Rabu, 31 Mei 2017

Sumur Warga Tertolong Hujan

BLORA – Hujan yang mengguyur Blora sejak tiga hari terakhir, menyejukkan warga yang tengah menjalankan puasa Ramadan. Meski hujan turun tidak cukup lebat dan durasinya juga tidak lama, namun sudah cukup untuk menambah cadangan air bersih di sumur-sumur warga.
Ancaman kesulitan mendapatkan air seiring datangnya musim kemarau, untuk sementara bisa terhindari. Sejumlah warga di desa-desa yang kerap mengalami kekeringan mengatakan, jika hujan tidak turun, sebagian besar air sumur akan habis dalam waktu tidak lama lagi.
‘’Beruntung hujan turun lagi, bahkan tiga hari berturutturut Jumat, Sabtu dan Minggu saat malam,’’ujar Surati (45), salah seorang warga Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, kemarin.
Dia mengungkapkan, hampir setiap tahun sebagian warga di desanya kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Ibu empat orang anak itu mengaku hampir setiap tahun pula Pemkab mengirim bantuan air bersih.
Menurutnya, sumur-sumur umum yang kerap diambil airnya oleh warga hingga kini airnya masih cukup banyak. ‘’Kalau hujan masih turun lagi beberapa hari ke depan, berarti cadangan air di sumur akan semakin berlimpah,’’ tandasnya.
Dia mengemukakan, meski air di sejumlah sumur umum akan kering pada musim kemarau, warga di desanya masih bisa mendapatkan air bersih. Namun, warga harus berjalan kaki cukup jauh karena sumur yang ada airnya terletak di tengah sawah.
Sumber Air
‘’Di sumur itu sumber airnya cukup besar. Ketika sumur lain habis airnya, biasanya warga datang ke sumur itu,’’ katanya. Lain halnya yang dikemukakan Jiman (55) warga Desa Sonorejo Kecamatan Blora.
Menurutnya, saat musim kemarau, kebutuhan air bersih terpenuhi dengan cara membeli dari pedagang. Sebab, bantuan air bersih yang dikirim Pemkab tidak setiap hari diberikan. ‘’Setiap hari kami butuh air.
Kalau mengandalkan bantuan dari Pemkab, tentu saja tidak cukup. Biasanya bantuan diberikan seminggu sekali,” ujarnya. Kakek dua orang cucu itu mengaku sumur di rumahnya hingga kini masih ada airnya.
Dia pun tidak perlu jauh-jauh mendapatkan air bersih dari sumur umum di desanya. Menurutnya, sejak awal April, hujan mulai jarang turun. Dia pun memperkirakan musim hujan telah berganti ke musim kemarau.
‘’Di saat cadangan air di sumur mulai menipis, ternyata hujan turun hampir tiap malam selama tiga hari. Ini berkah Ramadan. Berarti musim kemarau mundur,’’ katanya.  

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/sumur-warga-tertolong-hujan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar