HUT TNI ke 81 2026

Cari Blog Ini

Senin, 06 Februari 2017

Bupati Pati Kandidat Ketua PTMSI Jateng




SEMARANG – Sebanyak 29 Pengurus cabang Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) se-Jawa Tengah akan segera menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Kabupaten Pati, 25- 26 Februari mendatang. Agenda utama Musprov adalah untuk memilih Ketua Umum PTMSI Jateng periode 2017-2021.
Menurut Penanggungjawab Sementara (PjS) sekaligus Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah periode sebelumnya Johan Hermawan, Musprov Februari ini ingin mempersatukan seluruh pengurus cabang untuk bersama-sama membenahi PTMSI Jateng. Di samping itu dengan organisasi yang tertata dengan baik, maka para atlet tenis meja Jateng dapat didorong untuk terus berprestasi di berbagai turnamen nasional maupun internasional.
Untuk menyatukan visi dan misi tersebut, para pengurus menggelar rapat koordinasi di Resto Jawa Deles Kedungmundu, belum lama ini. ”Tidak hanya sekadar menyatukan visi dan misi menuju Musprov saja, kami juga ingin mempererat tali silaturahmi antarpengurus cabang se-Jateng,” ujar Johan di sela-sela rapat.
Atlet Potensial
Para pengurus cabang mengapresiasi penyelenggaraan rapat koordinasi ini dan Musprov yang akan segera digelar. Salah satu perwakilan pengurus PTMSI Kabupaten Sragen Haryanto mengatakan bahwa ketidakjelasan kepengurusan sejak 2012, telah membawa dampak negatif bagi prestasi para atlet tenis meja Jateng. ”Kasihan para atlet. Bahkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat mereka didiskualifikasi karena belum memiliki pengurus organisasi yang jelas. Padahal Jawa Tengah punya atlet-atlet tenis meja potensial yang siap bertanding,” kata Ketua Umum PTMSI Kabupaten Sragen itu.
Senada dengan keluhan Haryanto, Sekretaris Jenderal PTMSI Jateng Ahwan Satriyo menegaskan bahwa sesuai dengan Sistem Keolahragaan Nasional, Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/- ART) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan AD/ART Pengurus Besar (PB) PTMSI, maka Pengurus Provinsi (Pengprov) semua cabang olahraga prestasi harus tunduk pada KONI. ”Ini ada kubu Pengprov PTMSI Jateng yang malah menyatakan tunduk pada Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Ini jelas keliru dan harus segera diluruskan,” sambungnya.
Kondisi kepengurusan PTMSI semacam ini juga terjadi di provinsi lain, seperti Bali dan DI Yogyakarta. Oleh sebab itu, 29 pengurus cabang PTMSI se-Jateng sepakat mendesak digelarnya Musprov dan mengusung calon tunggal Ketua Umum PTMSI Jateng untuk periode 2017-2021 yaitu Bupati Pati Haryanto.

Sumber Berita  : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/bupati-pati-kandidat-ketua-ptmsi-jateng/