Cari Blog Ini

Jumat, 25 September 2026

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Hadir dalam Prosesi Pembukaan di SUGBK

 


FIFA ASEAN Cup 2026 resmi dibuka melalui sebuah prosesi Trophy Presentation di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026 malam. Prosesi tersebut menjadi salah satu bagian utama Opening Ceremony yang menandai dimulainya turnamen sekaligus mengangkat semangat persatuan sepak bola di kawasan ASEAN.

Prosesi ini berlangsung di lapangan SUGBK setelah rangkaian The Call of the Legends. Enam legenda sepak bola dari kawasan ASEAN yang sebelumnya tampil dalam video sinematik kemudian hadir secara langsung di stadion untuk membawa FIFA ASEAN Cup 2026 Trophy menuju panggung seremoni.

Dua legenda Indonesia, Ponaryo Astaman dan Kurniawan Dwi Yulianto, berada di bagian depan dan membawa trofi. Keduanya kemudian diikuti secara berurutan oleh Teeratep Winothai dari Thailand, Stephan Schröck dari Filipina, Safiq Rahim dari Malaysia, serta Baihakki Khaizan dari Singapura.

Keenam legenda tersebut berjalan menuju podium seremoni yang telah disiapkan di tengah lapangan. Prosesi tersebut menjadi simbol perjalanan sepak bola ASEAN yang mempertemukan sejumlah generasi dari negara-negara di kawasan dalam satu panggung.

Setibanya di podium, Ponaryo dan Kurniawan secara seremonial menyerahkan FIFA ASEAN Cup 2026 Trophy kepada FIFA Secretary General Mattias Grafström dan PSSI President Erick Thohir.

Grafström dan Erick kemudian mengangkat trofi tersebut di hadapan seluruh penonton yang memenuhi SUGBK. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kompetisi sepak bola ASEAN melalui FIFA ASEAN Cup 2026.

Setelah diangkat bersama, trofi kemudian ditempatkan di atas podium seremoni yang telah dilengkapi pencahayaan khusus. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan deklarasi resmi dimulainya FIFA ASEAN Cup 2026.

Rangkaian Opening Ceremony kemudian ditutup dengan pertunjukan kembang api yang menerangi kawasan SUGBK. Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya seremoni pembukaan sekaligus dimulainya turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.

Trophy Presentation menjadi bagian dari konsep seremoni yang membawa tema warisan dan persatuan sepak bola ASEAN. Kehadiran para legenda dari Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura mempertemukan perjalanan sepak bola dari beberapa negara ASEAN dalam satu rangkaian seremoni.

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/trofi-fifa-asean-cup-2026-hadir-dalam-prosesi-pembukaan-di-sugbk 

Baca Terusannya »»  

Isyana Sarasvati dan Choir Mercu Buana Ajak SUGBK Bernyanyi Bersama Lewat We Will Rock You

 


Suasana Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2025 malam, semakin meriah ketika Isyana Sarasvati tampil bersama 30 anggota Mercu Buana University Choir membawakan aransemen orkestra We Will Rock You.

Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian seremoni yang mengajak penonton untuk ikut menjadi bagian dari suasana di dalam stadion.

Dengan karakter ritme stomp dan clap yang ikonik, We Will Rock You dimainkan dalam aransemen orkestra yang dipadukan dengan vokal Isyana Sarasvati dan 30 anggota Mercu Buana University Choir.

Puluhan ribu penonton di SUGBK kemudian diajak mengikuti ritme melalui tepukan tangan dan nyanyian. Suara penonton, choir, dan penampilan di panggung berpadu membentuk satu ritme di seluruh stadion.

Pada saat yang sama, teknologi projection mapping dari Celsius Creative Lab menghadirkan visual yang memenuhi area stadion. Berbagai buah tropis, tanaman pangan, serta hasil bumi dari negara-negara Asia Tenggara ditampilkan sebagai bagian dari visual pertunjukan.

Visual tersebut mengangkat kekayaan alam kawasan ASEAN, termasuk kesuburan lahan dan hasil produksi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai negara di Asia Tenggara.

Melalui We Will Rock You, pertunjukan tersebut membawa pesan tentang kebersamaan dan persatuan, dengan musik sebagai medium yang mempertemukan penonton dari berbagai latar belakang dalam satu ritme dan satu perayaan sepak bola ASEAN.

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/isyana-sarasvati-dan-choir-mercu-buana-ajak-sugbk-bernyanyi-bersama-lewat-we-will-rock-you 

Baca Terusannya »»  

Agnez Mo Bawa Pesan Bermimpi Besar Lewat Flyin' High di FIFA ASEAN Cup 2026


 

Penyanyi Indonesia Agnez Mo menjadi salah satu penampil utama dalam Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026. Pada kesempatan tersebut, Agnez Mo membawakan Flyin' High dalam pertunjukan yang memadukan musik, koreografi, dan teknologi visual.

Penampilan tersebut hadir setelah rangkaian prosesi pembukaan dan menjadi bagian dari cerita seremoni mengenai semangat untuk bermimpi lebih besar, menembus batas, serta membawa semangat Indonesia ke panggung global.

Agnez Mo tampil bersama para dancer di atas panggung, sementara visual projection mapping memperluas pertunjukan hingga ke area lapangan SUGBK.

Teknologi visual tersebut mengubah stadion menjadi sebuah ruang terbuka yang menampilkan perjalanan sejumlah burung endemik dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

Burung-burung tersebut ditampilkan terbang bersama dalam satu perjalanan. Masing-masing merepresentasikan kekayaan alam dan identitas negara peserta, sementara perjalanan bersama menjadi bagian dari visualisasi tentang persatuan, harapan, dan masa depan yang dibangun melalui kolaborasi di kawasan Asia Tenggara.

Visual ini dikembangkan dengan dukungan teknologi projection mapping dari Celsius Creative Lab. Kreasi animasi, pencahayaan, musik, dan koreografi disusun secara terintegrasi mengikuti penampilan Agnez Mo di panggung malam itu.

Sebagai salah satu penyanyi Indonesia yang memiliki kiprah internasional, Agnez Mo membawa representasi talenta kreatif Indonesia dalam seremoni pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026. Ia juga baru-baru ini tampil dalam serial internasional Reacher, yang turut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di industri hiburan global.

Sebagaimana diketahui, Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di SUGBK, Jumat 25 September 2025, sebelum pertandingan perdana Division 1 Timnas Indonesia. Seremoni pembukaan ini menjadi bagian dari rangkaian perhelatan edisi perdana FIFA ASEAN Cup yang berlangsung di Indonesia

 

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/agnez-mo-bawa-pesan-bermimpi-besar-lewat-flyin-high-di-fifa-asean-cup-2026 

Baca Terusannya »»  

Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 Hadirkan Perpaduan Sepak Bola, Musik, dan Budaya ASEAN

 

 


 

Opening Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026, menjelang pertandingan Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A Division 1.

Seremoni pembukaan edisi perdana FIFA ASEAN Cup tersebut menjadi perayaan semangat kebersamaan negara-negara di kawasan ASEAN melalui perpaduan sepak bola, musik, budaya, teknologi, dan visual storytelling.

Sebagai informasi, Opening dan Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan inisiatif PSSI bersama FIFA, dengan dukungan Mas Didiet dan tim, yang menunjuk PT Visual Indomedia Produksi (VIP) atau EMTEK VIP sebagai tim produksi.

Konsep seremonial ini membawa pesan bahwa kompetisi tidak hanya menjadi ruang untuk saling berhadapan, tetapi juga bagian dari semangat yang menyatukan negara-negara di kawasan ASEAN. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan sepak bola ASEAN yang terus melahirkan talenta-talenta baru dan memiliki semangat yang semakin kuat untuk tampil di panggung sepak bola dunia.

Rangkaian pembukaan diawali dengan countdown yang dilanjutkan pertunjukan kembang api spektakuler di rooftop SUGBK. Setelah itu, suasana berlanjut melalui prelude call yang menghadirkan bunyi-bunyian penyambutan dari negara tuan rumah Indonesia.

Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Agnez Mo yang membawakan lagu Flyin' High. Penampilan tersebut menjadi bagian dari alur cerita yang mengangkat semangat Indonesia sebagai tuan rumah untuk menginspirasi kawasan ASEAN melalui sepak bola dan kreativitas.

