Lampung - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan Penanaman Sejuta Pohon di Taman Kehati Kotabaru dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun DPD Real Estat Indonesia (REI), bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku sektor properti dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pembangunan perumahan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. “Kita tidak boleh hanya membangun rumah dan kawasan, tetapi juga harus menjaga lingkungan dan masa depan generasi berikutnya. Penanaman pohon seperti ini adalah investasi jangka panjang untuk kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Menteri Ara.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan kawasan hunian yang hijau, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. “Kita ingin pembangunan perumahan di Indonesia semakin memperhatikan aspek lingkungan, ruang terbuka hijau, kualitas udara, dan keberlanjutan ekosistem,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga mengungkapkan rencana Kementerian PKP untuk menghadirkan kebijakan baru yang mendukung kelestarian lingkungan di kawasan perumahan. “Kementerian PKP ke depan berencana membuat kebijakan kewajiban menanam satu pohon untuk satu rumah, baik di perumahan subsidi maupun komersial. Kita ingin pembangunan perumahan juga memberikan kontribusi nyata terhadap penghijauan dan kualitas lingkungan,” tegasnya.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan kawasan hunian yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan. “Kalau jutaan rumah dibangun dan setiap rumah menanam satu pohon, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan Indonesia,” lanjutnya.
Menteri Ara juga menyampaikan apresiasi kepada REI atas dukungannya terhadap isu lingkungan hidup. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada REI yang selama ini sangat mendukung pemerintah dalam menjaga lingkungan, salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon seperti ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah REI yang menginisiasi kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari peringatan hari jadi organisasi. “Ini contoh kolaborasi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah. Kita ingin pembangunan properti tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha properti, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar. Berbagai jenis pohon ditanam di kawasan Taman Kehati Kotabaru sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat fungsi kawasan hijau di wilayah tersebut.
Menteri Ara menegaskan bahwa pembangunan kawasan hijau memiliki manfaat besar bagi masyarakat. “Pohon bukan hanya penghijauan, tetapi juga bagian dari perlindungan lingkungan, pengendalian suhu, menjaga kualitas udara, dan menciptakan ruang hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor properti dalam mendukung program pembangunan perumahan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ketua Umum REI Joko Suranto dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan penanaman sejuta pohon merupakan bentuk kontribusi nyata sektor properti terhadap pelestarian lingkungan. “Kami ingin pembangunan properti tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang tidak hanya fokus pada penyediaan hunian, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.



