling menopang tanpa mempersoalkan perbedaan agama maupun latar belakang. Toleransi jadi kekuatan kita," ujar Menag.

"Jangan menekankan perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain. Lebih gampang kita mencari titik temu dan persamaan," sambungnya.

Nasaruddin mengatakan, setiap agama memiliki identitas dan tradisinya masing-masing. Perbedaan tersebut tidak harus dihapus atau diseragamkan. Yang terpenting, masyarakat mampu menemukan ruang bersama untuk hidup berdampingan dan saling membantu.

Menurutnya, toleransi justru tumbuh ketika masyarakat mampu menerima perbedaan sekaligus menjaga hal-hal yang menjadi persamaan.

"Toleransi ialah membiarkan yang berbeda itu berbeda dan membiarkan yang sama itu sama, tanpa harus mempersoalkan," katanya.

Menag menerima ayam kampung berwarna putih dari perwakilan tokoh adat di Manggarai Barat

Menag menggambarkan keberagaman Indonesia sebagai sebuah lukisan yang keindahannya lahir dari banyak warna.

"Indonesia ini adalah lukisan yang paling indah. Banyak warna yang mendukung keindahan itu. Warna-warna itu berkolaborasi satu sama lain," tuturnya.

Karena itu, menurut Menag, keragaman agama, suku, budaya, dan tradisi harus menjadi sumber kekuatan, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.

Dalam kondisi seperti ini, batas-batas identitas semestinya tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu.

Menag juga mengajak warga memaknai musibah dengan tetap menjaga harapan. Dalam kehidupan beragama, katanya, manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian. Sikap sabar dan syukur menjadi kekuatan untuk melewatinya.

"Kalau diuji dengan musibah, dia bersabar. Kalau diuji dengan kenikmatan, dia bersyukur. Sabar dan syukur itu dua sayap," ujar Nasaruddin.

Menag mengaku bersyukur dapat datang langsung dan bertemu masyarakat terdampak. Sejak mendapat informasi mengenai gempa, ia telah berkoordinasi agar bantuan segera dikirimkan.

"Saya sangat bersyukur, akhirnya saya bisa datang langsung," katanya.

Menurut Nasaruddin, kehadiran langsung juga penting untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit setelah bencana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Karianto mengatakan, semangat persaudaraan telah terlihat sejak hari-hari pertama penanganan gempa.

Masyarakat dari berbagai latar belakang agama bergerak saling membantu, mulai dari memenuhi kebutuhan warga terdampak hingga mendukung proses pemulihan di sejumlah daerah.

Solidaritas tersebut juga terbangun di lingkungan Kementerian Agama. Bantuan telah dihimpun dan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Menag berharap semangat tersebut terus dijaga hingga proses pemulihan selesai.

Bagi Nasaruddin, keberagaman bukan penghalang untuk bangkit bersama. Justru dalam situasi sulit, toleransi dan persaudaraan menjadi modal sosial agar masyarakat dapat saling menguatkan dan kembali menata kehidupan.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-di-ntt-toleransi-jadi-kekuatan-untuk-pulih-bersama-919eF 

Baca Terusannya »»  

Wagub Jateng Taj Yasin Jajaki Kerja Sama ACI, Buka Peluang Beasiswa Santri Jateng ke Turki


 

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama dengan Awwamah Center Indonesia (ACI), untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi para santri di wilayahnya.

Penjajakan kerja sama itu dibahas Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat menerima kunjungan Direktur Awwamah Center Indonesia, Syekh Muhyiddin Awwamah, di rumah dinasnya, Semarang, Kamis (3/9/2026). Dalam pertemuan itu, salah satu yang dibahas adalah peluang beasiswa bagi santri Jawa Tengah untuk memperdalam ilmu hadis di Turki.

Taj Yasin mengatakan, Syekh Muhyiddin datang untuk memperkenalkan lembaga pendidikan yang dikelolanya di Turki, sekaligus menawarkan program beasiswa bagi santri yang ingin memperdalam ilmu hadis.

“Beliau memberikan beasiswa kepada santri-santri yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan hadis di pondok beliau,” terang wagub.

Menurut dia, salah satu program yang ditawarkan berupa pembelajaran selama satu tahun secara daring. Setelah mengikuti pembelajaran dan ujian, peserta lulus akan diberangkatkan ke Turki. Di sana mereka nantinya akan mengikuti pendidikan secara langsung selama sekitar satu bulan. Selama berada di Turki, peserta akan mendapatkan fasilitas tempat tinggal dan konsumsi.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menilai, tawaran tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng dalam memperluas akses pendidikan bagi santri. Apalagi, Jawa Tengah memiliki sekitar 5.378 pondok pesantren.

Pemprov Jateng mulai mengembangkan program beasiswa bagi santri melalui Lembaga Fasilitasi Sinergi Pesantren (LFSP) Jawa Tengah. Tahun ini, ada 73 santri asal Jawa Tengah mendapat kesempatan memperoleh beasiswa pendidikan. Dari jumlah tersebut, 15 santri di antaranya melanjutkan pendidikan ke sejumlah negara, seperti Yaman, Mesir, dan China.