Rangkaian musik berikutnya menghadirkan Isyana Sarasvati bersama Mercu Buana University Choir yang membawakan We Will Rock You, sebelum seremoni memasuki bagian defile negara peserta.

Dalam defile parade, pembawa acara memperkenalkan bendera negara-negara yang berkompetisi di Division 1 Indonesia, yakni Indonesia, Bangladesh, Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Pakistan. Parade tersebut menjadi simbol keberagaman negara peserta yang berkumpul dalam satu panggung kompetisi.

Setelah defile, seremoni dilanjutkan dengan trophy presentation yang mengangkat tema Legends to New Generations. Segmen tersebut menggambarkan kesinambungan perjalanan sepak bola ASEAN dari generasi terdahulu menuju generasi baru.

Rangkaian Opening Ceremony kemudian ditutup dengan pertunjukan kembang api sebagai penanda dimulainya perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen yang mempertemukan 14 tim, termasuk seluruh 11 negara anggota ASEAN dan tiga tim undangan.

Division 1 yang berlangsung di Indonesia diikuti delapan negara dan digelar di Jakarta serta Bandung, sementara Division 2 berlangsung di Hong Kong, China.
Di Indonesia, pertandingan Division 1 dimulai pada Jumat 25 September 2026. Bangladesh menghadapi Malaysia pada pukul 16.00 WIB di SUGBK, sebelum tuan rumah Indonesia bertemu Singapura pada pukul 20.00 WIB.

Melalui Opening dan Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026, VIP menghadirkan pertunjukan berskala besar yang memadukan budaya, musik, olahraga, teknologi, dan visual storytelling untuk merayakan keberagaman sekaligus semangat kebersamaan ASEAN.

 

 

Sumber : https://www.pssi.org/news/opening-ceremony-fifa-asean-cup-2026-hadirkan-perpaduan-sepak-bola-musik-dan-budaya-asean 

Baca Terusannya »»  

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Malaysia Bungkam Bangladesh 3-0

 


Jakarta - Timnas Malaysia mengawali kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menang meyakinkan 3-0 atas Bangladesh. Arif Aiman mencetak dua gol di laga ini.

Bangladesh vs Malaysia pada laga pertama Grup A divisi pertama FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Malaysia tampil dominan sejak awal laga.

Harimau Malaya membuka keunggulan di menit ke-18. Umpan panjang Nooa Laine menemui Arif Aiman.

Aiman dengan tenang menuntaskan peluang tersebut jadi gol lewat sepakan mendatar. Malaysia unggul 1-0.

Malaysia menggandakan keunggulan di menit ke-37. Bangladesh melakukan kesalahan saat melakukan umpan di daerah sendiri.

Bola yang berhasil dicuri dialirkan ke Stuart Wilkin. Wilkin menyodorkannya ke Aiman yang tak terkawal di sisi kanan kotak penalti. Tembakan pemain Johor Darul Ta'zim ini tak terbendung Mehedi Hasan Srabon.

Malaysia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Malaysia tak mengendurkan serangan selepas jeda. Pasukan Tan Cheng Hoe mencetak gol ketiga di menit ke-52.

Umpan silang LeVere Corbing Ong dari sisi kiri bisa dikontrol dengan baik oleh Bergson da Silva. Sepakan memutar badan Bergson tak memperdayai Srabon.

Pada menit ke-71, Malaysia punya peluang menambah gol lewat Brad Tapp. Percobaannya tapi masih bisa diamankan Srabon.

Bangladesh mencoba mengancam lewat sepakan pemain pengganti Mohammed Shahriar Emon. Tembakannya masih lemah hingga muda diamankan oleh Haziq Nadzli.

Malaysia menutup laga dengan kemenangan 3-0. Hasil ini membawa Malaysia ke puncak klasemen Grup A. Bangladesh di urutan terakhir dengan belum meraih angka.

Dua tim lain di grup ini yaitu Indonesia dan Singapura baru akan saling bertemu setelah laga ini.

 

Susunan Pemain

Bangladesh: Mehedi Hasan Srabon; Shakil Ahad Topu, , Tariq Kazi, Zayan Ahmed, Saad Uddin, Hamza Choudhury, Fahamedul Islam, Sohel Rana, Farhaan Ali Wahid, Shamit Shome, Rakib Hossain

Malaysia: Haziq Nadzli;, Brad Tapp, Quentin Cheng, Dion Cools, LaVere Corbin Ong, Arif Aiman, Manuel Hidalgo, Stuart Wilkin, Nooa Laine, Faisal Halim, Bergson da Silva



Sumber : https://sport.detik.com/juara-bola-asia-tenggara-2026/liga-indonesia/d-8679251/hasil-fifa-asean-cup-2026-malaysia-bungkam-bangladesh-3-0

Baca Terusannya »»  

BMKG Ajak Masyarakat Mengenali Harvest Moon yang Hiasi Langit Indonesia 26 September 2026

 


Jakarta, 25 September 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa fenomena astronomi Harvest Moon atau Bulan Panen akan menghiasi langit malam Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026. Masyarakat dapat menyaksikan piringan Bulan yang tampak bulat utuh dan bersinar terang secara aman tanpa perlu menggunakan alat pelindung mata khusus.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa Harvest Moon merupakan istilah tradisional bagi fase bulan purnama yang terbit paling dekat dengan hari ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.

“Ekuinoks sendiri merupakan fenomena ketika matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Kondisi ini membuat durasi siang dan malam di hampir seluruh penjuru Bumi relatif sama panjang, yaitu sekitar 12 jam,” kata Ayu, Jumat (25/9).

Secara historis, penamaan Harvest Moon berawal dari kebiasaan para petani di Eropa dan Amerika Utara pada era sebelum listrik ada. Mereka memanfaatkan pendar cahaya purnama yang sangat terang untuk melanjutkan aktivitas memanen hasil pertanian hingga larut malam.

Ayu menambahkan bahwa waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah saat posisi Bulan sudah berada cukup tinggi di langit. Khusus wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan akan mulai terbit pukul 17:29 WIB. Namun, pada jam tersebut Bulan masih sulit terlihat karena posisinya dekat dengan garis horizon.

“Masyarakat dapat mulai mengamati Harvest Moon secara optimal mulai pukul 20:00 WIB, saat piringan Bulan sudah naik tinggi, hingga mencapai puncaknya pada pukul 23:39 WIB,” jelasnya.

Di samping keindahan visualnya, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap mewaspadai potensi kenaikan permukaan air laut. Posisi Bulan, Matahari, dan Bumi yang berada dalam satu garis lurus menciptakan gaya gravitasi gabungan yang memicu fenomena Pasang Purnama. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi dan surut menjadi lebih rendah dari biasanya.

 

 

Sumber : https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-ajak-masyarakat-mengenali-harvest-moon-yang-hiasi-langit-indonesia-26-september-2026 

Baca Terusannya »»  

Hadapi Kekeringan, Kementerian PU Selamatkan 141.440 Ha Sawah dan Penuhi Kebutuhan Air Bagi 1,75 Juta Jiwa

 


Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan darurat kekeringan untuk memastikan ketersediaan air guna menjaga produktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kemarau yang masih berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. Sejak Bulan Juli hingga 24 September 2026, Kementerian PU mencatat penanganan telah dilakukan di 3.288 lokasi yang meliputi 358 lokasi di area persawahan, 2.553 lokasi di area permukiman serta 377 lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Penanganan tersebut telah menyelamatkan 141.440 hektare sawah dari ancaman gagal tanam dan gagal panen, membantu memenuhi kebutuhan air bagi 1,75 juta jiwa dengan total air bersih yang tersalurkan sebanyak 48,9 juta liter serta dukungan air bagi penanganan karhutla.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, penanganan kekeringan dan ancaman kebakaran harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu dengan memastikan ketersediaan air di lapangan.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody.

