PATI - Penataan dan pengembangan objek wisata Gua
Pancur ditaksir membutuhkan anggaran yang besar. Sesuai dengan Detail
Engineering Design (DED), diperkirakan pengembangan objek wisata yang
ada di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen itu membutuhkan anggaran hingga Rp
50 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Sigit Hartoko melalui
Kabid Destinasi Wisata, Sutopo mengatakan, dengan besarnya anggaran
tersebut harus dilakukan secara bertahap. Sedangkan tahun ini
pengembangan Gua Pancur mendapatkan bantuan dari dana alokasi khusus
(DAK) Rp 1,1 miliar.
Anggaran itu, juga akan ditambah dari APBD Kabupaten Pati. ”Tahun ini
kami akan membuat gapura terlebih dahulu yang telah dianggarkan sebesar
Rp 200 juta. Kemudian ruang pertemuan dengan anggaran Rp 100 juta,”
terangnya.
Selain itu, untuk kios yang ada di objek wisata Pati selatan itu,
nantinya juga akan ditata. Bila selama ini masih kurang tertata rapi, ke
depan akan dijadikan satu dan dihadapkan ke embung.
Penataan
”Tentu saja nantinya direncanakan untuk embungnya juga akan dibenahi.
Minimal untuk talutnya diperbaiki dahulu. Selain itu, kami juga
mengharapkan nantinya bakal ada homestay bagi pengunjung jauh.
Karena ada pula pengunjung dari luar daerah, seperti dari Malaysia,”
terangnya. Sutopo menambahkan, saat ini fokus menata Gua Pancur supaya
benar-benar menjadi destinasi wisata unggulan di Bumi Mina Tani.
Selain itu menjadi data tarik wisatawan lokal dan luar daerah.
Penataan juga akan dilakukan pada tempat wisata lain, seperti Jolong dan
Gunungrowo.
Untuk wisata laut, yang akan dikembangkan di Juwana dan Banyutowo.
”Salah satu daya tarik Gua Pancur, yakni susur gua mulai dari mulut gua
hingga batas 830 meter semuanya berair.
Ini jarang ditemukan di gua lain. Bahkan 300 meter di antaranya ada sumber air hangat yang bisa menyehatkan tubuh,” terangnya.
Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/83194/penataan-gua-pancur-butuh-rp-50-miliar



