ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI BARAT DAYA SUMUR, KABUPATEN PANDEGLANG, PROVINSI BANTEN, TANGGAL 08 JULI 2026
INFORMASI GEMPA BUMI
Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 08 Juli 2026, pukul 02:44:53 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,79 LS – 105,12 BT, di Barat Daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Gempa bumi ini memiliki magnitudo M 5,5 dengan kedalaman hiposenter 10,0 km. Berdasarkan data dari GFZ (GeoForschungsZentrum), episenter gempa bumi berada pada koordinat 6,889 LS – 105,048 BT dengan magnitudo M 5,59 pada kedalaman hiposenter 10,0 km.
KONDISI GEOLOGI DAN PENYEBAB GEMPA BUMI
Lokasi episenter gempa bumi terletak di
laut. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki
morfologi dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, dan pegunungan.
Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Gunungapi berumur
tersier, Batuan Sedimen berumur kuarter, dan Batuan Gunungapi berumur
kuarter. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen
permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan
data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi
diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan
lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak).
Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi
guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
Berdasarkan
parameter sumber, gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas subduksi
Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia dengan mekanisme
peegerakan naik (thrust fault).
DAMPAK GEMPA BUMI
Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami.
REKOMENDASI
- Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
- Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi.
- Masyarakat diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.
- Masyarakat diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.
- Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran.
- Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.