Guna menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian, 358 lokasi penanganan dilaksanakan dengan pemompaan air sungai ke sawah, normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder, pembuatan saluran darurat serta pengaturan giliran air dan distribusi air agar kebutuhan setiap petak sawah dapat terpenuhi secara lebih merata. Teknologi irigasi hemat air juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan penggunaan air sehingga dapat menjangkau areal persawahan yang lebih luas. Dari total 358 lokasi tersebut, 272 lokasi diantaranya telah selesai ditangani dan 86 lokasi dalam penanganan

Kementerian PU juga berupaya melakukan penanganan kekeringan dengan memenuhi kebutuhan domestik masyarakat. Dari total 2.553 lokasi, sebanyak 2.077 lokasi telah selesai dan 476 lokasi saat ini masih dalam penanganan. Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, Kementerian PU mengerahkan mobil tangki dan hidran umum ke kawasan permukiman, membangun sumur bor, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perusahaan air minum guna memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. Saat ini air bersih yang telah terdistribusi sebanyak 48,9 juta liter air dengan penerima manfaat sebanyak 1,75 juta jiwa. 

Seluruh penanganan tersebut dikawal melalui Satuan Tugas Antisipasi El Nino yang secara berkala memantau kondisi bendungan, embung, dan jaringan irigasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber-sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang masih berpotensi berlangsung hingga November 2026.

"Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun menjaga produktivitas pertanian. Penanganan juga terus dievaluasi agar dukungan dapat diberikan secara tepat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Menteri Dody.

Dalam pelaksanaannya, penanganan kekeringan juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bergotong royong menyediakan air dan sumur bor. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama periode kemarau.

Kementerian PU juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Masyarakat maupun pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan air dapat mengajukan kebutuhan melalui balai-balai teknis Kementerian PU di wilayah masing-masing, sehingga penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

 Masyarakat juga dapat menghubungi Kementerian PU melalui Kanal Pelaporan Bencana di Call Center 158 ext 4, atau menghubungi WhatsApp Center di nomor 0815-1000-0158



Sumber : https://pu.go.id/berita/hadapi-kekeringan-kementerian-pu-selamatkan-141440-ha-sawah-dan-penuhi-kebutuhan-air-bagi-175-juta-jiwa

Baca Terusannya »»  

Riau-Jambi Nihil Hotspot Karhutla, Pengelolaan Gambut Diperkuat

 

Jakarta, 25 September 2026 - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah yang masih mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Sementara itu, pada pemantauan terbaru, Riau dan Jambi tidak terdeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Kamis (24/9) pukul 21.15 WIB, secara nasional terdeteksi 575 hotspot high confidence, meningkat 231 titik dibandingkan 344 titik pada Rabu (23/9). 

Pada enam provinsi prioritas, hotspot high confidence tercatat:

• Kalimantan Tengah: 261 titik, meningkat dari 156 titik;
• Kalimantan Barat: 26 titik, turun dari 33 titik;
• Sumatera Selatan: 25 titik, meningkat dari 4 titik;
• Kalimantan Selatan: 9 titik, turun dari 11 titik;
• Jambi: 0 titik, turun dari 2 titik; dan
• Riau: 0 titik, tetap nihil.

Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 321 hotspot high confidence, dibandingkan 206 titik sehari sebelumnya. Peningkatan terutama terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, sementara Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan mengalami penurunan serta Riau dan Jambi nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan lebih dari satu hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Operasi Darat dan Udara Tetap Disiagakan
Pemerintah saat ini mengerahkan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing. Pengoperasian armada udara terus disesuaikan dengan perkembangan titik api, potensi awan, arah angin, kondisi asap, jarak pandang, dan keselamatan penerbangan.

Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.

Kalimantan Tengah tetap menjadi perhatian utama operasi, mengingat jumlah hotspot masih menjadi yang tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Pada kawasan gambut, pembasahan dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala saat kondisi mengering.

Karhutla Juga Mengancam Satwa Liar dan Habitatnya
Selain perlindungan masyarakat, Kementerian Kehutanan memperkuat penyelamatan satwa liar yang terdampak karhutla. Kebakaran dapat merusak tutupan habitat, mengurangi sumber pakan, serta mendorong satwa keluar dari hutan menuju kebun maupun permukiman.

Masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak karhutla diminta tidak melakukan penanganan sendiri. Jaga jarak, catat lokasi secara jelas apabila kondisi memungkinkan, dan segera laporkan kepada Balai KSDA atau petugas terdekat agar penyelamatan dapat dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan peralatan yang sesuai.

Pencegahan Karhutla Berbasis Gambut dan Desa Diperkuat
Pada Kamis (24/9), Presiden Prabowo Subianto memimpin diskusi di Istana Merdeka bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan gambut dan pencegahan karhutla. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan karhutla serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Pemerintah juga mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa arah penguatan kelembagaan tersebut ditujukan untuk memperbesar porsi pencegahan, termasuk melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan serta pelibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan rawan kebakaran. Langkah tersebut melengkapi pengendalian yang saat ini berlangsung di lapangan melalui deteksi dini, patroli, pemadaman darat dan udara, OMC, serta penegakan hukum.

Pantauan Kondisi Udara dan Jarak Pandang
Pantauan PM2,5 menunjukkan kondisi udara Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah area di Sumatera dan terutama Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan secara lokal terdapat area dalam kategori berbahaya.

Pantauan BMKG Aviation pada dini hari Jumat (25/9) menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah prioritas:

• Palangka Raya: sekitar 2 kilometer, berasap;
• Pontianak: sekitar 1,5 kilometer, berasap;
• Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap;
• Jambi: sekitar 5 kilometer, berasap;
• Pekanbaru: sekitar 7 kilometer, berawan; dan
• Banjarmasin: sekitar 8 kilometer, cerah berawan.

Di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah lainnya, BMKG juga mencatat jarak pandang lebih rendah, antara lain sekitar 800 meter di Buntok dan 1 kilometer di Muara Teweh, dengan kondisi berasap. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan jumlah hotspot tidak selalu langsung diikuti oleh perubahan kondisi udara. Asap yang telah terbentuk dapat bertahan atau bergerak mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer, sementara pada ekosistem gambut bara dapat tetap aktif di bawah permukaan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, serta memastikan tidak ada aktivitas yang dapat menjadi sumber kebakaran baru.

Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.



Sumber : https://www.kehutanan.go.id/pers/riau-jambi-nihil-hotspot-karhutla-pengelolaan-gambut-diperkuat-1


Baca Terusannya »»  

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air per 25 September 2026

 

 

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana baru dan penanganannya di beberapa wilayah Indonesia dalam periode Kamis (24/9) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (25/9) pukul 07.00 WIB. Kejadian baru yang terpantau antara lain cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kebakaran di fasilitas pengelolaan sampah. Kondisi kering, angin kencang, suhu udara panas dan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko serta memperluas dampak kebakaran.

Di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, cuaca ekstrem dipicu angin kencang pada Kamis (24/9) pukul 18.06 WIB. Kejadian yang berlangsung di Gampong Kayu Beringin dan Gampong Uring, Kecamatan Bukit, tersebut berdampak pada sekitar 22 kepala keluarga (KK). Sebanyak dua kepala keluarga mengungsi sementara ke rumah kerabat. Dari hasil pendataan, terdapat empat unit rumah rusak berat, empat unit rusak sedang, dan 14 unit rusak ringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah bersama masyarakat melakukan pembersihan material secara gotong royong sekaligus menyalurkan bantuan masa panik.

Di Jawa Timur, karhutla terjadi di Kabupaten Ponorogo, Kota Malang, dan Kabupaten Bojonegoro. Di Kabupaten Ponorogo, kebakaran terjadi pada Rabu (23/9) malam di Desa Tanjungsari dan merambat ke lahan tebu di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar tujuh hektare dan api telah berhasil dipadamkan. Sementara di Kota Malang, kebakaran terjadi di kawasan hutan produksi jenis pinus di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bumiaji, dengan luas sekitar 2,29 hektare. Kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan, namun penyebabnya masih dalam proses penyelidikan. Api telah berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke area lainnya.

Di Kabupaten Bojonegoro, kebakaran lahan dan rumpun bambu terjadi pada Rabu (23/9) sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah Kecamatan Bojonegoro. Kebakaran berdampak pada sekitar satu hektare lahan. BPBD bersama Damkarmat melakukan asesmen, berkoordinasi dengan unsur terkait, serta melakukan pemadaman. Api telah berhasil dipadamkan.

