Cari Blog Ini

Selasa, 07 Maret 2017

23 Ton Besi dan Tronton Raib Sopir Dibius



REMBANG – Sopir tronton L-9599-UF, Taufik Ichwan Gozali (30), ditemukan tergeletak dengan tangan dan kaki terikat serta mata dan mulut tertutup lakban. Dia menjadi korban pembiusan. Tronton berikut muatannya, 23 ton besi, raib.
Warga RT 6 RW 13 Sejan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jatim itu ditemukan di wilayah Desa Padaran, Kecamatan Rembang Kota, Senin (6/3) sekitar pukul 01.00.
Korban kali pertama ditemukan oleh warga setempat yang selanjutnya melaporkan ke polisi. Saat ditemukan, dia tidak bisa bergerak, terlentang di tepi jalan penghubung antara Kecamatan Rembang Kota dan Pamotan.
Kapolsek Rembang Kota, AKP Sunarmin mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dibius oleh beberapa orang ketika beristirahat di tepi jalan pantura Desa Punjulharjo, kota Rembang.
Ketika itu, korban yang baru saja keluar dari kamar kecil, tibatiba ditutup mukanya dengan sapu tangan yang diduga mengandung cairan bius.
Di Dalam Mobil
Korban selanjutnya merasa lemas dan tak sadarkan diri. Korban sadar saat sudah berada di dalam sebuah mobil, dalam kondisi tak berdaya. Mata dan mulut dilakban serta kaki dan tangan diikat.
Menurut Kapolsek, tronton yang dikemudikan korban menangkut 23 ton besi, dari Surabaya Sabtu (4/3) pukul 18.00 hendak menuju Jakarta.Adapun pembiusan dirinya terjadi pada Minggu (5/3) sekitar pukul 03.00.
”Menurut korban ia didekati empat laki-laki yang menggunakan Avanza silver berpelat nomor H. Mereka mendorong dan menutupkan sapu tangan ke wajah korban.
Pelaku masih dalam pengejaran tim resmob,’’ katanya, kemarin. Selain tronton dan muatannya, dikatakan, beberapa barang berharga milik korban juga digondol pelaku.
Barang tersebut antara lain ponsel Samsung dan uang tunai Rp 900 ribu. Kepada wartawan, Taufik mengaku masih bingung dan syok. Ia juga lupa-lupa ingat atas kejahatan yang dialaminya itu.
Sebab, saat tersadar posisinya sudah tidak berdaya dengan mata dan mulut terlakban. Sementara itu, Sulaiman, warga yang kali pertama mengetahui keberadaan korban mengaku awalnya ia serbasalah.
Oleh karena itu, ia dan warga lain tidak berani membuka lakban korban dan memilih melaporkan kepada polisi. ‘’Saat saya temukan, korban mengaku sebagai sopir.’’

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/23-ton-besi-dan-tronton-raib/