Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang pada 2013
bernama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menghilangkan sisi terluar bundaran
tersebut. Pertimbangannya, karena dinding bundaran sering rusak dihajar
kendaraan berat.
Tugu tersebut dibangun sekitar tahun 1998. Sebagai wujud kebanggaan
atas diraihnya piala adipura oleh Kabupaten Rembang. Semula, diameter
tugu sekitar 13 meter. Kemudian pada 2013 dikecilkan menjadi 11,8 meter.
Tak ada perubahan bentuk dari tugu tersebut sejak dibangun hingga
sekarang. Desain tugu tersebut terdiri dari beberapa ikon. Paling atas
merupakan piala adipura. Kemudian di bawahnya terdapat tiga kapal
menghadap ke timur, barat dan selatan. Tiga kapal itu ditopang oleh
empat ikan. Barulah, di bawahnya dibuat taman kecil.
Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Rembang Suyono mengakui kalau lebar jalan di sektiar bundaran tersebut kurang memadai. Opsi paling ideal, memangkas trotoar di depan Kantor Bupati dan Balai Kartini.
Tujuannya agar haluan kendaraan dari arah barat lebih banyak. Ketika ada kendaraan dari arah selatan belok ke timur, otomatis terjadi pertemuan arus. Karena kendaraan dari arah barat yang lurus ke arah timur boleh jalan terus.
”Memang, jalan ini perlu sedikit dilebarkan. Opsinya ya trotoar ini dipangkas untuk pelebaran jalan,” jelasnya.
PPKom Jalan Pantura Perbatasan Jateng – Jatim Priyono menjelaskan, pihaknya tak mempermasalahkan jika pemkab setempat berencana melebarkan jalan dengan memangkas trotoar.
Kalau opsi tersebut sifatnya mendesak, pihaknya siap berkoordinasi dengan instansi terkait. Adanya bundaran di jalan nasional seperti Pantura, sejatinya memang tetap harus memperhatikan lebar jalan ideal.
”Kalau itu memang diperlukan dan sifatnya mendesak, kami tidak masalah. Kami kan tidak bisa seenaknya. Karena itu bagian dari penataan kota juga,” ungkapnya.
Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2018/05/08/71661/ini-perlunya-trotoar-harus-dikepras-untuk-lebarkan-jalan
Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Rembang Suyono mengakui kalau lebar jalan di sektiar bundaran tersebut kurang memadai. Opsi paling ideal, memangkas trotoar di depan Kantor Bupati dan Balai Kartini.
Tujuannya agar haluan kendaraan dari arah barat lebih banyak. Ketika ada kendaraan dari arah selatan belok ke timur, otomatis terjadi pertemuan arus. Karena kendaraan dari arah barat yang lurus ke arah timur boleh jalan terus.
”Memang, jalan ini perlu sedikit dilebarkan. Opsinya ya trotoar ini dipangkas untuk pelebaran jalan,” jelasnya.
PPKom Jalan Pantura Perbatasan Jateng – Jatim Priyono menjelaskan, pihaknya tak mempermasalahkan jika pemkab setempat berencana melebarkan jalan dengan memangkas trotoar.
Kalau opsi tersebut sifatnya mendesak, pihaknya siap berkoordinasi dengan instansi terkait. Adanya bundaran di jalan nasional seperti Pantura, sejatinya memang tetap harus memperhatikan lebar jalan ideal.
”Kalau itu memang diperlukan dan sifatnya mendesak, kami tidak masalah. Kami kan tidak bisa seenaknya. Karena itu bagian dari penataan kota juga,” ungkapnya.
Sumber Berita : https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2018/05/08/71661/ini-perlunya-trotoar-harus-dikepras-untuk-lebarkan-jalan