Karhutla juga terjadi di Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, sejak Selasa (22/9). Kebakaran yang terjadi di kawasan RPTN Cabang SPTN Wilayah II Bungur tersebut berdampak pada sekitar 600 hektare lahan. Penanganan yang dilakukan hingga Kamis (24/9), menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi yang sulit, keterbatasan sumber air dan jarak titik api yang cukup jauh dari sumber air. Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan peralatan tangan dan jet shooter. Penanganan selanjutnya diperkuat dengan pemadaman langsung menggunakan pompa portable dan jet shooter serta pemadaman tidak langsung melalui pembuatan ilaran api.

Di Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Kabupaten Magelang. Kebakaran mulai terjadi pada Selasa (22/9) dan membakar vegetasi berupa rumput serta pohon pinus. Hasil pemantauan menggunakan drone Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan luas kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merapi yang terbakar selama periode 22–24 September mencapai sekitar 59,5 hektare. Sebagian besar area telah berhasil dipadamkan hingga Kamis (24/9) malam. Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan patroli untuk memastikan tidak terdapat titik api baru, mengingat masih terdapat bara di sejumlah lokasi.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (24/9), tepatnya di Desa Sambiduwur, Kecamatan Tanon. Kejadian bermula ketika api membakar rumpun bambu dan kemudian merambat ke lahan jati. Berdasarkan laporan lapangan, kejadian dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah. Sekitar tiga hektare lahan jati dan lima rumpun bambu terbakar. BPBD dan Damkar Kabupaten Sragen melakukan asesmen dan penanganan, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla. Api telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, kebakaran terjadi di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, Jawa Tengah, kembali terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 11.32 WIB. Kebakaran terjadi pada tumpukan sampah di Blok B, C, dan D1 dengan total area terbakar sekitar 1,36 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim gabungan melakukan penanganan melalui pemadaman dan suplai air, sementara Dinas Kesehatan Kota Surakarta membuka pos kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat sekitar. Penanganan juga melibatkan unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Kondisi di lokasi turut dipengaruhi suhu udara yang mencapai 36 derajat Celsius dan angin yang cukup kencang.

Di Sulawesi Utara, karhutla terjadi di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara. Di Kabupaten Minahasa, kebakaran terjadi pada Kamis (24/9) sekitar pukul 18.30 WITA di Kelurahan Kinali, Kecamatan Kawangkoan, dengan luas sekitar dua hektare. Api telah berhasil dipadamkan setelah BPBD berkoordinasi dengan Damkar dan unsur terkait melakukan penanganan di lokasi. Laporan awal menyebut kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah, namun informasi tersebut masih berupa dugaan sementara.

Sementara di Kabupaten Minahasa Utara, kebakaran di kawasan kaki Gunung Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, telah berdampak pada sekitar 280 hektare lahan berdasarkan pendataan. Laporan menyebut angin kencang turut memicu penyebaran api. Penanganan dilakukan secara gabungan oleh BPBD, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, KPH, relawan, serta unsur masyarakat. Sejumlah titik api berhasil dilokalisir dan pemadaman masih diperkuat di lapangan.

Di Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di Kota Palopo, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Sidenreng Rappang. Di Kota Palopo, kebakaran terjadi di sekitar kawasan Battang dan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat. Terdapat tiga titik api yang kemudian merambat pada vegetasi pakis hutan dan membakar sekitar lima hektare lahan. Api telah berhasil dipadamkan pada Kamis (24/9).

Di Kabupaten Pinrang, kebakaran lahan terjadi di Desa Padang Loang, Kecamatan Patampanua, pada Kamis (24/9) sekitar pukul 17.15 WITA. Kebakaran berdampak pada sekitar 10 hektare lahan. BPBD Kabupaten Pinrang melakukan koordinasi dengan unsur terkait untuk pendataan dan penanganan. Api telah berhasil dipadamkan. Sementara di Kabupaten Sidenreng Rappang, kebakaran lahan terjadi di Desa Mainungan, Desa Mattirotasi, dan Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, dengan luas sekitar 10 hektare. Penanganan dilakukan BPBD bersama Damkar dan unsur terkait, dan api telah berhasil dipadamkan.

Di Nusa Tenggara Barat, karhutla terjadi di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan luas lahan terbakar sekitar 127 hektare. Hingga Kamis (24/9), tersisa satu titik api dengan luasan sekitar 127 hektare. Lokasi berada cukup jauh, dengan waktu tempuh sekitar enam jam dan berada di kawasan tebing. Kondisi berkabut serta angin kencang turut menjadi kendala dalam penanganan. Penambahan personel dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, dan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani akan dilakukan untuk memperkuat pemadaman.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipengaruhi kondisi cuaca. Pada wilayah yang mengalami kondisi kering, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas pembakaran yang tidak diawasi dapat dengan cepat merambat ketika kondisi vegetasi kering, terutama apabila disertai angin kencang. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.

Kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah daerah. Ketika terjadi angin kencang, masyarakat dapat menghindari aktivitas di sekitar pohon, papan reklame, bangunan atau benda yang berpotensi roboh, mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin, serta memastikan saluran air dan lingkungan sekitar rumah dalam kondisi bersih untuk mengantisipasi hujan lebat.

BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, Manggala Agni, pengelola kawasan, relawan, dan masyarakat terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, dan segera menghubungi aparat atau layanan kebencanaan setempat apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.




Sumber : https://www.bnpb.go.id/berita/perkembangan-situasi-dan-penanganan-bencana-di-tanah-air-per-25-september-2026

 

 

 

Baca Terusannya »»  

FEKDI x IFSE 2026: Talenta dan Inovasi Digital sebagai Penggerak Daya Saing Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia


 

Pengembangan talenta dan inovasi digital dilakukan dengan sinergi Merah Putih untuk memperkuat daya saing ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Sinergi tersebut diarahkan untuk mencetak talenta yang mampu menciptakan, mengembangkan, dan menjaga ekosistem digital secara mandiri sehingga transformasi digital tidak hanya bertumpu pada penguatan infrastruktur dan perluasan layanan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi Merah Putih ini tecermin melalui komitmen bersama “Talenta Digital untuk Indonesia Maju". Komitmen ini disepakati bersama oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem, dan Ketua Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) Eka Fitria dalam momen FEKDI x IFSE 2026 hari kedua di Jakarta Internasional Convention Center (JICC), Jakarta (25/9).

Indonesia memiliki modal demografi yang kuat, dengan 68,94% penduduk berada pada usia produktif yang didominasi generasi milenial dan Gen Z. Namun, Destry mengingatkan bahwa  peningkatan penetrasi internet belum sepenuhnya diimbangi dengan literasi digital dan ketersediaan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kesenjangan ini perlu dijembatani melalui penyelarasan kebutuhan industri, pembelajaran terintegrasi, dan penyerapan talenta yang optimal. Inovasi dan talenta harus bergerak bersama," tegas Destry.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, generasi muda perlu mengimbangi penguasaan teknologi dengan fondasi hard science yang kuat agar mampu memahami, mengembangkan, dan mengevaluasi teknologi secara kritis. Brian Yuliarto menekankan pentingnya menyiapkan talenta unggul yang terus belajar dan adaptif terhadap perubahan. “Kami mengundang otoritas dan pelaku industri untuk semakin dekat dengan kampus agar pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi selaras dengan kebutuhan nyata. Masa depan transformasi digital sangat ditentukan oleh kesempatan yang kita berikan kepada generasi muda untuk belajar, berkarya, dan berkembang," ujar Brian.

“Inovasi tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. QRIS Antarnegara menjadi salah satu bukti bagaimana sebuah gagasan dikembangkan menjadi inovasi yang implementatif dan berdampak," ujar Destry. Sejalan dengan semangat tersebut, pada kesempatan ini Bank Indonesia dan  Banco Central de Timor-Leste (BCTL) menandatangani Nota Kesepahaman di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital. Nota Kesepahaman tersebut mencakup penguatan kerja sama di bidang sistem pembayaran dan setelmen serta inovasi keuangan digital, sekaligus menjadi landasan pengembangan konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Timor-Leste. Inisiatif ini diharapkan dapat mendukung transaksi dan aktivitas ekonomi kedua negara serta mewujudkan pembayaran lintas batas yang lebih mudah, efisien, aman, dan inklusif.


