Jakarta, 13 Oktober 2026 — Kementerian Kebudayaan RI berkolaborasi dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) mendorong pengakuan tenun Indonesia di tingkat internasional, melalui penjajakan strategi pengusulan ke UNESCO. Hal tersebut ditegaskan dalam pertemuan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dengan perwakilan CTI, yang membahas sejumlah langkah strategis.
Dalam pertemuan tersebut, CTI menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk menyiapkan dokumen pengajuan tenun Indonesia ke UNESCO, termasuk menghimpun dukungan komunitas dari sejumlah daerah. Dokumen pengajuan tersebut mencakup khazanah tenun Indonesia secara menyeluruh dengan keragaman teknik, seperti ikat, songket, rangrang, sobbi, dan teknik lainnya yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara.
Menteri Fadli Zon menekankan pentingnya menyusun strategi pengusulan yang mempertimbangkan mekanisme UNESCO, termasuk kemungkinan nominasi bersama (joint nomination) atau perluasan pengakuan (extension). Pendekatan tersebut menjadi opsi yang dibahas untuk memperkuat peluang pengusulan, dengan tetap menampilkan kekayaan dan keragaman teknik tenun Indonesia dalam dokumen nominasi.
Menteri Fadli turut menyampaikan kekayaan tenun Indonesia tidak hanya terlihat dari ragam motif dan teknik, tetapi juga dari keberlanjutan praktiknya di tengah masyarakat. Menurutnya keragaman tersebut perlu didokumentasikan dan diperkenalkan secara lebih luas sebagai bagian dari identitas kebudayaan Indonesia.
“Karena itu, penyusunan dokumen pengajuan perlu berjalan seiring dengan penguatan data, pengetahuan, dan bukti mengenai keberadaan serta keberlanjutan tradisi tenun di berbagai daerah,” tambah Menbud.
Salah satu isu yang mengemuka dalam pertemuan adalah kebutuhan akan basis data tenun nasional yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelusuran kembali data yang pernah dihimpun sebelumnya menjadi langkah penting agar informasi mengenai teknik, motif, sejarah, persebaran, komunitas, dan perajin tenun di berbagai daerah dapat terdokumentasi dengan lebih baik.
“Tenun Indonesia memiliki keragaman teknik yang sangat kaya. Karena itu, kami ingin mendorong pengusulan tenun secara keseluruhan ke UNESCO, bukan hanya satu teknik tertentu. Indonesia memiliki beragam teknik tenun yang berkembang di berbagai daerah, dan kekayaan tersebut perlu ditampilkan secara utuh,” ucap Pengurus Bidang Pengendalian Mutu CTI, Sjamsidar Isa.
Selain dokumentasi digital, penguatan literasi mengenai tenun Indonesia turut menjadi perhatian. Penerbitan buku dokumentasi yang mengangkat ragam tenun daerah, terutama yang menghadapi risiko kepunahan, dinilai penting untuk memperluas pengetahuan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian tradisi. Dokumentasi tersebut juga dapat menjadi sumber rujukan bagi peneliti, pelaku budaya, desainer, dan generasi muda yang ingin mengenal lebih jauh kekayaan wastra Nusantara.
“Kita perlu memperkuat dokumentasi dan memperbanyak literasi tentang wastra Indonesia. Berbagai jenis tenun dari daerah perlu diangkat melalui buku dan dokumentasi yang baik agar kekayaan budaya tersebut semakin dikenal,” pungkas Menteri Fadli Zon.
Hadir dalam pertemuan ini antara lain Pengurus Bidang Pelatihan dan Pembinaan, Koestriastuti; Marketing Communication, Dewi Ivo Rajasa; serta Ketua Bidang Sertifikasi LSP Tenun Indonesia, Tommy Utama. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, Putri Woelan Sari; serta Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko.
Kementerian Kebudayaan dan CTI akan melanjutkan koordinasi untuk mematangkan dokumen pengajuan, menelaah pilihan strategi nominasi UNESCO, serta menjajaki tindak lanjut penguatan basis data dan kompetensi profesi wastra. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan tenun Indonesia sebagai warisan budaya yang hidup dan diwariskan lintas generasi.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Kementerian Kebudayaan mendorong agar upaya pengusulan tenun Indonesia ke UNESCO dapat berjalan seiring dengan kerja nyata dalam menjaga keberlangsungan tradisi tenun di masyarakat.
Sumber : https://kemenbud.go.id/publikasi/berita/kementerian-kebudayaan-dan-cita-tenun-indonesia-si




