JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menerima kunjungan delegasi Hawaii National Guard (HING) dan United States Military Group (USMILGP) yang dipimpin oleh Major General Stephen Logan selaku Adjutant General of Hawaii (TAG) sekaligus Director of Hawaii Emergency Management Agency di Graha BNPB, Jakarta pada Kamis (11/6).
Pada pertemuan ini, Kepala BNPB menjelaskan sejarah penanganan bencana yang dilakukan oleh BNPB dalam beberapa tahun terakhir.
“Tahun 2021 sampai 2023 dampak kerugian akibat bencana berhasil ditekan, tahun 2024 terjadi peningkatan jumlah korban terutama yang disebabkan oleh bencana besar antara lain erupsi Gunung Ruang dan Gunung Lewotobi Laki-laki, banjir lahar dingin Gunung Marapi serta tanah longsor di Sukabumi,” kata Suharyanto.
“Sementara pada tahun 2025, bencana yang menimbulkan dampak terbesar adalah banjir dan longsor di Sumatra yang dipicu oleh Siklon Senyar November 2025,” tuturnya.
Lebih lanjut Kepala BNPB mengungkap, lebih dari 1.000 sebaran kejadian bencana yang terjadi di Indonesia pada tahun 2026.
“Sampai 9 Juni 2026 ini, telah dicatat terjadi bencana sebanyak 1.051,” ucap Suharyanto.
Selanjutnya Suharyanto menyatakan dalam menjalankan program penanganan bencana dibutuhkan kolaborasi pentaheliks, agar penanganan dapat berjalan tepat sasaran.
“BNPB tidak bisa bekerja sendirian, kita mengenal istilah pentaheliks. Pertama adalah pemerintah, akademisi, media, dunia usaha dan terakhir masyarakat. Kalo ini bersatu padu bersinergi semua turun, meski jumlah bencana banyak, akan bisa mengatasi bencana yg terjadi di Indonesia,” tuturnya.
Berkaitan kolaborasi pentaheliks tersebut, BNPB membuka peluang kerjasama dengan HING dan USMILGP. Baik itu kerjasama di bidang pelatihan ataupun bidang lainnya terkhusus untuk mendukung penanggulangan bencana sehingga Indonesia menjadi semakin tangguh dan terlatih.
Sumber : https://bnpb.go.id/berita/bnpb-terima-kunjungan-delegasi-hawai-bahas-penanganan-bencana










