REMBANG – Sopir tronton
L-9599-UF, Taufik Ichwan Gozali (30), ditemukan tergeletak dengan
tangan dan kaki terikat serta mata dan mulut tertutup lakban. Dia
menjadi korban pembiusan. Tronton berikut muatannya, 23 ton besi, raib.
Warga RT 6 RW 13 Sejan, Kecamatan
Gemarang, Kabupaten Madiun, Jatim itu ditemukan di wilayah Desa Padaran,
Kecamatan Rembang Kota, Senin (6/3) sekitar pukul 01.00.
Korban kali pertama ditemukan oleh warga
setempat yang selanjutnya melaporkan ke polisi. Saat ditemukan, dia
tidak bisa bergerak, terlentang di tepi jalan penghubung antara
Kecamatan Rembang Kota dan Pamotan.
Kapolsek Rembang Kota, AKP Sunarmin
mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dibius oleh
beberapa orang ketika beristirahat di tepi jalan pantura Desa
Punjulharjo, kota Rembang.
Ketika itu, korban yang baru saja keluar
dari kamar kecil, tibatiba ditutup mukanya dengan sapu tangan yang
diduga mengandung cairan bius.
Di Dalam Mobil
Korban selanjutnya merasa lemas dan tak
sadarkan diri. Korban sadar saat sudah berada di dalam sebuah mobil,
dalam kondisi tak berdaya. Mata dan mulut dilakban serta kaki dan tangan
diikat.
Menurut Kapolsek, tronton yang
dikemudikan korban menangkut 23 ton besi, dari Surabaya Sabtu (4/3)
pukul 18.00 hendak menuju Jakarta.Adapun pembiusan dirinya terjadi pada
Minggu (5/3) sekitar pukul 03.00.
”Menurut
korban ia didekati empat laki-laki yang menggunakan Avanza silver
berpelat nomor H. Mereka mendorong dan menutupkan sapu tangan ke wajah
korban.
Pelaku masih dalam pengejaran tim
resmob,’’ katanya, kemarin. Selain tronton dan muatannya, dikatakan,
beberapa barang berharga milik korban juga digondol pelaku.
Barang tersebut antara lain ponsel
Samsung dan uang tunai Rp 900 ribu. Kepada wartawan, Taufik mengaku
masih bingung dan syok. Ia juga lupa-lupa ingat atas kejahatan yang
dialaminya itu.
Sebab, saat tersadar posisinya sudah
tidak berdaya dengan mata dan mulut terlakban. Sementara itu, Sulaiman,
warga yang kali pertama mengetahui keberadaan korban mengaku awalnya ia
serbasalah.
Oleh karena itu, ia dan warga lain tidak
berani membuka lakban korban dan memilih melaporkan kepada polisi.
‘’Saat saya temukan, korban mengaku sebagai sopir.’’Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/23-ton-besi-dan-tronton-raib/



.jpg)

