Kepala Dinas Kesehatan Jepara (DKK) Dwi Susilowati mengungkapkan
telah mengambil dan mengamankan sampel makanan untuk dilakukan
pemeriksaan laboratorium. Hal ini untuk mengetahui penyebab terjadinya
keracunan. “Sampai saat ini masih nunggu hasil laboratnya. Butuh waktu
lebih dari satu pekan. Katering yang bersangkutan juga kami beri
pembinaan,” tuturnya.
Pihaknya juga melaksanakan pembinaan dan monitoring pada jasa
katering di Kabupaten Jepara oleh tenaga Sanitarian di setiap puskesmas.
Ada pula pertemuan pembinaan pengusaha restro, rumah makan, catering,
dan jasa boga sebanyak 80 orang pada Sabtu (12/5) mendatang di aula DKK.
“Secara periodik kami akan melakukan pengawasan dan pengambilan sampel
ke usaha jasa katering. Sehingga perijinan yang sudah dikeluarkan secara
berkala tetap dalam pengawasan dan terkontrol,” tuturnya.
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menginstruksikan DKK Jepara agar
memperketat pengawasan jasa katering di Kota Ukir. Hal ini seiring
terjadinya dua kasus keracunan massal dengan korban lebih dari seratus
orang akibat menyantap makanan yang dibuat pelaku usaha katering.
Bupati Jepara melalui Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara Yoso Suwarno, menyatakan prihatin atas musibah keracunan yang menimpa siswa SDN 6 Mulyoharjo Kecamatan Jepara. Seperti diberitakan sebelumnya, seratus orang lebih mengalami keracunan paska menyantap makanan yang dibagikan pada acara istighotsah di sekolah tersebut, Selasa (1/5). Istigotsah yang diadakan Senin (30/4) malam tersebut dihadiri siswa kelas VI dan wali murid sebagai acara doa bersama sebagai persiapan USBN. Selain rawat jalan, puluhan korban terpaksa rawat inap di beberapa rumah sakit di Jepara. Makanan yang diduga menyebabkan keracunan tersebut dipesan dari salah satu jasa katering di Jepara.
Kejadian yang sama pada Kamis (3/5) juga menimpa warga RT 1 RW IV Dukuh Mulyoharjo Paving Desa Mulyoharjo, Jepara. Beberapa warga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan hajatan ruwahan salah satu warga dukuh tersebut. Bahkan, beberapa warga juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
“Pilihlah jasa katering yang sudah terdaftar dan memiliki izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan namanya sudah dikenal luas di masyarakat. Kesehatan dan keamanan pangan harus menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih makanan, jangan tergiur karena harga murah,” kata Ahmad Marzuqi.
Bupati juga meminta DKK Kabupaten Jepara untuk melakukan pengawasan ketat dan melakukan pembinaan terhadap jasa katering. Masalah keamanan pangan harus menjadi prioritas. “Apalagi saat ini, masyarakat sedang melaksanakan tradisi ruwahan sehingga permintaan akan berkat meningkat. Jangan ditoleransi jasa katering yang memanfaatkan aji mumpung dengan membuat makanan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan”, imbuhnya.
Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2018/05/09/71977/ini-alasan-dkk-cabut-sertifikat-laik-hegienis-sanitasi-katering-anisa
Bupati Jepara melalui Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara Yoso Suwarno, menyatakan prihatin atas musibah keracunan yang menimpa siswa SDN 6 Mulyoharjo Kecamatan Jepara. Seperti diberitakan sebelumnya, seratus orang lebih mengalami keracunan paska menyantap makanan yang dibagikan pada acara istighotsah di sekolah tersebut, Selasa (1/5). Istigotsah yang diadakan Senin (30/4) malam tersebut dihadiri siswa kelas VI dan wali murid sebagai acara doa bersama sebagai persiapan USBN. Selain rawat jalan, puluhan korban terpaksa rawat inap di beberapa rumah sakit di Jepara. Makanan yang diduga menyebabkan keracunan tersebut dipesan dari salah satu jasa katering di Jepara.
Kejadian yang sama pada Kamis (3/5) juga menimpa warga RT 1 RW IV Dukuh Mulyoharjo Paving Desa Mulyoharjo, Jepara. Beberapa warga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan hajatan ruwahan salah satu warga dukuh tersebut. Bahkan, beberapa warga juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
“Pilihlah jasa katering yang sudah terdaftar dan memiliki izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan namanya sudah dikenal luas di masyarakat. Kesehatan dan keamanan pangan harus menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih makanan, jangan tergiur karena harga murah,” kata Ahmad Marzuqi.
Bupati juga meminta DKK Kabupaten Jepara untuk melakukan pengawasan ketat dan melakukan pembinaan terhadap jasa katering. Masalah keamanan pangan harus menjadi prioritas. “Apalagi saat ini, masyarakat sedang melaksanakan tradisi ruwahan sehingga permintaan akan berkat meningkat. Jangan ditoleransi jasa katering yang memanfaatkan aji mumpung dengan membuat makanan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan”, imbuhnya.
Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2018/05/09/71977/ini-alasan-dkk-cabut-sertifikat-laik-hegienis-sanitasi-katering-anisa


