PATI, - Pembangunan embung atau tata
kelola perairan dinilai mendesak, terutama untuk areal persawahan tadah
hujan. ‘’Bagaimana pun sumber pertanian itu ada pada sistem perairan.
Baik embung mau pun irigasi. Kalau sumber tidak ada kan tentu menjadi
kendala,‘’ kata Kepala Dinas Pertanian, Mochtar Effendy.
Pihaknya
saat ini tengah berupaya mendorong agar pembuatan embung dapat
dimaksimalkan. Daerah yang memiliki kelayakan secara teknis didorong
membangun embung, sehingga saat kemarau embung tersebut dapat
dimaksimalkan. ‘’Jangan sampai kalau saat kemarau malah ternyata
kering,’’ katanya.
Pemkab Pati telah berupaya memintakan pusat
agar dibuatkan embung di tempat yang membutuhkan. Seperti areal sawah
tadah hujan dan sumber airnya yang kurang di daerah Pati Selatan.
‘’Tahun ini sendiri adarencana pembuatan dua embung,’’ tambahnya.
Bantuan Traktor
Untuk
bantuan alat pertanian, pihaknya mengaku sekarang ini sudah cukup baik.
Hampir seluruh desa sekarang ini sudah dibantu alat pertanian. Meski
begitu pihaknya akan melakukan pendataan dan pemetaan. ‘’Kami lakukan
maping agar jangan sampai terjadi tumpang tindih atau dobel. Kami data
siapa saja yang mendapatkan alat pertanian dan jenisnya, sehingga
bantuan tersebut dapat dimaksimalkan dengan baik,’’ katanya.
Baru-baru
ini petani juga diberikan bantuan alat pertanian. Sedikitnya 120 alat
pertanian diserahkan untuk 120 kelompok tani , 51 di antaranya traktor
roda dua, 10 traktor roda empat, 51 pompa air, dan delapan tranplanter.
Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/news/detail/14432/Embung-untuk-Pertanian-Mendesak



.jpg)