PUSAT INOVASI DIGITAL INDONESIA (PIDI)

Sebagai langkah untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta digital, Bank Indonesia mengembangkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). Program ini dilakukan melalui tiga inisiatif utama, yaitu Hackathon sebagai ruang eksperimen inovasi, Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) sebagai wadah pengembangan talenta melalui pelatihan, sertifikasi, dan bursa kerja, serta Strategic Intelligent Market Analysis (SIGMA) untuk memastikan inovasi selaras dengan kebutuhan pasar. Inisiatif tersebut diimplementasikan melalui PIDI: DIGDAYA x Hackathon 2026 yang merupakan kompetisi inovasi dan pengembangan talenta digital. Pada prosesnya, telah dilakukan seleksi finalis dari 2.094 proposal inovasi terkait ekonomi dan keuangan digital, termasuk aspek manajemen risiko. Inovasi dari para talenta digital tersebut  dipertemukan dengan pelaku industri dan calon pengguna melalui PIDI Digital Talent Expo, Business and Talent Matching, serta PIDI Hall of Fame. Melalui interaksi upscale, connect, and inspire, para inovator memperoleh masukan untuk menyempurnakan gagasan, memperluas jejaring, dan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi ini diperkuat melalui berbagai inisiatif nasional dan prosesi Digital Partnership Handshake yang menghubungkan kapasitas talenta dengan kebutuhan industri dan ruang implementasi, dengan tetap mengedepankan keamanan, ketahanan ekonomi dan keuangan digital, serta pelindungan konsumen.

Pada momentum FEKDI x IFSE 2026 ini, Bank Indonesia telah mengumumkan pemenang program PIDI: Hackaton x DIGDAYA 2026. Inovasi produk dan layanan digital yang terpilih sebagai juara diharapkan dapat menjadi solusi digital yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Para pemenang dapat diakses pada tautan berikut.

PEREMPUAN DAN GENERASI MUDA, PENGGERAK INOVASI DIGITAL

Perempuan dan generasi muda memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan bonus demografi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui transformasi digital. “Jangan hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi kita juga harus mampu menjadi produsen yang menciptakan teknologi yang impactful dan inclusive," ujar Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam High Level Talk bertema “Women & Talent: Mencetak Talenta Digital dan Ekspansi Ekonomi Berbasis Inovasi". Destry menegaskan bahwa pengembangan talenta digital harus berorientasi pada kebutuhan ekonomi dan masyarakat agar tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia dengan kemampuan teknis, tetapi juga melahirkan inovator yang mampu menciptakan solusi berdampak dan inklusif. Dalam konteks tersebut, Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang diinisiasi Bank Indonesia diharapkan menjadi wadah pengembangan talenta dan inovasi, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi perempuan dan generasi muda untuk berkembang, menjawab kebutuhan pasar, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

Dari sisi pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyoroti perlunya pendidikan tinggi untuk menghadirkan panutan perempuan di berbagai institusi untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkembang di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Menurutnya, membuka ruang tersebut perlu diikuti dengan pendidikan yang membekali talenta dengan kompetensi yang relevan di era AI, tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga daya pikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi. “Dengan adanya AI, hal-hal teknis bisa semakin banyak digantikan oleh AI. Kalau kita hanya berinvestasi pada pendidikan yang mengutamakan kemampuan teknis, justru kita bisa semakin tertinggal," tegas Stella.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menggarisbawahi sinergi triple helix untuk memperkuat daya saing talenta di pasar global dan membuka peluang ekspor jasa digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi secara tepat dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian dengan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi dalam mendigitalisasi pasar rakyat dan pedagang melalui sistem pembayaran digital, pelatihan penjualan daring, serta pemanfaatan InaExport, platform digital B2B (business-to-business) resmi dari Kementerian Perdagangan untuk mempertemukan produk Indonesia dengan pasar internasional.

Sementara itu, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, dan CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menekankan pemberdayaan perempuan, inklusivitas, etika, serta penguatan jalur pembelajaran dan karier agar perempuan semakin berperan sebagai inovator, pemimpin, dan pengambil keputusan di ekosistem digital. Yenny menyoroti bahwa tantangan perempuan dalam memanfaatkan teknologi tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga ekosistem dan kepercayaan diri. Sejalan dengan hal tersebut, Neneng menekankan pentingnya menerjemahkan pemanfaatan teknologi ke dalam solusi yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan. Ia mencontohkan pemanfaatan fitur merchant AI assistant yang membantu pelaku usaha, termasuk merchant Grab Indonesia yang mayoritas merupakan perempuan, untuk menganalisis menu yang paling laku, mengatur kebutuhan bahan, dan meningkatkan penjualan hingga 15%.

Kesetaraan akses dan penguatan ekosistem menjadi kunci agar seluruh talenta termasuk perempuan dapat berkontribusi optimal dalam ekonomi dan keuangan digital. “Perempuan kalau punya kemampuan dan integritas, kenapa harus diragukan?" ujar Destry. Hal tersebut sejalan dengan pandangan pembicara lainnya mengenai pentingnya membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk mengambil peran dalam ekosistem digital. Dengan dukungan ekosistem yang inklusif, talenta perempuan dan laki-laki dapat bersama-sama mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta, dengan fokus hari pertama pada penguatan sinergi nasional, hari kedua pada pengembangan talenta dan inovasi digital, serta hari terakhir pada penguatan konektivitas EKD antarnegara. Masyarakat dapat mengikuti berbagai seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, dan sesi jejaring. FEKDI x IFSE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang showcase dan kolaborasi, tetapi juga ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan nyata industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi EKD nasional.

Informasi lengkap mengenai rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 dapat diakses pada situs fekdixifse.co.id.  


Sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2820126.aspx

Baca Terusannya »»  

Jaga Kepercayaan Masyarakat, OJK Perkuat Keamanan Ekosistem Keuangan Digital, FEKDI dan IFSE 2026 Hari Kedua

 

Jakarta, 25 September 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat keamanan ekosistem keuangan digital dan pelindungan konsumen sebagai fondasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat, sekaligus memastikan inovasi keuangan digital memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, dalam Leader's Insight pada Casual Talk bertema "Menjaga Kepercayaan, Mengawal Inovasi: Ekosistem Digital yang Aman dan Berdaulat" yang menjadi rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Jumat.

Dalam sesi ini, Dicky menyampaikan bahwa inovasi digital memiliki peran strategis dalam mendorong produktivitas nasional dan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Inovasi digital kita itu tujuannya adalah untuk mendorong produktivitas yang akhirnya menjadi engine of growth kita, dengan visi atau target pertumbuhan ekonomi kita sebesar 8 persen," kata Dicky.

Sektor jasa keuangan, lanjut Dicky, berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan inovasi teknologi dengan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

Dicky menjelaskan bahwa inovasi membutuhkan kepercayaan, dan kepercayaan membutuhkan kolaborasi. Pelindungan konsumen tidak cukup hadir ketika masalah sudah terjadi, tetapi harus proaktif dan preventif sejak awal.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama agar inovasi keuangan digital dapat dimanfaatkan secara luas dan berkelanjutan. Kepercayaan tersebut harus dijaga sepanjang perjalanan konsumen, mulai dari desain produk, pemasaran, penggunaan layanan, hingga penanganan pengaduan dan pemulihan hak konsumen.

Lebih lanjut, Dicky menjelaskan, pesatnya perkembangan layanan keuangan digital juga diikuti dengan meningkatnya modus penipuan digital (scam) yang melibatkan berbagai platform sekaligus.

"Penipuan digital bersifat lintas sistem, sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas lembaga. Melalui satu pintu pelaporan yang terhubung dengan berbagai lembaga, kita ingin memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan tuntas," tegas Dicky.

OJK telah memiliki fondasi pelindungan konsumen melalui pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Ke depan, seluruh instrumen tersebut perlu bekerja sebagai satu ekosistem yang terintegrasi, antara lain melalui penguatan sinergi dengan Bank Indonesia serta kementerian dan lembaga terkait dalam membangun satu sistem pelaporan penipuan.