“Tidak menutup kemungkinan, kami juga akan melakukan kerja sama dengan Ma’had beliau (Awwamah Center Indonesia),” beber wagub.

Sementara itu, Direktur ACI, Syekh Muhyiddin Awwamah mengatakan, tawaran kerja sama dengan Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan ilmu hadis. Saat ini, lembaganya telah memiliki jaringan dengan lembaga pendidikan di lebih dari 70 negara, dan sekitar 250 pusat pendidikan hadis.

Khusus di Indonesia, Awwamah Center telah menjalin kerja sama dengan sekitar 40 lembaga pendidikan, termasuk pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan keagamaan.

Menurut Muhyiddin, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan hadis, karena memiliki jumlah pesantren yang sangat banyak dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan.

Namun, dia menilai pendidikan ilmu hadis secara khusus masih perlu diperkuat. Ditambahkan, selama ini banyak lembaga pendidikan lebih fokus pada bidang, seperti fikih, tasawuf, akidah, dan bahasa Arab. Sementara itu, lembaga yang secara khusus membina kader untuk mendalami ilmu hadis masih relatif terbatas.

Dikatakan, Awwamah Center telah melakukan pembinaan terhadap para santri dari lembaga-lembaga pendidikan yang bekerja sama melalui pembelajaran daring, selama sekitar satu tahun terakhir.

Para peserta mengikuti pembelajaran secara bertahap dan menjalani ujian pada setiap tahap. Mereka yang berhasil menyelesaikan tahapan tersebut berkesempatan mengikuti pendidikan intensif selama satu bulan di Turki.

Selama di Turki, para peserta akan belajar langsung kepada Syekh Muhyiddin ‘Awwamah, dan ayahandanya, Syekh Al-Alamah Muhammad ‘Awwamah.

Setelah kembali ke Indonesia, pembinaan tidak berhenti. Para peserta akan mendapatkan pendidikan lanjutan, agar dapat mengembangkan kemampuan mereka, sekaligus mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada santri lain di pesantren atau mahasiswa di lembaga pendidikan masing-masing.

Selain ilmu hadis, peserta juga akan dibekali kemampuan meneliti dan mengkaji naskah-naskah kuno karya para ulama.

Sebagai informasi, Syekh Muhyiddin merupakan ulama kelahiran Aleppo, Suriah. Dia kemudian tinggal di Madinah selama sekitar 49 tahun sebelum pindah ke Turki. Muhyiddin mengungkapkan, kepindahannya ke Turki dilakukan setelah mendapat undangan khusus dari Presiden Recep Tayyip Erdogan, untuk mengembangkan ilmu hadis di negara tersebut.

Kunjungan ke Jawa Tengah kali ini merupakan kunjungan keduanya setelah kunjungan pertama pada 2025. Menurut dia, kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pendidikan yang telah dijalankan bersama lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia, selama sekitar satu tahun terakhir.

Dia berharap, kerja sama dengan Indonesia khususnya Jawa Tengah, dapat semakin diperluas, sehingga semakin banyak santri pesantren yang memiliki kemampuan mendalam di bidang ilmu hadis.

Di akhir pertemuan, Pemprov Jateng, LFSP, dan ACI menandatangani Minutes of Meeting (MoM) sebagai dasar untuk penyusunan kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU). 

 


 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/taj-yasin-jajaki-kerja-sama-aci-buka-peluang-beasiswa-santri-jateng-ke-turki/ 

Baca Terusannya »»  

Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Ahmad Luthfi Optimistis Bisa Penuhi Target

 


PEMALANG — Produktivitas padi di Jawa Tengah pada periode Januari–Agustus 2026 mencapai 6,69 juta ton, atau sekitar 63% dari target 10,5 juta ton.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan optimistis, target tersebut dapat dicapai pada akhir tahun ini. Hal itu menyusul musim panen raya kedua yang hampir mencapai puncak, dan masih akan ada panen ketiga di beberapa daerah.

“Januari-Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten/ kita lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa dipertahankan, maka akan bisa terpenuhi,” kata Luthfi, di sela acara panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/6/2026).

Menurut dia, Pemalang merupakan lima besar penyangga produksi padi di Jawa Tengah. Guna mendorong produktivitas petani, Pemprov Jateng kembali menggelontorkan bantuan alat pertanian berupa traktor, combine harvester, pompa air, dan benih kepada para petani. Bantuan itu tidak hanya di Pemalang, tetapi juga daerah lainnya di Jawa Tengah.

“Alat-alat pertanian dan pompa kita geser ke sini. Kita juga ada dua mekanisme penanganan lahan pertanian, yaitu sawah tadah hujan dengan perpompaan dan perpipaan, kemudian sawah irigasi dengan optimalisasi jaringan irigasi tersier,” jelas gubernur.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, beberapa daerah memang memiliki kearifan lokal terkait pertanian. Misalnya, di wilayah Pantura seperti di Kedungbanjar tersebut dua kali musim panen padi, dengan diselingi komoditas pertanian lainnya. Namun, ada juga daerah dengan tiga kali musim tanam dan panen.

