TVRINews – Vancouver, Kanada Swis membuat sejarah dengan melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Pertandingan terakhir babak 16 besar antara Swis melawan Kolombia di BC Place Vancouver, Kanada pada Selasa (07/07/2026) waktu setempat atau Rabu (08/07/2026) dini hari WIB berlangsung alot dan harus diakhiri dengan adu penalti.
Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, duel sesama tim kuda hitam di Piala Dunia edisi ke-23 itu berjalan sengit. Skor kacamata bertahan hingga waktu tambahan 2x15 menit digelar hingga adu penalti pun terpaksa dilakukan.
Dalam adu penalti, bek sarat pengalaman Manuel Akanji menjadi satu-satunya penendang Nati—julukan Timnas Swis—yang gagal hingga membuat skor saat bertahan 2-2. Sementara di kubu Kolombia, tembakan Davinson Sanchez dan Cucho Hernandez masing-masing melambung dan berhasil ditahan kiper Gregor Kobel.
Gol dari penendang terakhir Ruben Vargas membuat Swis memastikan kemenangan 4-3. Kesuksesan ini sekaligus catatan sejarah tersendiri bagi Nati, yang untuk pertama kalinya sejak 1954—saat mereka menjadi tuan rumah—berhasil melaju ke delapan besar Piala Dunia. Sayangnya, kala itu Nati dipaksa menyerah dari Austria dengan skor 5-7.
Kini, di perempat final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kansas City, Amerika Serikat, pada 11 Juli mendatang waktu setempat, Nati sudah ditunggu oleh Argentina yang melaju usai mengalahkan Mesir secara dramatis, 3-2.
Ini menjadi pil pahit lagi bagi Kolombia dalam adu penalti, setelah sebelumnya mereka dikalahkan Inggris lewat adu penalti di babak 16 besar pada Piala Dunia tahun 2018 di Rusia.
Kolombia memiliki lebih banyak tembakan di babak perpanjangan waktu (delapan) daripada di waktu normal (tujuh). Sementara, tembakan tepat sasaran terakhir Swis di pertandingan itu terjadi pada menit ke-32.
Jalannya Pertandingan
Kedua tim mengawali pertandingan dengan permainan sepak bola yang tajam dan menarik, meskipun gaya operan cepat Kolombia sangat kontras dengan pendekatan fisik yang diterapkan Swis.
James Rodriguez yang tampil penuh energi mendapatkan mitra yang sepadan dalam diri Luis Díaz, namun sebagian besar permainan justru berkutat di lini tengah, di mana Granit Xhaka kesulitan mengembangkan permainan akibat pengawalan ketat dari Jefferson Lerma.
Aksi penyelamatan gemilang Gregor Kobel berhasil menghalau tendangan melengkung Gustavo Puerta sesaat sebelum jeda minum pertama. Tidak lama kemudian, kiper Kolombia Camilo Vargas melakukan hal serupa dengan menepis tembakan keras kaki kiri Fabian Rieder serta sepakan mendatar Dan Ndoye.
Pertandingan terus berlangsung dalam tempo tinggi dengan serangan silih berganti yang intens, namun tanpa adanya peluang emas yang benar-benar matang, skor tetap imbang tanpa gol saat turun minum.
Babak Kedua Makin Seimbang
Setelah melakukan sejumlah pergantian pemain, kekuatan kedua tim tampak seimbang menjelang menit ke-60. Itu terlihat dari jumlah sentuhan bola di kotak penalti yang sama serta penguasaan bola yang praktis terbagi rata.
Diaz kemudian kembali melepaskan tembakan tepat sasaran, yang menjadi peluang paling mendekati gol sebelum jeda minum (hydration break).
Patut diapresiasi, kedua tim terus berupaya meraih kemenangan. Namun, meski Ndoye melakukan pergerakan apik ke dalam kotak penalti, tembakannya melebar saat laga mulai mendekati babak perpanjangan waktu.
Kolombia merasa dirugikan karena tidak mendapatkan penalti di awal babak perpanjangan waktu, dan Jhon Lucumi kurang beruntung saat sundulan kerasnya membentur mistar gawang.
Zeki Amdouni kemudian memaksa Camilo Vargas melakukan penyelamatan di sisi lapangan lainnya. Namun meski kedua tim gencar melancarkan serangan di akhir laga, tidak ada gol yang tercipta hingga waktu tambahan 2x15 menit tuntas.
Kekalahan dari Swis dalam adu penalti sekaligus menjadi tren yang mengecewakan bagi Kolombia saat menghadapi tim-tim Eropa tahun ini (1 seri, 3 kalah) terus berlanjut seiring tersingkirnya mereka dengan cara yang menyakitkan.
Rekaman Pertandingan
16 Besar
Swis 0-0 (4-3 adu penalti) Kolombia
Waktu: Selasa, 7 Juli 2026
Tempat: BC Place Vancouver
Penonton: 52.497
Wasit: Ivan Arcides Barton Cisneros (El Salvador)
Gol: 0-0
Adu Penalti: 4-3 (0-1 J. Quintero, 1-1 G. Xhaka, 1-1 D. Sanchez, 2-1 Z. Amdouni, 2-2 J. Campaz, 2-2 M. Akanji, 2-2 C. Hernandez, 3-2 C.Itten, 3-3 L. Diaz, 4-3 R. Vargas)
Penguasaan Bola: 53%-47%
Tembakan: 7-15
Tembakan ke Gawang: 2-3
Sepak Pojok: 3-7
Off-side: 5-4
Pelanggaran: 22-21
Kartu Kuning: 3-2 (G. Xhaka 51’, D. Zakaria 59’, M. Muheim 105’ / L. Suarez 60’, D. Sanchez 95’)
Kartu Merah: 0-0
Susunan Pemain
Swis (4-3-3): 1-Gregor Kobel; 6-Denis Zakaria (3-Silvan Widmer 87’), 4-Nico Elvedi, 5-Manuel Akanji, 13-Ricardo Rodriguez (2-Miro Muheim 71’); 14-Ardon Jashari (15-Djibril Sow 46’), 10-Granit Xhaka, 8-Remo Freuler; 11-Dan Ndoye (17-Ruben Vargas 90+2’), 7-Breel Embolo (26-Cedric Itten 87’), 22-Fabian Rieder (23-Zeki Amdouni 103')
Cadangan: 12-Yvon Mvogo, 21-Marvin Keller, 18-Eray Comert, 24-Aurele Amenda, 25-Luca Jaquez, 16-Christian Fassnacht, 20-Michael Aebischer, 19-Noah Okafor, 9-Johan Manzambi
Pelatih: Murat Yakin
Kolombia (4-1-2-3): 12-Camilo Vargas; 2-Daniel Munoz, 23-Davinson Sanchez, 3-Jhon Lucumi (13-Yerry Mina 119’), 17-Johan Mojica; 16-Jefferson Lerma (6-Richard Rios 82’); 14-Gustavo Puerta, 11-Jhon Arias (21-Jaminton Campaz 66’); 10-James Rodriguez (20-Juan Quintero 66’), 25-Luis Suarez (19-Cucho Hernandez 82’), 7-Luis Diaz
Cadangan: 1-David Ospina, 24-Alvaro Montero, 4-Santiago Arias, 18-Willer Ditta, 22-Deiver Machado, 5-Kevin Castano, 15-Juan Portilla, 26-Andreas Gomez
Pelatih: Nestor Lorenzo (Argentina)