Pada casual talk tersebut menghadirkan Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia Sally Marintan Hutapea, Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Djoko Kurnijanto, serta perwakilan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) sebagai panelis. Pembahasan mencakup upaya menjaga kepercayaan masyarakat, pemanfaatan inovasi untuk keamanan ekosistem, resiliensi ekosistem digital, serta kolaborasi antarotoritas dan industri.

 

Membangun Talenta Digital dan Mendorong Inovasi

Hari kedua FEKDI x IFSE 2026 mengusung tema "Membangun Talenta Digital dan Mendorong Inovasi untuk Memperkuat Daya Saing Ekonomi Keuangan Digital Indonesia". Rangkaian kegiatan diawali Signature Moment Talenta Digital untuk Indonesia Maju oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, bersama sejumlah menteri, jajaran OJK, serta pimpinan asosiasi industri.

OJK juga berpartisipasi dalam Casual Talk bertema "Strategi dan Pemanfaatan Inovasi Digital sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi". Pada sesi tersebut, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan IAKD OJK Gonthor Ryantori Aziz menyampaikan bahwa strategi regulasi digital OJK diarahkan untuk menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas sistem keuangan melalui tiga pilar, yaitu ruang uji coba (sandbox), standar dasar yang kuat, serta evaluasi berbasis bukti.

Regulatory Sandbox menjadi jembatan antara inovasi dan kepatuhan. Melalui sandbox, manfaat dan risiko inovasi diuji secara terbatas sebelum dipasarkan secara luas. Namun, kelulusan dari sandbox tidak otomatis memberikan izin usaha, sehingga peserta tetap wajib menindaklanjuti proses perizinan atau pendaftaran. 

Layanan keuangan yang semakin terintegrasi menuntut pengawasan lintas otoritas yang lebih solid. Karena itu, sinergi OJK, BI, serta kementerian dan lembaga terkait diperlukan agar ekosistem keuangan digital tetap inovatif, aman, dan terpercaya. 

Selain sesi utama, FEKDI x IFSE 2026 hari kedua juga menghadirkan Digital Talent Expo, business matching, serta talkshow di mini stage yang menampilkan inisiatif industri dalam memperluas inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM.



Sumber : https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/FEKDI-dan-IFSE-2026-Hari-Kedua.aspx


Baca Terusannya »»  

Ratusan Pereli Ramaikan Lintasan Baru di KEK Batang, Dongkrak Wisata Olahraga Jateng

 


BATANG — Ratusan pereli dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Putaran 4, di lintasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (25/9/2026).

Para peserta mengaku antusias melintasi lintasan baru sepanjang 5,3 kilometer, dengan pemandangan Laut Jawa di kawasan tersebut.

Peserta asal Batam, Kepulauan Riau, Bintang Barlean, menyatakan senang ketika seri kejurnas menghadirkan trek baru seperti di Batang.

“Kali ini di Batang trek baru juga. Suatu hal yang menyenangkan bagi kami para driver, kalau dibuatkan trek-trek baru,” katanya.

Bintang sudah berkecimpung di dunia rally sekitar delapan tahun, sejak berusia 13 tahun. Meski belum banyak mencari informasi tentang karakter lintasan Batang, dia siap menghadapi trek tersebut.

Menurut Bintang, persiapan fisik menjadi salah satu hal utama, selain memastikan kesiapan mobil melalui pengecekan ulang. Tahun ini targetnya gelar juara nasional Grup M.

Dia pun menyambut kemungkinan Batang kembali menjadi lokasi seri berikutnya.

“Kalau memang dibuat lagi seperti ini, pasti kami para driver langsung support,” ungkap Bintang.

Kejurnas Sprint Rally Putaran 4 ini diikuti lebih dari 110 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antara lain dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Banten, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Kepulauan Riau.

Panitia menyebut, jumlah peserta kali ini meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang belum mencapai 100 peserta. Sejumlah nama dari luar Jawa, termasuk peserta asal Kalimantan dan juara bertahan tahun lalu, kembali turun dalam persaingan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, kehadiran lebih dari ratusan peserta dari berbagai daerah, menunjukkan tingginya minat terhadap penyelenggaraan rally di Jawa Tengah.

Menurutnya, pemilihan KEK Industropolis Batang juga menunjukkan kawasan tersebut tidak semata menjadi lokasi investasi dan industri.

“KEK Batang ini bukan hanya tempat investasi. Tidak hanya tempat logistik berkait dengan investasi, tapi juga ada pariwisata, yang di dalamnya ada sport tourism,” ujarnya.

Antusiasme peserta terhadap trek baru itu juga menjadi perhatian Gubernur Luthfi. Dia menyebut, sudah ada keinginan agar seri berikutnya kembali digelar di Batang.

Gubernur berharap, penyelenggaraan event olahraga ikut menggerakkan UMKM dan aktivitas ekonomi di sekitar Batang.

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/ratusan-pereli-ramaikan-lintasan-baru-di-kek-batang-dongkrak-wisata-olahraga-jateng/ 

Baca Terusannya »»  

Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia, Menteri Kebudayaan Dorong Kolaborasi Strategis Literasi Budaya

 

Jakarta, 25 September 2026 – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling melengkapi dalam memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran yang berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. 

Perpustakaan Danantara - Museum Nasional Indonesia merupakan kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust dan Kementerian Kebudayaan melalui Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya untuk memperluas akses pengetahuan, budaya membaca, serta literasi masyarakat. Melalui pilar pendidikan dan budaya, inisiatif ini menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus memperkuat peran Museum Nasional Indonesia sebagai pusat edukasi sejarah dan kebudayaan Nusantara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi kolaborasi dan dukungan Danantara dalam menghadirkan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, sehingga warisan buku yang ada di Museum Nasional Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan oleh publik. Selain itu, perpustakaan dalam museum merupakan bagian dari infrastruktur riset dan produksi pengetahuan museum.  

“Museum dan perpustakaan tumbuh sebagai satu ekosistem yang menghubungkan koleksi, dokumentasi, riset, pendidikan, dan akses publik. Buku-buku yang ada, 30.000 buku, tanpa kolaborasi ini, mungkin tidak bisa di-display atau dimanfaatkan dengan baik. Kolaborasi strategis ini mendorong perpustakaan dan museum sebagai elemen yang saling melengkapi,” ungkap Menbud. 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin menyampaikan bahwa kolaborasi ini turut membuka lebih banyak kesempatan agar pengetahuan yang tersimpan di Museum Nasional Indonesia dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas. Ia menyampaikan bahwa koleksi perpustakaan mencakup buku umum, buku bertema budaya daerah, buku internasional, buku referensi, terbitan Museum Nasional Indonesia, serta hikayat dan literatur lama.

”Sementara ini beberapa koleksi unggulan adalah koleksi arsip dan terbitan Batavia Genootschap, koleksi sastra lama termasuk Serat Centhini, dan terbitan khusus Museum Nasional Indonesia yang berisi kajian sejarah, budaya, dan benda koleksi. Ada juga buku tertua tahun 1859, Netherlands Oost-Indië, dan buku perjalanan dari Dr. S.A. Buddingh,” papar Kepala Museum dan Cagar Budaya.

Perpustakaan Danantara - Museum Nasional Indonesia telah mengintegrasikan teknologi Senayan Library Management System (SLiMS) dan fasilitas Online Public Access Catalog (OPAC). Sebagai upaya menjaga kelestarian koleksi, kapasitas kunjungan dibatasi maksimal 20 orang per jam dengan sistem registrasi daring (online) untuk pemilihan jadwal dan ketersediaan sesi. Selain ruang baca, fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan publik meliputi ruang layanan informasi, ruang rapat (meeting room), serta loker penitipan barang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap kedepannya museum dan perpustakaan dapat tumbuh sebagai satu ekosistem terpadu yang menghubungkan koleksi, dokumentasi, riset, pendidikan, dan akses publik. “Perpustakaan Danantara ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran Museum Nasional Indonesia sebagai ruang pengetahuan dan pembelajaran budaya. Sekaligus mendukung tugas dan fungsi museum dan cagar budaya dalam mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya untuk kepentingan masyarakat”.

