REMBANG, - Meski pun menimbulkan
polemik, Embung Desa Tegaldowo dipastikan akan tetap dioperasikan oleh
pemerintah desa setempat. Hingga, Selasa (30/1) kemarin, proses
pengurasan embung bantuan PT Semen Indonesia itu masih dilakukan warga
setempat.
Kades Tegaldowo, Suntono, saat dikonfirmasi menyatakan,
pengurasan air terpaksa dilakukan lantaran adanya kekhawatiran salah
seorang keluarga korban tewas melakukan aksi nekat menceburkan diri di
embung. Selain itu, kata Kades, pengurasan air juga untuk mengambil ikan
di dalamnya agar saat kembali diisi air tidak ada lagi aktivitas
memancing, sehingga embung untuk pengairan sawah itu tidak lagi memakan
korban jiwa.
Menurut Suntono, pihak desa akan melakukan sejumlah
evaluasi setelah insiden ini. Evaluasi meliputi perombakan pagar
pembatas serta keberadaan penjaga embung sepanjang 24 jam lamanya.
‘’Setelah air habis dikuras, ikan diambil. Kemudian kami akan memasang
pagar lebih tinggi, serta menempatkan penjaga di sana dengan sistem
bergantian selama 24 jam. Setelah itu, embung akan kami isi air
kembali,’’ terang Suntono.
Membantu Petani
Dia
menyebut, terkait anggaran perombakan pagar dan pengadaan pekerja
penjaga embung tidak akan menggunakan dana dari desa. Pihaknya akan
mengandalkan bantuan berbagai perusahaan yang banyak beroperasi di
Tegaldowo.
Suntono menambahkan, keberadaan embung selama ini
efektif membantu pengairan lahan pertanian di sekitarnya. Petani umumnya
menggunakan mesin diesel untuk menyedot air yang dialirkan ke sawah.
‘’Dengan kapasitas yang ada, air di embung bisa mengairi lahan pertanian
hinghga 25 hekatre,’’ ujarnya.
Kapolsek Gunem, AKP Jarot
menyatakan, setelah dilakukan pengurasan sejak Senin, ke dalam air
embung pada Selasa sore hanya tersisa sekitar 2 meter. Secara
keseluruhan kondisi masyarakat di sana aman dan kondusif.
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/news/detail/14437/Pemdes-Tetap-Akan-Operasikan-Embung-Tegaldowo



.jpg)

