JEPARA, -Palang Merah Indonesia
(PMI) Kabupaten Jepara menargetkan bisa mengumpulkan 18 ribu kantong
darah untuk mencukupi kebutuhan di Kabupaten Jepara pada 2018 ini. Tahun
lalu, PMI mengumpulkan sekitar 15 ribu kantong darah.
“Pada 2018
ini ketersediaan darah kami harapkan bisa cukup. Targetnya bisa 18 ribu
kantong,” kata Ketua PMI Jepara Sutedjo S Sumarto saat memberikan
sambutan dalam musyawarah kerja kabupaten (mukerkab) PMI di gedung PMI
Jepara, Selasa (30/1).
Mukerkab dihadiri para anggota dewan
kehormatan dan pengurus PMI Kabupaten Jepara, serta seluruh perwakilan
pengurus PMI kecamatan se-Jepara. Mukerkab itu dibuka Asisten III Setda
Jepara Edy Sujatmiko.
Mukerkab merupakan ajang untuk mengevaluasi
pelaksanaan kerja tahun lalu, termasuk anggarannya. Selain itu juga
menyusun rencana kerja tahun yang akan datang, termasuk rancangan
anggaran pendapatan dan belanja, serta membahas dan menetapkan hal-hal
penting lainnya yang bersifat strategis.
Sutedjo mengungkapkan,
ketersediaan darah pada 2017 relatif baik, namun ada saat dimana stok
terbatas dan kurang pada saat Ramadan. Saat persediaan menipis pada
Ramadan, biasanya PMI mengambil dari daerah lain. “Kami biasanya
mengambil dari Kabupaten Sukoharjo saat terjadi krisis ketersediaan saat
Ramadan,” ungkap dia.
Karena itu, ia berharap pada tahun ini
ketersediaan cukup, termasuk saat Ramadan. Upaya Unit Tranfusi Darah
untuk bekerja sama dengan masyarakat akan terus dilanjutkan dan
ditingkakan agar makin banyak masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
Sutedjo mengungkapkan hal itu saat membahas fokus PMI pada 2018 selain tugas-tugas bantuan kemanusiaan yang lain.
Selain
itu, di hadapan para pengurus PMI kecamatan, ia juga menyampaikan
rencana PMI merekrut minimal dua relawan di tiap desa. “Kami punya
puluhan relawan, tetapi penting untuk memiliki relawan di semua dsa dan
kelurahan untuk mendukung langkah cepat PMI dalam merespons misalnya
bencana alam dan masalah-masalah kemanusiaan lainnya,” ujar dia.
Zaenal
Arifin, seorang sukarelawan asal Desa Dongos Kecamatan Kedung
menanyakan bagaimana jika di desa ada yang ingin menjadi anggota
.sukarelawan siaga bencana berbasis masyarakat (sibat) karena itu
menjadi kebutuhan penting.
Kepala Markas PMI Jepara Rosiana
Rahmawati menjelaskan, sibat di desa bisa direkrut, tetapi tetap dalam
pelaksanaan tugas-tugas kesukarelawanan dalam payung dan koordinasi
dengan PMI kecamatan. Ia menjelaskan, saat ini PMI unit markas memiliki
60 sukarelawan, ada 60 anggota satgana, dan 67 anggota sibat.
Sementara
itu Edy Sujatmiko saat membacakan sambutan Wakil Bupati Jepara Dian
Kristiandi berharap mukercab menghasilkan proggram kerja yang efektif
untuk 2018. PMI, kata dia, merupakan mitra dekat pemerintah dalam
melaksanakan beragam tugas bantuan kemanusiaan. Ia mendorong PMI
bersama-sama dengan pemkab meningkatkan partisipasi publik untuk
tugas-tugas bantuan kemanusiaan.
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/news/detail/14446/PMI-Jepara-Targetkan-18-Ribu-Kantong-Darah



.jpg)

