Jakarta, 4 November 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menetapkan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Padang, Sumatra Barat, sebagai dua perwakilan Indonesia dalam nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Kabupaten Bantul diusulkan pada subsektor Crafts and Folk Art (Kriya dan Seni Rakyat), sedangkan Kota Padang pada subsektor Gastronomy (Gastronomi).
Penetapan ini merupakan hasil Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota UCCN 2027 yang mencakup seleksi administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi dossier di hadapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Seluruh proses berlangsung objektif dan independen dengan melibatkan lima tim pengarah serta tujuh tim seleksi yang kompeten di bidangnya.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pencalonan ini bukan sekadar mengejar pengakuan internasional, melainkan strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah guna memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Ekraf ingin terus mendampingi sehingga tidak berhenti sebatas nominasi. Ini harus mempunyai dampak ekonomi, termasuk dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi terhadap PDRB daerah. Sebab kumpulan dari PDRB daerah akan menjadi PDB nasional,” ujar Menteri Ekraf.
Menteri Ekraf menambahkan bahwa Kementerian Ekraf bersama Panselnas akan melanjutkan pendampingan komprehensif melalui penyempurnaan dossier, penguatan publikasi media lokal dan internasional, hingga pemetaan jejaring global. Kedua daerah juga didorong membangun komunikasi intensif dengan anggota UCCN aktif guna memperoleh rekomendasi dan memperluas kerja sama internasional.
“Kami akan terus memperkuat dossier yang sudah disusun, sekaligus memfasilitasi Kabupaten Bantul dan Kota Padang untuk membangun jejaring dengan anggota UCCN melalui koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri. Publikasi dan aktivitas kreatif di daerah juga harus terus dilakukan secara konsisten agar potensi dan ekosistem kreatif terlihat di tingkat internasional,” tegas Menteri Ekraf.Dok.
Proses pendampingan dan finalisasi dossier dijadwalkan berlangsung pada November–Desember 2026 sebelum diunggah ke Sekretariat UCCN di Paris pada awal 2027. Pengumuman resmi dari UNESCO diperkirakan berlangsung pada Oktober 2027. Kementerian Ekraf mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas kreatif, pegiat usaha, dan media untuk aktif mempromosikan keunggulan kriya Bantul dan gastronomi Padang.
Kabupaten Bantul memiliki kekuatan ekosistem kriya bernilai sejarah sejak abad ke-16 Kerajaan Mataram Islam. Ekosistem ini memanfaatkan material alam seperti bambu, pandan, eceng gondok, pelepah pisang, kayu, batu, dan kulit melalui pendekatan ekonomi sirkular dan restorasi ekologis. Berbasis nilai ekspor yang telah menembus 38 negara dengan nilai USD 6,71 juta, industri kriya Bantul juga inklusif karena melibatkan lebih dari 45 persen perajin perempuan serta membuka ruang bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.
"Kami berkomitmen untuk memperbaiki hal-hal yang masih belum sempurna, terutama memperkuat ekosistem kreatif di Kabupaten Bantul yang memang sudah terbangun cukup lama, tinggal menguatkan sehingga kemanfaatannya semakin dirasakan banyak warga Bantul,” ungkap Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.
Sementara itu, Kota Padang menonjolkan kekuatan gastronomi hasil akulturasi sejarah perdagangan rempah dan harmoni multietnis Minangkabau, Tionghoa, India, serta Nias. Tradisi kuliner seperti makan bajamba, manatiang piriang, dan teknik marandang menjadi bagian dari warisan budaya yang terintegrasi dengan industri kreatif lokal. Ekosistem gastronomi Padang saat ini menyerap lebih dari 53 ribu tenaga kerja, menembus pasar ekspor bumbu internasional, serta didukung infrastruktur modern seperti Sentra Rendang dan Bagindo Aziz Chan Youth Center.
“Kami sangat bersyukur hari ini. Menjadi salah satu nominasi untuk mengajukan kepada UNESCO Creative Cities Network bukan hal yang mudah. Tentu harus ada strategi penyusunan dossier yang bisa menerjemahkan potensi dan kekayaan Kota Padang. Kami berharap dukungan dari kementerian dan Panselnas untuk menyusun ini dengan sebaik-baiknya,” tutur Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Pengusulan Bantul dan Padang menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Ekraf dalam mengimplementasikan semangat local heroes go national, national champions go global, menjadikan kreativitas sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berakar dari daerah.
Saat ini, Indonesia telah memiliki tujuh kota anggota UCCN, yaitu Pekalongan (Crafts and Folk Art, 2014), Bandung (Design, 2015), Ambon (Music, 2019), Jakarta (Literature, 2021), Surakarta (Crafts and Folk Art, 2023), Ponorogo (Crafts and Folk Art, 2025), dan Malang (Media Art, 2025).
Turut mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya yaitu Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar; serta Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal.
Hadir pula perwakilan Panitia Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027 yakni ketua tim seleksi dari Direktur Prodi Doktor Arsitektur dan Perencanaan UGM, Wiendu Nuryanti dan anggota tim pengarah dari Global Networks of Facilitator for ICH-UNESCO in the Asia Pacific Region, Harry Waluyo.
Sumber : https://ekraf.go.id/news/indonesia-nominasikan-bantul-dan-padang-ke-jejaring-kota-kreatif-unesco