“Tapi semua petani itu sebenarnya tergantung pada air, kalau ada air mereka pasti akan menanam padi. Tapi dengan metode PMAS atau pertanian modern agriculture advance system itu, dua kali musim tanam cukup karena produksinya tinggi,” terangnya.

Untuk mendorong produktivitas padi, Pemprov Jateng juga memiliki program Pilar Jateng. Program itu menyediakan sistem pemetaan infrastruktur lahan, irigasi, dan alat mesin pertanian beserta kondisinya. Semua terlaporkan, sehingga perencanaan pembangunan pertanian bisa presisi atau tepat sasaran.

“Dari situ kita bisa tentukan, intervensi atau bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani,” ujar Frans, sapaannya.

Ketua Kelompok Tani  Sri Berkah 1 Tegalbati, Petarukan, yang mendapatkan bantuan combine harvester mengakui, bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani di Pemalang, sangat membantu petani. Sebab, modernisasi pertanian di Kabupaten Pemalang masih belum banyak. Bantuan combine harvester juga dapat menekan biaya produksi, karena selama ini petani sering mendatangkan mesin dari daerah lain yang memakan biaya cukup besar.

“Terima kasih atas bantuan combine harvester ini. Biasanya kami datangkan dari daerah lain. Pada musim tanam satu kita kadang telat panen karena menunggu mesin dari daerah lain, itu juga mempengaruhi harga gabah,” ungkapnya. 

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/produksi-padi-jateng-capai-669-juta-ton-ahmad-luthfi-optimistis-bisa-penuhi-target/ 

Baca Terusannya »»  

Antisipasi Dampak Puso, Pemprov Jateng Siapkan Asuransi untuk Bentengi 10 Ribu Hektare Sawah

 


PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan program asuransi pertanian lewat PT Jamkrida Jateng, untuk memproteksi hingga 10 ribu hektare lahan sawah yang berisiko mengalami gagal panen atau puso.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menjelaskan, skema itu dihadirkan agar para petani yang terdampak bencana kekeringan tidak terjerat pinjaman online maupun rentenir, demi memulihkan modal tanam.

“Di Jawa Tengah kita siapkan asuransi untuk 10 ribu hektare lahan gagal panen atau puso. Jamkrida siap meng-cover apabila terjadi puso,” kata Luthfi, saat berdialog dengan kelompok tani, seusai panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Kamis (3/9/2026).

Karenanya, Luthfi meminta kepada para petani yang mengalami gagal panen atau puso, agar mengajukan asuransi. Jangan sampai petani terjerat pinjaman online (pinjol) atau pinjam uang ke rentenir.

“Kalau gagal panen, tidak boleh pinjam rentenir dan pinjol. Gagal panen sudah ada Jamkrida, asuransinya ada,” tegas gubernur.

Selain itu, imbuhnya, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, untuk menyediakan benih untuk petani. Bantuan akan diberikan melalui beberapa skema, setelah ada laporan dan dilakukan verifikasi lapangan.

Adapun untuk penanganan kekeringan untuk lahan pertanian, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan sejumlah mekanisme. Di antaranya, optimalisasi irigasi tersier pada sawah irigasi, serta pemanfaatan irigasi perpompaan dan perpipaan pada jaringan irigasi lahan yang mengalami keterbatasan air. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air, mengurangi risiko gagal panen, dan menjaga produktivitas panen.

Luthfi menjelaskan, di Jawa Tengah tercatat ada 242.826 hektare sawah tadah hujan, dan 530.748 hektare sawah irigasi. Intervensi sawah tadah hujan dilakukan dengan irigasi perpompaan, sedangkan sawah irigasi diintervensi dengan jaringan irigasi tersier.

“Kita juga upayakan untuk menjaga dan mempertahankan sawah petani, agar tidak beralih fungsi,” ucap Luthfi.

Sementara itu, perwakilan kelompok tani di Kabupaten Pemalang juga memanfaatkan pertemuan dengan Gubernur Ahmad Luthfi untuk menyampaikan berbagi permasalahan yang dialami. Mulai dari pendangkalan sungai dan saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga bantuan benih padi yang lebih baik.

Terkait hal itu, Ahmad Luthfi menegaskan, pengerukan sedimentasi di sungai dan saluran irigasi akan diajukan dalam anggaran 2027. Sementara, untuk jalan usaha tani telah menjadi prioritas dan akan segera ditindaklanjuti.

“Untuk penanganan pendangkalan juga perlu koordinasi dengan pihak terkait, termasuk bupati-walikota,” tandasnya.

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/antisipasi-dampak-puso-pemprov-jateng-siapkan-asuransi-untuk-bentengi-10-ribu-hektare-sawah/

Baca Terusannya »»