Hadir dalam acara peresmian ini yaitu, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen; Ketua Pengawas Danantara Indonesia Trust, Aivi Santoso; Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak;  Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito; dan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional, Adin Bondar. Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; para Dewan Pengawas Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya; dan para Penasihat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Danantara Indonesia Trust diharapkan terus berkembang, sehingga Museum Nasional Indonesia mampu bertransformasi menjadi institusi publik yang semakin terbuka, terhubung, dan produktif dalam menghasilkan pengetahuan. Lebih dari sekadar ruang edukasi, penguatan museum dan perpustakaan ini menjadi modal penting dalam menggerakkan ekonomi budaya yang berkelanjutan serta memperkuat industri kreatif nasional. Pada akhirnya, kebudayaan hadir tidak hanya sebagai fondasi untuk memperkuat persatuan dan membangun kemajuan bangsa, tetapi juga sebagai mesin penggerak pertumbuhan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.




Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/resmikan-perpustakaan-danantara-museum-nasional-in


Baca Terusannya »»  

Polri Kedepankan Pengamanan Humanis di FIFA ASEAN Cup 2026, Sebanyak 3.852 Personel Dikerahkan

 

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Sebanyak 3.852 personel Polri dikerahkan untuk mengamankan rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (25/09/2026).

Pada hari tersebut, dua pertandingan digelar, yakni Bangladesh menghadapi Malaysia, kemudian Timnas Indonesia melawan Singapura. Untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman dan tertib, Polri mengedepankan pola pengamanan yang profesional, humanis, dan terukur.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, ribuan personel tersebut tergabung dalam Operasi Garuda Bakti 2026. Selain mengamankan pertandingan, personel juga disiagakan untuk mengatur lalu lintas di sekitar kawasan GBK.

“Seluruh personel diarahkan menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan terukur, serta tidak diperbolehkan membawa senjata api. Pengamanan juga mengedepankan koordinasi dan kolaborasi dengan panitia pelaksana,” ujarnya.

Pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas tim dan penonton tetap lancar, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan GBK.

Polri juga mengingatkan para penonton untuk mengikuti proses pemeriksaan serta mematuhi arahan petugas selama berada di area stadion. Penonton diminta tidak membawa benda-benda yang berpotensi membahayakan keamanan.

“Kita berharap pertandingan berlangsung aman dan nyaman, sementara kegiatan masyarakat di sekitar GBK tetap berjalan dengan baik. Mari ikuti arahan petugas dan bersama-sama menjaga suasana tetap tertib,” pungkasnya.





Sumber : https://tribratanews.polri.go.id/blog/keamanan-6/polri-kedepankan-pengamanan-humanis-di-fifa-asean-cup-2026-3-852-personel-dikerahkan-106464


Baca Terusannya »»  

Menteri Ekraf: Integrasi Finansial dan Talenta Digital Kunci Ekonomi Kreatif

 


Jakarta, 25 September 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menghadiri Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jumat (25/9).

Dalam kehadirannya, Menteri Ekraf menyampaikan, ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global memerlukan fondasi pembiayaan yang inklusif serta penguasaan teknologi mutakhir agar para kreator lokal mampu mentransformasikan kekayaan intelektual menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

"Dan kegiatan ini juga mencerminkan bagaimana ketika talenta, industri, dan pemerintah bergerak bersama, inovasi akan menghadirkan dampak bagi Indonesia. Dari talenta, nantinya akan menghadirkan solusi nyata,” ujar Teuku Riefky.

Kehadiran Menteri Ekraf sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan talenta digital serta memperkenalkan program, kebijakan, dan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Ekraf dalam mengimplementasikan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) melalui Rencana Aksi 2026–2029. Rencana ini mencakup delapan strategi pengembangan, yakni riset, pendidikan, pendanaan dan pembiayaan, infrastruktur, pemasaran, insentif, fasilitasi kekayaan intelektual, serta pelindungan hasil kreativitas.

“Melalui kolaborasi strategis di ajang ini, kami berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya insani kreatif yang cakap digital sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk inovatif tanah air agar dapat mandiri dan bisa mendunia,” tegas Teuku Riefky.

FEKDI x IFSE 2026 diselenggarakan pada 24–26 September 2026 oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan asosiasi industri.

Mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas otoritas dan industri dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

Pada hari kedua, Menteri Ekraf turut mengikuti Signature Moment berupa pemutaran video PIDI dan aktivasi simbolis Digital Partnership bersama Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Ketua Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem, serta Ketua Asosiasi Pelaku Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) Ari Rizaldi.

“Sinergi merah-putih dan kolaborasi lintas sektor yang inklusif merupakan kunci utama untuk mengubah Indonesia dari sekadar pengguna menjadi pencipta inovasi digital yang berdaya tahan. Mari bergerak bersama demi menciptakan dampak nyata yang lebih besar bagi kemajuan bangsa,” ujar Destry.

Selain itu, Menteri Ekraf meninjau keterlibatan Kementerian Ekraf dalam PIDI Talent Expo 2026 yaitu Karir Expo terkurasi untuk meningkatkan kompetensi, menampilkan inovasi, memperluas jejaring, dan menghubungkan talenta dengan kebutuhan industri, yang meliputi pelaksanaan Digital Talent Training Camp melalui mobilisasi ekosistem industri kreatif dan Talent Expo yaitu pengisian booth Kementerian Ekraf dan booth Industri dengan menghadirkan para Pegiat Ekraf sambil berinteraksi dengan mahasiswa, serta meninjau booth lainnya yang ada dalam Digitalent Expo 2026.

"Mencoba game konsol mirip Mario dan permainan kartu Sekata di booth ekraf ternyata cukup seru. Selain dapat pengalaman baru dan mencoba permainan yang belum pernah dimainkan sebelumnya, saya juga jadi lebih tahu kreativitas dan karya yang ditampilkan,” ujar Mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Riyan Arya Syahputra.

Kementerian Ekraf juga terlibat dalam kurasi serta penjurian inovasi dari program PIDI Digdaya x Hackathon 2026​​, sebuah inisiatif nasional yang dirancang bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai perjalanan guna memperkuat kualitas inovasi, serta menghasilkan talenta dan solusi digital yang siap diimplementasikan dan berdampak bagi perekonomian Indonesia. Sebagai pemenang dari kategori Profesional, startup "ADAKARIR" menghadirkan inovasi berbasis AI Job Matching berbasis kompetensi, dan Startup "EXPRESSO" dari kategori mahasiswa menghadirkan inovasi untuk mendeteksi anomali real-time via SNAP.

Turut hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie. Menekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi M. Neil El Himam serta Direktur Kreativitas Teknologi Dandy Yudha Feryawan.

 

 

Sumber : https://ekraf.go.id/news/menteri-ekraf-integrasi-finansial-dan-talenta-digital-kunci-ekonomi 

Baca Terusannya »»  

Kemenkes Uji Coba Reformasi JKN di Tulungagung, Perkuat Rujukan Berbasis Kompetensi dan Standar Layanan

 


Tulungagung, 25 September 2026 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai menguji coba reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara terintegrasi di Kabupaten Tulungagung. Reformasi ini mencakup tiga perubahan utama, yakni sistem rujukan berbasis kemampuan pelayanan (kompetensi), penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), serta penerapan sistem pembayaran berbasis kelompok diagnosis Indonesia (iDRG).

Uji coba dilakukan untuk memastikan perubahan sistem dapat berjalan baik di lapangan sebelum diterapkan secara nasional. Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu dari empat daerah yang dipilih sebagai lokus uji coba, bersama Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, mengatakan Tulungagung dipilih karena memiliki kesiapan yang baik, tidak hanya dari sisi rumah sakit tetapi juga ekosistem layanan kesehatan secara keseluruhan.

“Yang kita nilai bukan hanya rumah sakitnya, tetapi seluruh sistemnya. Rujukan dimulai dari Puskesmas, klinik, dan dokter praktik mandiri. Karena itu, sistem di daerah harus siap, ajeg, dan terintegrasi,” ujar Dirjen Azhar.

Dalam reformasi JKN, sistem rujukan akan bergeser dari pola berjenjang berdasarkan kelas rumah sakit menjadi rujukan berdasarkan kemampuan pelayanan yang dimiliki fasilitas kesehatan.

