HUT TNI ke 81 2026

Cari Blog Ini

Senin, 06 Februari 2017

Longsor Ancam Belasan Hunian Retakan di Rahtawu







KUDUS – Belasan rumah di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus masih terancam longsor. Kondisi tersebut dipicu longsor pekan lalu. Warga masih tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan memantau kondisi lingkungan, terutama saat turun hujan deras.
Akhir pekan kemarin, tebing setinggi 2 meter dan selebar 3 meter longsor. Hal itu menyebabkan fondasi rumah Ngatemi yang ada di atas tebing di Dukuh Semliro, Rahtawu ambrol, serta bagian samping dan belakang retak. Kejadian serupa dialami tetangganya, Ngadiran dan Bardi.
Menurut Komandan Koramil 08 Gebog Kudus Kapten Sukaryono, ancaman lebih berat menimpa Suwarti (50) warga RT 1- RW 4 Dukuh Semliro. Akibat longsor Jumat (3/2), bagian belakang rumah tergerus hingga fondasi dapur menggantung di atas tebing berketinggian sekitar 10 mjeter dan lebar 13 meter.
”Material longsoran menimpa sebagian rumah Jamari dan Ipah.” Saat hampir bersamaan, dua titik longsoran menutup akses jalan Gebog-Rahtawu.
Namun oleh petugas dibantu warga setempat, langsung dibersihkan. Guyuran hujan deras yang terjadi dalam dua pekan terakhir, menyebabkan tanah gembur dan longsor. Hal serupa disampaikan Kapolsek Gebog AKP Muhaimin.
Dia mengimbau warga yang tempat tinggalnya rawan longsor agar segera pindah atau mengungsi ke tempat lebih aman. Selain longsor, warga diminta mewaspadai pohon tumbang.
Pihaknya bersama Bhabinkamtibmas Desa Rahtawu, Aiptu Agus Riyanto, terus berpatroli. ìKami melihat ada beberapa retakan tanah di pemukiman. Kondisinya cukup membahayakan sehingga warga sebaiknya mengungsi ke tempat yang aman.”
Diatasi
Camat Gebog Saiful Huda mengakui beberapa kejadian tanah longsor terjadi di Desa Menawan dan Rahtawu dalam beberapa pekan terakhir.
Pihaknya bersama tim sukarelawan BPBD Kabupaten Kudus, TNI, petugas Polsek Gebog dan warga, langsung gotong royong mengatasi longsoran.
Beberapa langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi peristiwa susulan, antara lain memasang terpal dan membuat talut di titik bekas longsoran.
”Selain itu warga yang posisinya terancam agar mengunsi ke tempat yang lebih aman.” Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, belasan desa memiliki risiko longsor.
Peta paling rawan yaitu Desa Rahtawu, Menawan, Jurang dan Desa Kedungsari (Gebog), serta Desa Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Cranggang dan Kajar Kecamatan Dawe. Peristiwa longsor telah terjadi di Desa Soco, Kuwukan dan Japan (Dawe), serta Menawan dan Rahtawu (Gebog), sepanjang Januari hingga awal Februari 2017 ini.
Beberapa longsoran menutup akses jalan, dan tercatat sembilan tanah longsor terjadi di kawasan permukiman. ”Kawasan tersebut berada di lereng Pegunungan Muria.” .

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/longsor-ancam-belasan-hunian/