Jakarta, 27 Desember 2024 - Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru
& Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) telah melaksanakan program
Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu (Dalam Jabatan) tahun
2024. PPG bagi Guru Tertentu di tahun 2024 dilaksanakan dalam tiga
tahap, yakni Piloting PPG bagi Guru Tertentu tahap 1 dengan jumlah
peserta sebanyak 90.487 peserta, Piloting tahap 2 sebanyak 211.068
peserta, dan di tahap 3 sebanyak 305.046 peserta. Dengan total
keseluruhan peserta sebanyak 606.601 PPG bagi Guru Tertentu tahun 2024
dengan kelulusan sejumlah 598.558 (98,59%). Ini merupakan pelaksanaan
PPG bagi Guru Tertentu dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya. Guru yang telah lulus PPG berhak
mendapatkan sertifikat pendidik dan tunjangan sertifikasi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku pada tahun berikutnya.
Hal ini menunjukkan
komitmen nyata Kemendikdasmen dalam meningkatkan kompetensi dan
kesejahteraan guru. Langkah percepatan penuntasan guru yang belum
memiliki sertifikasi pendidik ini merupakan implementasi PPG sesuai
dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
(Permendikbudristek) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Pendidikan Profesi
Guru.
Program Pendidikan Profesi Guru memiliki dua fokus yakni
penyiapan Calon Guru (Prajabatan) dan penuntasan sertifikasi pendidik
bagi Guru Tertentu (Dalam Jabatan). Dengan adanya Program PPG,
diharapkan tercapai hadirnya guru-guru yang memiliki kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional sesuai amanat Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14
Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
Direktur Jenderal Guru dan
Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyampaikan,
hadirnya program penuntasan sertifikasi pendidik melalui PPG merupakan
langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan para
guru baik yang statusnya ASN maupun non-ASN.
“Selama ini program
PPG bagi Guru Tertentu telah berjalan dengan baik, tanpa ditemukan
hambatan-hambatan yang berarti. Selanjutnya, sebagai bagian dari
transformasi PPG bagi Guru Tertentu dan upaya percepatan sertifikasi
guru, kami menyelenggarakan PPG bagi Guru Tertentu tahun 2024 dengan
sasaran lebih besar dan dapat mendukung penuntasan guru yang belum
memiliki sertifikat pendidik. Kami tengah mengupayakan penuntasan
sertifikasi bagi 1.3 juta guru di bawah naungan Kemendikdasmen.
Diharapkan semua guru di Indonesia telah memiliki sertifikasi pendidik
(serdik) paling lambat di tahun 2026,” jelas Dirjen Nunuk.
Penyelenggaraan
program PPG bagi Guru Tertentu dilakukan melalui pembelajaran mandiri
dan penugasan terstruktur secara daring, tanpa memungut biaya pada
peserta atau gratis, karena sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah melalui
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu Dirjen
Nunuk juga menghimbau para guru agar berhati-hati terhadap segala bentuk
penipuan yang mengatasnamakan pihak manapun untuk meminta pungutan
biaya atau pembayaran dalam proses pelaksanaan PPG. Para guru juga
dihimbau menjaga integritasnya sebagai seorang guru untuk mengikuti
proses pembelajaran secara jujur dan mandiri.
Saat ini, terdapat
sekitar 480ribu guru yang mengikuti seleksi administrasi PPG bagi Guru
Tertentu yang telah dilaksanakan pada 28 November hingga 20 Desember
2024 melalui aplikasi SIMPKB. Bagi guru-guru yang belum termasuk sasaran
peserta PPG bagi Guru Tertentu 2024, nantinya dapat mengikuti seleksi
administrasi PPG bagi Guru Tertentu di periode berikutnya di tahun 2025.
Informasi resmi terkait PPG Kemendikdasmen RI dapat diakses melalui laman PPG pada tautan https://ppg.kemdikbud.go.id/











.png)