Dengan sistem baru, pasien tidak harus melewati seluruh jenjang rumah sakit apabila fasilitas kesehatan yang lebih tinggi memang memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Rujukan dapat dilakukan langsung ke fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.

“Kalau dulu rujukannya berjenjang dari kelas D, C, B sampai A, sekarang rujukan berdasarkan kompetensi. Dari Puskesmas, pasien bisa langsung ke rumah sakit yang memang memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” jelas dr. Azhar.

Perubahan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi rujukan transit yang tidak diperlukan.

Di Tulungagung, sistem rujukan juga mulai diuji untuk memastikan proses di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat berlangsung cepat. Dalam simulasi, proses rujukan tercatat dapat dilakukan dalam waktu sekitar 2 menit 47 detik, lebih cepat dari standar waktu yang ditetapkan, yakni di bawah 4 menit.

Reformasi kedua adalah penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Standar ini ditujukan untuk memastikan pasien mendapatkan lingkungan rawat inap yang memenuhi standar fasilitas dan kenyamanan.

Salah satu ketentuan utama adalah jumlah tempat tidur dalam satu kamar maksimal empat tempat tidur, disertai standar fasilitas seperti kamar mandi di dalam kamar, aksesibilitas, oksigen sentral, nurse call, pencahayaan, ventilasi, serta pengaturan suhu ruangan.

“Yang kita inginkan adalah pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan standar rawat inap harus tetap menjaga agar masyarakat memiliki akses terhadap tempat tidur,” katanya.

Reformasi ketiga adalah perubahan sistem pembayaran dari INA-CBGs menuju Indonesia Diagnosis Related Groups (iDRG).

Sistem iDRG dirancang agar pembayaran layanan kesehatan dapat lebih mencerminkan kompleksitas penyakit dan sumber daya yang digunakan dalam pelayanan. Sistem ini juga memperluas pengelompokan tingkat keparahan penyakit sehingga diharapkan dapat mengurangi perbedaan antara kompleksitas kasus dengan tarif yang dibayarkan.

Dalam sistem sebelumnya, pengelompokan kasus pada INA-CBGs secara sederhana terbagi dalam tingkat ringan, sedang, dan berat. Melalui iDRG, pengelompokan dikembangkan menjadi lima tingkat keparahan, yaitu ringan, ringan-sedang, sedang, sedang-berat, dan berat.

Selain itu, sistem iDRG mengakomodasi sekitar 57 ribu kasus penyakit yang sebelumnya belum memiliki kelompok dan tarif.

“Dengan iDRG, pengelompokan penyakit menjadi lebih rinci sehingga pembayaran dapat lebih sesuai dengan kompleksitas kasus yang ditangani,” ujar Azhar.

BPJS Kesehatan juga mendukung pelaksanaan uji coba reformasi JKN dan menilai integrasi sistem menjadi salah satu kunci keberhasilan implementasi.

BPJS juga mendorong integrasi sistem informasi antara fasilitas kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan, termasuk melalui integrasi P-Care, ASPAK, SISSDMK, dan Rekam Medis Elektronik (RME).

Melalui uji coba ini, Kemenkes bersama BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan akan melakukan penyempurnaan sebelum reformasi JKN diterapkan secara lebih luas.

Tujuan akhirnya adalah bagaimana sistem kesehatan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Sistem rujukan lebih tepat, rawat inap lebih nyaman, dan pembayaran layanan lebih sesuai dengan kompleksitas penyakit.




Sumber : https://kemkes.go.id/id/kemenkes-uji-coba-reformasi-jkn-di-tulungagung-perkuat-rujukan-berbasis-kompetensi-dan-standar-layanan

Baca Terusannya »»  

BRIN–Jepang Perkuat Kolaborasi Enzim, Bidik Pengembangan Bioekonomi Asia-Pasifik


 

Bogor, 25 September 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Amano Enzyme Inc., Jepang, memperkuat kolaborasi riset dan inovasi teknologi enzim untuk mendorong pemanfaatan hasil riset menuju aplikasi industri dan pengembangan bioekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Kolaborasi ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai sumber biokatalis baru bernilai tambah.

Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus The 3rd Asia Pacific–Japan Enzyme Technology Symposium yang berlangsung di Bogor, 26 September 2026. 

Mengusung tema “Enzyme Frontiers in Asia-Pacific: Molecular Insights to Transformative Applications”, forum ini mempertemukan ilmuwan, peneliti, akademisi, dan profesional dari Asia-Pasifik dan Jepang untuk membahas perkembangan teknologi enzim serta memperluas jejaring riset dan inovasi menuju aplikasi yang lebih transformatif.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, teknologi enzim memiliki posisi strategis dalam pengembangan bioekonomi karena dapat menghubungkan kemajuan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di sektor industri.

“Teknologi enzim memiliki peran penting dalam pengembangan bioekonomi karena mampu menyediakan katalis biologis yang selektif dan efisien untuk menghasilkan proses dan produk yang lebih berkelanjutan. Tantangannya adalah bagaimana hasil riset tersebut dapat terus dikembangkan hingga memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat dan industri,” ujar Arif.

Menurut Arif, perkembangan teknologi enzim semakin cepat seiring dengan konvergensi berbagai disiplin ilmu. Protein engineering, biologi komputasi, dan kecerdasan artifisial (AI) memungkinkan peneliti mempercepat proses penemuan, karakterisasi, dan rekayasa enzim untuk menghasilkan biokatalis dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.

“Konvergensi protein engineering, biologi komputasi, dan kecerdasan artifisial membuka peluang besar untuk mempercepat penemuan dan rekayasa enzim. Kemampuan tersebut memungkinkan kita menghasilkan biokatalis dengan stabilitas, selektivitas, dan efisiensi katalitik yang semakin baik,” jelas Arif.

Bagi Indonesia, kemajuan teknologi tersebut memiliki arti strategis karena didukung oleh kekayaan biodiversitas yang sangat besar. Mikroorganisme yang berasal dari lingkungan tropis, laut, maupun lingkungan ekstrem berpotensi menjadi sumber enzim dengan karakteristik unik yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan industri.

Namun, kekayaan biodiversitas tidak cukup jika hanya berhenti pada tahap penemuan. Diperlukan kapasitas ilmiah, infrastruktur penelitian, kolaborasi multidisiplin, serta jalur translasi yang mampu menghubungkan hasil penelitian dengan pengembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar, termasuk mikroorganisme dan enzim dari lingkungan tropis, laut, maupun lingkungan ekstrem. Potensi ini perlu kita dorong agar tidak berhenti sebagai pengetahuan atau sumber daya biologis, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi dan produk bernilai tambah yang menjawab kebutuhan industri,” tutur Arif.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan industri menjadi penting untuk memperkuat proses translasi dari riset menuju pemanfaatan. Kerja sama internasional juga memberikan peluang bagi peneliti Indonesia untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, teknologi, jejaring, dan pengalaman pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi BRIN dengan Amano Enzyme Inc. menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kapasitas riset dan kekayaan biodiversitas Indonesia dengan pengalaman industri dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi enzim. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka peluang identifikasi biokatalis baru, pengembangan teknologi yang lebih efisien, serta pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan industri.

The 3rd Asia Pacific–Japan Enzyme Technology Symposium menjadi momentum untuk memperluas dialog dan jejaring tersebut. Selain membahas perkembangan mutakhir teknologi enzim, forum ini diharapkan mempertemukan berbagai kepakaran dan membuka peluang kolaborasi baru dalam penelitian, pengembangan teknologi, dan pemanfaatan hasil riset.

Bagi BRIN, penguatan kolaborasi di bidang teknologi enzim merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem riset dan inovasi yang semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan. Integrasi kekuatan biodiversitas, kapasitas ilmiah, teknologi mutakhir, dan jejaring industri diharapkan dapat membawa hasil riset lebih jauh dari laboratorium menuju pemanfaatan yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia dan kawasan.

Dengan demikian, pengembangan teknologi enzim tidak hanya menjadi bagian dari kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi salah satu peluang untuk mendorong pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, memperkuat hubungan riset dengan industri, serta meningkatkan kontribusi riset dan inovasi terhadap pengembangan bioekonomi Indonesia.

 

Baca Terusannya »»