Cari Blog Ini

Rabu, 31 Januari 2018

PMI Jepara Targetkan 18 Ribu Kantong Darah

JEPARA, -Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara menargetkan bisa mengumpulkan 18 ribu kantong darah untuk mencukupi kebutuhan di Kabupaten Jepara pada 2018 ini. Tahun lalu, PMI mengumpulkan sekitar 15 ribu kantong darah.
“Pada 2018 ini ketersediaan darah kami harapkan bisa cukup. Targetnya bisa 18 ribu kantong,” kata Ketua PMI Jepara Sutedjo S Sumarto saat memberikan sambutan dalam musyawarah kerja kabupaten (mukerkab) PMI di gedung PMI Jepara, Selasa (30/1).
Mukerkab dihadiri para anggota dewan kehormatan dan pengurus PMI Kabupaten Jepara, serta seluruh perwakilan pengurus PMI kecamatan se-Jepara. Mukerkab itu dibuka Asisten III Setda Jepara Edy Sujatmiko.
Mukerkab  merupakan ajang untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja tahun lalu, termasuk anggarannya. Selain itu juga menyusun  rencana kerja tahun yang akan datang, termasuk rancangan anggaran pendapatan dan belanja, serta membahas dan menetapkan hal-hal penting lainnya yang bersifat strategis.
Sutedjo mengungkapkan, ketersediaan darah pada 2017 relatif baik, namun ada saat dimana stok terbatas dan kurang pada saat Ramadan. Saat persediaan menipis pada Ramadan, biasanya PMI mengambil dari daerah lain. “Kami biasanya mengambil dari Kabupaten Sukoharjo saat terjadi krisis ketersediaan saat Ramadan,” ungkap dia.
Karena itu, ia berharap pada tahun ini ketersediaan cukup, termasuk saat Ramadan. Upaya Unit Tranfusi Darah untuk bekerja sama dengan masyarakat akan terus dilanjutkan dan ditingkakan agar makin banyak masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
Sutedjo mengungkapkan hal itu saat membahas fokus PMI pada 2018 selain tugas-tugas bantuan kemanusiaan yang lain.
Selain itu, di hadapan para pengurus PMI kecamatan, ia juga menyampaikan rencana PMI merekrut minimal dua relawan di tiap desa. “Kami punya puluhan relawan, tetapi penting untuk memiliki relawan di semua dsa dan kelurahan untuk mendukung langkah cepat PMI dalam merespons misalnya bencana alam dan masalah-masalah kemanusiaan lainnya,” ujar dia.
Zaenal Arifin, seorang sukarelawan asal Desa Dongos Kecamatan Kedung menanyakan bagaimana jika di desa ada yang ingin menjadi anggota .sukarelawan siaga bencana berbasis masyarakat (sibat) karena itu menjadi kebutuhan penting.
Kepala Markas PMI Jepara Rosiana Rahmawati menjelaskan, sibat di desa bisa direkrut, tetapi tetap dalam pelaksanaan tugas-tugas kesukarelawanan dalam payung dan koordinasi dengan PMI kecamatan. Ia menjelaskan, saat ini PMI unit markas memiliki 60 sukarelawan, ada 60 anggota satgana, dan 67 anggota sibat.
Sementara itu Edy Sujatmiko saat membacakan sambutan Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi berharap mukercab menghasilkan proggram kerja yang efektif untuk 2018. PMI, kata dia, merupakan mitra dekat pemerintah dalam melaksanakan beragam tugas bantuan kemanusiaan. Ia mendorong PMI bersama-sama dengan pemkab meningkatkan partisipasi publik untuk tugas-tugas bantuan kemanusiaan.



Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/news/detail/14446/PMI-Jepara-Targetkan-18-Ribu-Kantong-Darah